30 Januari 2017

GURU DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM


GURU DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM
Dalam dunia pendidikan kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam melaksanakan proses pembelajaran yang telah direncankan untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Proses pembelajaran telah diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan siswa, baik oleh lembaga maupun oleh guru yang secara langsung terlibat aktif dalam prosesnya. Kurikulum itu sendiri harus mencakup dua hal yang paling penting, yaitu kurikulum sebagai dokumen yang berfungsi sebagai pedoman dan kurikulum sebagai implementasi. Realisasi dari dokumen yang telah direncanakan berupa implementasi dalam proses pembelajaran di kelas.
Untuk menunjang proses pembelajaran yang baik, dibutuhkan seorang  yang paham dengan kurikulum, yaitu seorang guru. Peran guru merupakan peran yang  sentral untuk menentukan proses pembelajaran, selain peran dari pada siswa sebagai peserta didik. Ketika menjadi seorang guru, kita dituntuk untuk bersifat professional dalam setiap hal yang berkaitan dengan tugasnya. Bahkan di masyarakat guru merupakan orang yang dihormati dan teladani dengan  tugasnya yang mulia.
Dalam UU no. 14 tahun 2005,  guru  sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dengan tuntutan yang begitu banyak yang ideal sebagai pengajar, seorang guru harus mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tangggung jawab sebagai orang tua kedua. Artinya seorang guru juga harus menjadi idola siswanya. Apa yang disampaikan guru dalam proses pembelajaran harus mampu memotivasi peserta didik dalam belajar. Jika seorang guru sejak awal gagal menjalin rasa simpati dengan siswanya, maka secara tidak langsung hal semacam ini bisa mempengaruhi proses ke depannya. 
Dalam kaitannya dengan pelaksaan kurikulum, seorang guru harus paham dan mampu melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan para siswa atau konteks siswanya. Jika guru mengabaikan hal ini maka proses pembelajaran akan berjalan tanpa arah yang jelas.
Pedoman yang telah dibuat untuk menunjang implemantasi kurikulum akan sia-sia yang disebabkan oleh guru yang tidak paham dengan implementasi kurikulum. Guru pada dasarnya sebagai kurikulum itu sendiri yang mengarakan proses pembelajaran seperti yang telah direncanakan. Guru juga sebagai pengembang kurikulum mempunyai wewenang untuk mendesain suatu  kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan dan para pesrta didik. Bukan hanya tujuan yang harus dicapai guru tetapi juga mencakup strategi apa yang harus digunakan untuk mengukur keberhasilan implementasi kurikulum. Maka dari itu peran guru dalam  implementasi kurikulum  sangat vital dan memegang peranan yang sangat penting.
Oleh karena itu, sebagai seorang guru harus mengerti pelaksanaan kurikulum sesuai dengan rancangannya. Dengan alasan guru sebagai bagian dari kurikulum yang mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan kurikulum.



PENYUSUNAN BAHAN AJAR TEKS PROSEDUR SMP KELAS DELAPAN


PENYUSUNAN BAHAN AJAR TEKS PROSEDUR SMP KELAS DELAPAN
FRANSISKUS D. DARMA

1.      PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam proses pembelajaran kita seringkali kewalahan dalam melangsungkan  pembelajaran itu. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor yang tidak pernah kita perhitungkan sebelumnya. Misalkan dalam menyusunan bahan ajar. Pada dasarnya menyusun merupakan salah satu cara untuk mengatur segala sesuatu dengan baik atau menempatkannya secara berurutan. Jika kita tidak mengaturnya secara baik maka susunan atau penempatannya tidak akan rapi. Sama halnya ketika kita menyusun suatu teks yang dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Seperti yang tertera pada tugas  kompetensi dasar 4.2 untuk kelas delapan yaitu : menyusun teks cerita moral/fable, ulasan, diskusi, cerita prosedur, dan cerita biografi sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat, baik itu secara lisan maupun tulisan.
Berdasarkan ciri teks yang tertera pada kompetansi dasar yang akan dicapai peserta didik dibutuhkan penerapan model yang mampu memberikan gambaran yang sederhana tentang apa yang akan dikembangkan dalam penyusunan bahan ajar.  Dalam penyusunan ini juga berkaitan pengembangan materi ajar harus dilakukan dengan secara urut dan logis agar peserta didik mampu memahami apa yang diajarkan. Selain menyusun nantinya juga bisa dikelola dengan baik apa yang menjadi pengembangan materi ajarnya.
Selain pengembangan bahan ajar, strategi yang digunakan juga sangat menentukan arah  pembelajaran. Jika hal ini diabaikan, maka siswa juga kurang efektif dalam menerima materi yang dipaparkan.  Kemampuan seorang guru dalam menyusun bahan ajar mempunyai pengaruh terhadap minat siswa yang berdampak pada peningkatan kompetensi siswa. Maka dari itu seorang guru harus mampu menyusun bahan ajar yang dapat dikondisikan dengan kondisi siswa atau yang kontekstual dalam pembelajaran
Dari urain ini penulis sudah  mempertimbangakan bahan ajar yang akan dipaparkan yang mudah dicerna oleh peserta didik . Maka dari itu penulis ingin menyusun   bahan ajar bahasa Indonesia dengan menggunakan teks prosedur. Penyusunan  teks prosedur ini bertujuan untuk memudahkan siswa  dalam memahami suatu bacaan yang akan dijelaskan dengan menggunakan langkah-langkah dalam teks prosedur.

