05 Juni 2016

dongeng



                                          DONGENG
                               CEKOS PENJAGA KUDA
                                          ( Fian Darma)
Pada zaman dahulu disebuah kerajaan hiduplah seorang anak bernama Cekos  dan  seekor  kuda pintar yang menjadi pengawal setianya. Ayahnya seorang raja yang sangat bijaksana dalam memimpim kerajaan,namun belakangan Dia selalu murung karena ditinggal seorang istri  yang kembali ke pangkuan Tuhan . Sejak ditinggal sang ibu kini dia hidup bersama ayah dan ibu tiri yang tidak suka dengan Cekos. Hari pun berlalu tetapi Ia masih bersedih merindukan sosok ibu yang penyayang,tidak seperti ibu tiri cerewet. Suatu waktu ayahnya  berangkat keluar daerah untuk menjalankan tugas sebagai seorang raja ,saat seperti ini Cekos selalu takut kerena tidak ada yang melindunginya kecuali seekor kuda yang menjadi teman setianya dikala susah.  Keesokan harinya ibu tiri memanggilnya untuk makan bersama sebagai seorang ibu dan anak,, ternyata ini hanya rencana ibu tiri untuk menjebak dirinya . Suatu pagi ia dipanggil untuk sarapan,ternyata makanan itu sudah dicampuri racun. Saat ia mau makan tiba-tiba seekor kuda muncul lalu menyeruduk makanan yang ada di meja . Sentak hal ini membuat dirinya panik dan kaget karena ulah kuda ini. Keesokan harinya ibu tiri melakukan hal yang sama terhadapnya ,namun sekali lagi kuda itu menggagalkan rencananya . Sesaat ibu tiri   sangat senang karena makanannya sudah habis,lantas ia berpikir bahwa sang pangeran sudah mati karena keracunan makanan . Tidak lama setelah peristiwa ini ia menyadarai bahwa ibu tiri  merencanakan sesuatu yang jahat  untuk membunuhnya .  Setiap  hari ia hidup dalam tekanan ibu tiri yang ingin meyingkirkannya ,tapi  tidak panik seolah –olah  ia tidak menyadari rencana ibu tiri.  Satu minggu berlalu ia mendapatkan surat dari sang raja bahwa untuk sementara waktu tidak bisa pulang karena ada hal yang sangat penting yang harus dikerjakan sang ayah demi kerajaan ,tentunnya hal ini membuat ia sangat cemas akan keselamatannya. Sang ibu kehabisan akal untuk membunuh sang pangeran, lalu ibu tiri memanggil prajurit kepercayaannya untuk membunuh sang pangeran. Tanpa sengaja sang pangeran mendengar rencana ibu tiri yang sedang berbicara dengan para prajurit. Tidak lama kemudian ia berlari untuk menyelamatan diri bersama sang kuda  pintar,akan tetapi kehadirannya diketehui ibu tiri lalu menyuruh prajurit untuk mengejarnya  hingga ke dalam hutan yan tidak tentu arahnya. Para prajurit terus mengejar meskipun tidak tentu arahnya begitu pula dengan sang pengeran yang terus berlari menyelamatan dirinya hinggga ke puncak gunung. Para prajurit pulang dengan tangan kosong karena sang pangeran dapat menyelamatkan  diri dari para penjahat. Hari semakin sore ,Cekos memutuskan untuk beristrahat disebuah gubuk kecil dalam hutan. Ia bingung mau pulang kemana sementara tidak ada tujuan yang pasti meskipun pada akhirnya ia memutuskan untuk tinggal dalam hutan. Bertahun-tahun lamanya  ia tinggal dalam hutan hingga ia menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan kekar. Sementara itu sang ayah tidak pernah pulang ke kerajaannya dengan alasan tugas negara yang penting ,padahal sang raja mempunyai istri  muda dan memutuskan untuk membangun kerajaan baru dekat daerah pegunungan. Kisah baru dimulai, ketika Cekos memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota dan ia pun bekerja sebagai seorang penjaga kuda kerajaan. Tugas ini bukanlah perkara sulit untuknya karena sudah terbiasa dengan binatang yang menjadi teman dan penyelamat untuknya waktu masih kecil .  