Hujan
I
Hujan , kali ini kau
hadir di siangku
Membasahi bumi, diriku
dan beberapa teman lain
Tidak seperti biasanya
kau hadir di sore hari
Aku bersyukur kau hadir
dalam lingkaran hidupku
Membantu aku menghapus
kisahku yang penat
Bukan berarti semua kisah
yang kuhapus
Hanya saja kisah yang
tak sesuai dengan harapanku
Kisah-kisah yang tak
sesuai harapanku
akan menjadi jalan yang
yang akan mengantarkanku
pada kisah yang aku
impikan
Namun tahukah kau hujan, kali ini aku rindu pada
hujan di siang tadi
Mungkin kau bertanya,
mengapa kamu merindukan hujan yang sudah mengganggumu
Bukankah hujan yang menghalangimu siang tadi
Memang benar hujan yang
menghalangiku tetapi bukan hujan yang aku rindukan
Melainkan kata yang
membuat aku rindu akan hujan tadi siang.
Hujan
II
Kali ini kau juga hadir lebih awal
Gemercik hujan di atas kepalaku
Terdengar pada seng tua nan lemut
Jujur saja, aku sepertinya terjerumus pada nada
Mengantarkan pada mimpi sebelumnya
Aku tersentak dalam lamunanku
Bangun
Bangun
Hari sudah menjelang siang
Anak manusia tak boleh malas
Apakah kau akan terus bersama mimpimu
Masih banyak persoalan menantimu
Biarkan hujan ini sebatas nada penghibur di kala
sepi
28
Mei 2017
Hujan III
Hujan
Kali ini kau pun hadir lagi
Mengisi sore ceria
Lambaian dedaunan menahan hujan seoalh tak mampu
menahan
Gemercik butiran air
melompat ke jendela
Memanggil mereka yang menyaksikannya
Para orang tua tertawa
Terbawa cerita anak-anaknya yang tampak lucu
Aku melihat kopi sudah di dasar gelas
Perlahan-lahan mengangkat
Menikmati tegukan terakhir dengan tawa
Kopi habis, mana kopi?
Cerita sore ini semakin menggila
Kulihat anaknya tertawa geli
Mana kopi, cerita tidak bisa dilanjutkan
Aku hanya bisa bercerita kalau ada si hitam
Hujan kian meraja
Benturan hujan dengan seng seakan tertawa
Kopi yang tak muncul lagi
Perlahan cerita mereka menyusut
Pada akhirnya terdiam
Tak ada kopi yang dinikmati lagi
29
Mei 2017
Hujan IV
Selanjutnya aku terbangun dari lamunan
Segelas kopi yang kuminta tak kunjung hadir
Hujan
Kini hadir lagi di malam hari
Sepi, dingin, segelas kopi tak jua datang
Hujan V
Lama aku menunggu kekasihku
Tak kunjung juga datang
Dikala hujan tak juga reda
Hujan terus mendinginkan jiwa yang kian berontak
Gemercik air melompat-lompat
Di antara dedaunan, jalan, dan juan jendela kamarku
Bunyi atap rumah layaknya nada
Meskipun tak semerdu suara piano
Dentingan air menyentuh seng menedukan jiwa
Hujan, tak juga redah
Masih ingin menghibur atau mengolok
Akhir-akhir ini kau gemer mengunjungiku
Tak bosan, tiada hari tanpamu musim ini
Aku bosan, suaramu tak merdu lagi