1.2  Uraian
Dari masalah yang telah dijelaskan pada latar belakang, penulis ingin berfokus pada bahan ajar berkaitan dengan teks prosedur. Dengan menggunakan teks prosedur ini, penulis ingin membuat teks yang lebih sederhana untuk dipahami peserta didik yang diharapkan membantu dalam peningkatan kompetensi peserta didik
1.3  Tujuan
Berdasarkan masalah yang telah dikemukan dalam proses pembelajaran berkaitan dengan masalah bahan ajar yang seringkali kurang tepat.  Penyususnan  bahan ajar dengan teks prosedur ini bertujan untuk memudahkan pemahaman siswa dalam  pembelajaran bahasa Indonesia. Dari pengembangan ini diharapkan siswa lebih aktif untuk berpartisipasi dalam proses belajar dan meningkatkan kompetensinya. Selain itu, dengan menggunakan teks prosedur membantu pembaca dan pendengar untuk memahami bagaimana cara melakukan atau membuat sesuai dengan tepat.
1.4  Cara Mendapatkan Bahan
Untuk pengembangan bahan ajar ini, penulis menggunakan sumber-sumber tertulis yang ada diperpustakaan elektronik ( internet). Hal ini dilakukan karena kurangnya buku-buku sumber dan kesulitan dalam menemukan buku sumber yang ada di perpustakaan kampus.

2.      URAIAN MATERI
2.1  Pengertian teks prosedur
Teks prosedur adalah teks yang berisi petunjuk untuk membuat atau melakukan sesuatu. Dengan adanya teks prosedur, akan mempermudah seseorang untuk membuat atau melakukan sesuatu. Keberadaan teks prosedur akan semakin memberi peluang seseorang untuk lebih bersikap mandiri karena untuk membuat atau melakukan sesuatu, ia bisa langsung membaca teks petunjuk yang biasanya dicantumkan pada suatu kemasan makanan atau peralatan tertentu yang berkaitan dengan langkah-langkah.

Suatu teks prosedur mengandung struktur sebagai berikut:
a.       Judul
b.      Pengantar yang akan menjelaskan tujuan
c.       Bahan dan alat utntuk menunjang dalam teks prosedur
d.      Urutan dan langkah-langkah dalam membuat sesuatu

Ciri-ciri teks prosedur
a.       Menggunakan pola kalimat dengan bentuk perintah
b.      Menggunakan kata kerja aktif
c.       Menggunakan kata penghubung untuk mengurutkan kegiatan
d.      Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rinci waktu, tempat, dan cara yanga akurat.

Macam- macam teks prosedur
a.       Teks prosedur sederhana
Dalam teks ini prosedur yang ditempuh hanya denga dua atau tiga langkah saja. Contonya berkaitan dengan cara pembuatan segelas kopi dan setrika baju.
b.      Teks prosedur kompleks
Teks prosedur kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan terdapat penjelasan/ keterangan dalam langkah untuk menyusun sesuatu.
c.       Protokol
Dalam teks prosedur protocol langkah-langkahnya tidak terlalu rumit dan mudah dipahami oleh para pembaca.