Bertahun – tahun ia bekerja sebagai penjaga kuda hingga ia menjadi pengawal setia tuan putri anak satu-satunya dari sang raja .  Suatu hari diadakan lomba pacuan  kuda  dan ia menjadi salah satu peserta yang lolos ke babak final dalam kompetisi ini.  Pemenang dalam lomba ini akan dinikahkan dengan putri sang raja yang sangat cantik  . Meskipun demikian ambisi Cekos yang utama adalah menjadi seorang penunggang kuda yang hebat dan bertemu dengan ayahnya. Impian  ini tentunya tidak muda ,apalagi banyak peserta yang hebat serta ia tidak mengenali wajah sang ayah yang  tidak ada kabar. Waktu terus bergulir hingga tiba saatnya kompetisi babak final dimulai. Para raja dari seluruh negeri dan  masyarakat  tak mau ketinggalan untuk menonton pertandingan yang yang sangat langkah. Sorak penonton memanaskan suasana batin   setiap penunggang kuda  yang ingin menjadi pemenang.  Bagi Cekos hal yang terpenting bertemu dengan sang ayah yang ada diantara para penonton  tetapi ia tidak  mengetahui ciri sang ayah. Cara satu-satunya yang dapat ia lakukan hanya menggunakan ikat kepala pemberian sang ibu waktu masih kecil,yang mungkin dapat dikenali sang ayah. Wasit mulai memberi  aba –aba tanda pertandingan akan dimulai ,para penunggang  kuda bersiap- siap  untuk berpacu. Teriakan penonton semakin keras para penunggang kuda semakin berdebar,wasit langsung memulai pertandingan dan kuda berlari sangat cepat mengintari lintasan pacuaan. Setiap orang memacu kudanya secepat mungkin untuk menjadi yang terbaik,namun hal itu bukanlah perkara yang mudah sebab setiap peserta merupakan orang yang terpilih dari setiap negeri. Teriakan penonton semakin kuat,kuda pun semakain cepat berlari. Tidak terasa garis finish di depan mata penunggang semakain cepat memacu kudanya. Cekos pun yak mau kalah dari panunggang lainya yang sangat cepat ia terus berusaha menjadi yang terdepan demi harapannya bertemu dengan ayahnya.””Horeeeeeeeeeeeeee, sorakan penonton saat  wasit menganggakat bendera pertandingan selesai dan sang penjaga kuda sebagai pemenang dalam perlombaan ini. Sang raja tidak melupakan janjinya untuk pemenang yang akan dinikahkan dengan putri raja.  Tentunya  Cekos senang menjadi teman hidup tuan putri,namun kebahagian yang terbesar adalah bertemu dengan ayahnya. Penonton beramai-ramai bersalam dengan penjaga kuda yang sekarang menjadi menantu sang raja. Hatinya masih bersedih karena belum bertemu dengan ayah,ia pun kembali ke kerajaan  dengan tuan putri yang akan menjadi istrinya. Setibanya di kerajaan sang raja mempersiapakan pernikahan untuk putrinya. Sang raja terus memperhatikan menantunya yang masih gelisah.” Ada apa dengan dirimu ??? “ Sebenarnya saya ingin bertemu dengan ayah tettapi sampai saat ini saya belum pernah melihatnya.” Terus bagaimana cara mengenali ayahmu?? “ Entalah yang mulia,hanya ikat kepala pemberian ibu yang mungkin dikenali ayahku. Sebernarnya ayah saya seorang raja yang bertugas di daerah lain namun sampai saat ini bilum kembali. Siapa sebenarnya nama ayahmu anakku?? “ Namanya raja Yosep yang mulia. “ Baiklah saya akan membantu kamu tetepi sekarang persiapan dirimu untuk pernikahan Minggu depan. Dengan hati yang tenang ia memberikan ikat kepalanya pada yang mulia. Hari terus berganti tibalah saatnya hari pernikahan yang paling dinantikan semua yang ada di kerajaan itu. Pernikahan pun dimulai dengan restu dari kedua orangtua sang putri. Semarak pesta sangat terasa,penghuni kerajaan dan masyarakat bergembira menyambut pangeran yang kelak akan menjadi raja mereka. Raja menyampaikan pengumuman akan memberikan hadiah yang istimewa untuk menantunya. Dalam hitungan ke-3 hadiah itu akan muncul,,,,,,,,,,, satu,,,,,,dua,,,,,tiga,,,,,,,,,,,muncul seorang yang tidak dikenali Cekos tetapi langsung memeluk dan menciumnya.”” Akulah ayahmu nak. “ apa??? Ia sangat terkejut,tak bisa berkata-kata,hal yang diimpikan kini menjadi kenyataan.” Lalu ia bertanya pada tentang ibunya pada ayahnya untuk membuktikan apakah dia memang ayah Cekos. Ayah pun menjelaskan semua tentang ibunya yang telah meninggal dan tak lupa ia menunjukan kain ikat kepala pemberian ibunya sewaktu kecil. “ Cekos tak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan memeluk ayahnya yang sudah lama tidak bertemu. Pernikahannya pun semakin sempurna ditemani sang ayah yang bertahun –tahun lamanya tidak ada kabar dan kini telah kembali.
( FRANSISKUS D DARMA, UMUR 20  TAHUN,SEBAGAI MAHASISWA PPODI BAHASA INDONESIA )





04 Juni 2016

DONGENG


                                                 COLA GU TUAK
                                                 ( Fransiskus D Darma )
   
Pada zaman dahulu di desa Mendang Tuwa  hiduplah dua orang bersaudara. Suatu hari sang  adik  meminjam kapak  kakaknya untuk menebang kayu di hutan  lebat yang juram. Kakaknya pun memberikan kapak itu kepada adiknya dengan catatan kapak itu tidak boleh hilang dan sang adik menyetujui apa yang dikatakan saudaranya. Kemudian  adiknya pun pergi ke hutan untuk menebang pohon di dekat jurang yang dalam. Setibanya di hutan ia pun segera mencari kayu yang cocok untuk ditebang,kebetulan kayu itu berada di dekat jurang. Beberapa saat kemudian ia mulai menebang kayu itu tetapi sialnya saat ia menebang pohon kapak yang ada di tangannya terlepas dan jatuk ke dalam jurang yang sangat dalam. Ia sangat panik karena tidak bisa menjangkau jurang yang dalam,terpaksa dirinya kembali ke kampung untuk memberitahukan hal ini kepada  pemilik  kapak yaitu saudaranya sendiri. Setibanya  di rumah kakaknya ia memberitahukan kejadian hilangnya kapak yang jatuh dalam jurang. Tetapi sesuai dengan kesepakatan ,adiknya harus mengambil kapak yang jatuh dalam jurang bagaimana pun caranya apalagi ini merupakan kapak satu-satunya yang ada di keluarga mereka. Sesuai dengan kesepakatan adiknya pergi mencari kapak itu. Ia pun binggung bagaimana cara mengambil kapak itu,jalan satu-satunya yang dapat ia tempuh hanyalah menggunakan tali yang terbuat dari kulit kerbau (larik). Akhirnya ia memutuskan untuk meminjam tali dari tetangga bersama dengan anaknya. Setelah ia mendapatkan tali itu,kemudian mereka kembali ke dalam hutan untuk mengambil