2.2  Langkah-langkah membuat teks prosedur adalah sebagai berikut :
a.       Menentukan topik untuk menyusun teks prosedur. Topik ini terkait prosedur apa yang akan kalian susun. Apakah akan menyusun teks prosedur membuat atau teks prosedur melakukan sesuatu.
b.      Menetukan topik untuk menyusun teks prosedur.
c.       Menetukan tujuan penulisan teks prosedur
d.       Menentukan  bahan dan alat jika akan menyusun teks prosedur.
e.       Menentukan langkah-langkah secara urut dan runtut dengan kata kerja yang jelas.

contoh teks cerita prosedur
Membuat Layang-Layang Sederhana

Siapa di antara kalian yang suka bermain layang-layang? Biasanya kalian membeli layang-layang dari kios atau membuat sendiri? Kalau tidak ingin repot kalian bisa membeli di kios, lalu tinggal dipasangi benang dan dimainkan. Tetapi, jika kalian membuat layang-layang sendiri, kalian bisa berkreasi membuat model layang-layang sesuai keinginan kalian.
 Meskipun harga bahan untuk membuat layang-layang relatif lebih mahal, tetapi bahan itu bisa digunakan untuk membuat beberapa buah layang-layang sekaligus. Jadi sebenarnya membuat layang-layang sendiri lebih hemat daripada membeli di kios. Itu juga bisa melatih kalian untuk berwirausaha, paling tidak untuk mencari tambahan uang saku. Nah, kalau ada di antara kalian yang ingin membuat layang-layang sendiri, ikutilah langkah-langkah untuk membuat layang-layang hias sederhana berikut ini.
Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk buat layang-layang hias sederhana itu? kalian harus menyiapkan bambu yang telah dipotong tipis-tipis. Siapkan pula kertas tipis atau kertas minyak, atau juga bisa plastik tipis. Lalu siapkan pula lem kertas (lem kastol apabila menggunakan bahan plastik tipis). Jangan lupa, siapkan benang sebagai pengikat  rangkanya.
Sekarang saatnya kalian mulai membuatnya!
Langkah Pertama, buatlah kerangkanya terlebih dahulu dari 2 batang bambu tipis dengan ukuran sesuai selera masing-masing, tapi jangan terlalu besar ya! Lalu bambu-bambu tersebut di bentuk secara horizontal dan vertikal sehingga membentuk seperti tanda (+).
Langkah kedua, belah setiap ujung bambu kira-kira 1 cm untuk mengaitkan benang agar lebih kuat terikat pada kerangka layang-layang.
Langkah ketiga, timbanglah ba gian kerangka bambu horizontal dengan cara memilih titik tengahnya kemudian ikat dengan benang sampai kedua belah sisi bambu tidak berat sebelah dan tiap sisi harus memiliki panjang yang sama. Jika masih berat sebelah tipiskan bambu sedikit demi sedikit dengan pisau. Berhati-hatilah dalam menggunakan benda tajam, kalau perlu minta bantuan orang tua masing-masing.
Langkah keempat, ikatlah setiap bambu yang bersinggungan dengan menggunakan benang secara menyilang.
Langkah kelima, potonglah kertas tipis yang telah tersedia sesuai kerangka layang-layang. Setiap sisi kertas diberi ukuran lebih besar dari kerangka yang ad, minimal 1 cm.
Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan kalian ketika mengelem kertas pada kerangka yang sudah jadi tadi. Langkah terakhir, rekatkan kerangka layang-layang pada kertas sesuai pola yang ada dengan membubuhkan lem pada tepian sisi kertas. Jangan lupa, tepat di bawah kerangka bambu juga dibubuhi lem agar melekat erat pada       kertas.

Jadilah layang-layang hias sederhana buatan kalian sendiri. Selamat Mencoba!
Dari contoh teks ini kita dapat memahami dengan

3.      PENUTUP
3.1  Kesulitan
Dalam penyusunan  bahan ajar  dengan pendekatan saintifik ini , penulis mengalami berbagai kendala yang menghambat proses penyusunan bahan ajar. Antara lain kesulitan dalam mencari sumber-sumber yang menjadi acuan  pada perpustakaan kampus. Selain itu juga, penulis ingin mengakses jaringan internet di kampus  sebagai alternatif yang bisa dijangkau tetapi itu tidak bisa dilakukan karena aksesnya terbatas pada ruang yang dianggap lebih penting dari rungan kelas. Alternatif  yang bisa diakses penulis pada pengembangan bahan ajar ini adalah jaringan internet yang ada di Telkom meskipun harus membayar. Tepatnya pada malam Minggu, 29 Oktober 2016 ,pukul 22.00 Wita. Setelah itu, tepatnya pada hari Selasa penulis melanjutkan proses pengerjaan ini di rumah . Kesulitan lain yang saya alami yaitu kurangnya pengetahuan tentang cara menyusun dan mengembangkan  materi ajar, apalagi dengan menggunakan pendekatan saitifik kurikulum 2013 yang masih sangat baru .


Sumber
Internet ; Buku Bahasa Indonesia Ekspresi diri dan Akademik/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kelas X.
http://artikelmateri.blogspot.co.id/2015/11/teks-prosedur-kompleks-pengertian-tujuan-ciri-struktur-contoh.html.

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...