kapak yang ada di jurang. Tali itu pun disambung menjadi satu hingga sampai ke dasar  jurang. Sebelum turun sang ayah berpesan kepada anaknya jika dirinya tidak kembali atau talinya yang digunakan habis dan tidak bergerak maka anaknya harus kembali ke kampung untuk memberitahukan hal ini kepada ibunya. Anaknya mendengarkan nasihat sang ayah. Berjam-jam anaknya menunggu tetapi ayahnya belum juga kembali dari dalam jurang apalagi tali yang digunakan ayahnya habis dan tidak bergerak sedikit pun. Seperti yang dikatakan ayahnya sang anak segera berlari menuju ke kampung untuk memberitahukan hal ini kepada  ibu. Dengan tergesa-gesa dia tiba di rumah sambil menangis dan memberitahukan hal ini kepada sang ibu. Tak terhindarkan suasana duka menyelimuti keluarga ini di hari itu. Ternyata ayahnya masih hidup dan melepaskan tali  karena tidak bisa menjangkau jurang yang begitu dalam. Ia pun turun mengelilingi jurang itu hingga  tiba di Wae Bobo Manggarai Timur. Setibanya di sana ia menemukan sebuah gua yang kemudian menjadi tempat tinggal meskipun takut karena gua itu sangat gelap. Beberapa bulan lamanya ia mencari kapak hingga berhasil menemukannya dengan susah payah  meskipun dalam waktu yang begitu lama. Beruntung selama mencari kapak itu ia di beri makan oleh darat  yang  ada di jurang dekat  Wae Bobo.  Setelah ia menemukan kapak tersebut akhirnya ia pulang  mengantarkan kapak itu kepada kakaknya yang ada di kampung.  Melihat   adiknya sudah pulang saudaranya  sangat senang apalagi sang adik membawa kapaknya untuk diserahkan kepadanya.
Suatu hari adiknya pergi mencari air yang ada di pohon aren untuk dibuatkan tuak (ngo  pante tuak ) minuman khas orang Manggarai yang berwarna putih. Kebetulan air pohon aren yang didapat sangat banyak untuk dibawa pulang dan dibuatkan tuak. Setelah adiknya sampai dirumah,kakaknya pun pergi untuk minum tuak ( ngo lolu)  hasil pante saudaranya sambil menggendong anaknya  meskipun saat minum. Beberapa lama kemudian setelah minum mereka mabuk, tanpa disadari anak yang di gendong saudaranya  menyentuh tuak yang disimpan dalam suke ( wadah yang terbuat dari bambu )  hingga tuak yang ada tumpah ke tanah. Adiknya pun marah karena untuk mendapatkan tuak itu sangat susah apalagi memanjat pohon aren. Adiknya  menyuruh saudaranya itu untuk menggali tanah untuk menemukan tuak yang tumpah namun usahanya sia- sia meskipun sudah berusaha tetapi pada dasarnya yang namanya air pasti meresap ke dalam tanah. Adiknya ngotot,harus mengembalikan tuak miliknya yang tumpah ke tanah,dengan alasan tuak itu sangat sulit untuk dicari. Apalagi adiknya ingin balas dendam kepada sang kakak waktu ia bersusah payah mencari kapak yang jatuh ke dalam jurang. Dengan hal ini membuat kakaknya terus berusaha untuk mencari tuak yang tumpah ke tanah. Karena tidak menemukan tuak yang tumpah ke tanah kakaknya pun pasrah dan sebagai balasannya ia memberikan tanah itu kepada sang adik. Dari kampung  sampai ke laut ( tacik  comong sili ne ) dan daerah Weleng Borong dopo len. Berdasarkan hasil kesepakatan itu kini daerah yang telah disebutkan kakaknya manjadi daerah kekuasaan adiknya beserta keturunannya. Itulah sebabnya kakaknya pindah dari Mendang Tuwa ke Pong La’o dan sekarang  keturunannya bertambah banyak. 


( Anggalinus Numpung, umur 50 tahun ,bekerja sebagai petani )
PENDIDIKAN NILAI
Ø  Nilai pendidikan yang boleh ditiru yaitu pentingnya rasa persaudaraan dalam hidup bermasyarakat serta pentingnya sikap mengalah.
Ø  Nilai pendidikan yang tidak boleh ditiri yaitu  rasa dendam bukan menjadi solusi untuk menyelsaikan suatu permasalahan

DONGENG



                                          DONGENG
                               CEKOS PENJAGA KUDA
                                         
 ( Fian Darma)
Pada zaman dahulu disebuah kerajaan hiduplah seorang anak bernama Cekos  dan  seekor  kuda pintar yang menjadi pengawal setianya. Ayahnya seorang raja yang sangat bijaksana dalam memimpim kerajaan,namun belakangan Dia selalu murung karena ditinggal seorang istri  yang kembali ke pangkuan Tuhan . Sejak ditinggal sang ibu kini dia hidup bersama ayah dan ibu tiri yang tidak suka dengan Cekos. Hari pun berlalu tetapi Ia masih bersedih merindukan sosok ibu yang penyayang,tidak seperti ibu tiri cerewet. Suatu waktu ayahnya  berangkat keluar daerah untuk menjalankan tugas sebagai seorang raja ,saat seperti ini Cekos selalu takut kerena tidak ada yang melindunginya kecuali seekor kuda yang menjadi teman setianya dikala susah.  Keesokan harinya ibu tiri memanggilnya untuk makan bersama sebagai seorang ibu dan anak,, ternyata ini hanya rencana ibu tiri untuk menjebak dirinya . Suatu pagi ia dipanggil untuk sarapan,ternyata makanan itu sudah dicampuri racun. Saat ia mau makan tiba-tiba seekor kuda muncul lalu menyeruduk makanan yang ada di meja . Sentak hal ini membuat dirinya panik dan kaget karena ulah kuda ini. Keesokan harinya ibu tiri melakukan hal yang sama terhadapnya ,namun sekali lagi kuda itu menggagalkan rencananya . Sesaat ibu tiri   sangat senang karena makanannya sudah habis,lantas ia berpikir bahwa sang pangeran sudah mati karena keracunan makanan . Tidak lama setelah peristiwa ini ia menyadarai bahwa ibu tiri  merencanakan sesuatu yang jahat  untuk membunuhnya .  Setiap  hari ia hidup dalam tekanan ibu tiri yang ingin meyingkirkannya ,tapi  tidak panik seolah –olah  ia tidak menyadari rencana ibu tiri.  Satu minggu berlalu ia mendapatkan surat dari sang raja bahwa untuk sementara waktu tidak bisa pulang karena ada hal yang sangat penting yang harus dikerjakan sang ayah demi kerajaan ,tentunnya hal ini membuat ia sangat cemas akan keselamatannya. Sang ibu kehabisan akal untuk membunuh sang pangeran, lalu ibu tiri memanggil prajurit kepercayaannya untuk membunuh sang pangeran. Tanpa sengaja sang pangeran mendengar rencana ibu tiri yang sedang berbicara dengan para prajurit. Tidak lama kemudian ia berlari untuk menyelamatan diri bersama sang kuda  pintar,akan tetapi kehadirannya diketehui ibu tiri lalu menyuruh prajurit untuk mengejarnya  hingga ke dalam hutan yan tidak tentu arahnya. Para prajurit terus mengejar meskipun tidak tentu arahnya begitu pula dengan sang pengeran yang terus berlari menyelamatan dirinya hinggga ke puncak gunung. Para prajurit pulang dengan tangan kosong karena sang pangeran dapat menyelamatkan  diri dari para penjahat. Hari semakin sore ,Cekos memutuskan untuk beristrahat disebuah gubuk kecil dalam hutan. Ia bingung mau pulang kemana sementara tidak ada tujuan yang pasti meskipun pada akhirnya ia memutuskan untuk tinggal dalam hutan. Bertahun-tahun lamanya  ia tinggal dalam hutan hingga ia menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan kekar. Sementara itu sang ayah tidak pernah pulang ke kerajaannya dengan alasan tugas negara yang penting ,padahal sang raja mempunyai istri  muda dan memutuskan untuk membangun kerajaan baru dekat daerah pegunungan. Kisah baru dimulai, ketika Cekos memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota dan ia pun bekerja sebagai seorang penjaga kuda kerajaan. Tugas ini bukanlah perkara sulit untuknya karena sudah terbiasa dengan binatang yang menjadi teman dan penyelamat untuknya waktu masih kecil .  Bertahun – tahun ia bekerja sebagai penjaga kuda hingga ia menjadi pengawal setia tuan putri anak satu-satunya dari sang raja .  Suatu hari diadakan lomba pacuan  kuda  dan ia menjadi salah satu peserta yang lolos ke babak final dalam kompetisi ini.  Pemenang dalam lomba ini akan dinikahkan dengan putri sang raja yang sangat cantik  . Meskipun demikian ambisi Cekos yang utama adalah menjadi seorang penunggang kuda yang hebat dan bertemu dengan ayahnya. Impian  ini tentunya tidak muda ,apalagi banyak peserta yang hebat serta ia tidak mengenali wajah sang ayah yang  tidak ada kabar. Waktu terus bergulir hingga tiba saatnya kompetisi babak final dimulai. Para raja dari seluruh negeri dan  masyarakat  tak mau ketinggalan untuk menonton pertandingan yang yang sangat langkah. Sorak penonton memanaskan suasana batin   setiap penunggang kuda  yang ingin menjadi pemenang.  Bagi Cekos hal yang terpenting bertemu dengan sang ayah yang ada diantara para penonton  tetapi ia tidak  mengetahui ciri sang ayah. Cara satu-satunya yang dapat ia lakukan hanya menggunakan ikat kepala pemberian sang ibu waktu masih kecil,yang mungkin dapat dikenali sang ayah. Wasit mulai memberi  aba –aba tanda pertandingan akan dimulai ,para penunggang  kuda bersiap- siap  untuk berpacu. Teriakan penonton semakin keras para penunggang kuda semakin berdebar,wasit langsung memulai pertandingan dan kuda berlari sangat cepat mengintari lintasan pacuaan. Setiap orang memacu kudanya secepat mungkin untuk menjadi yang terbaik,namun hal itu bukanlah perkara yang mudah sebab setiap peserta merupakan orang yang terpilih dari setiap negeri. Teriakan penonton semakin kuat,kuda pun semakain cepat berlari. Tidak terasa garis finish di depan mata penunggang semakain cepat memacu kudanya. Cekos pun yak mau kalah dari panunggang lainya yang sangat cepat ia terus berusaha menjadi yang terdepan demi harapannya bertemu dengan ayahnya.””Horeeeeeeeeeeeeee, sorakan penonton saat  wasit menganggakat bendera pertandingan selesai dan sang penjaga kuda sebagai pemenang dalam perlombaan ini. Sang raja tidak melupakan janjinya untuk pemenang yang akan dinikahkan dengan putri raja.  Tentunya  Cekos senang menjadi teman hidup tuan putri,namun kebahagian yang terbesar adalah bertemu dengan ayahnya. Penonton beramai-ramai bersalam dengan penjaga kuda yang sekarang menjadi menantu sang raja. Hatinya masih bersedih karena belum bertemu dengan ayah,ia pun kembali ke kerajaan  dengan tuan putri yang akan menjadi istrinya. Setibanya di kerajaan sang raja mempersiapakan pernikahan untuk putrinya. Sang raja terus memperhatikan menantunya yang masih gelisah.” Ada apa dengan dirimu ??? “ Sebenarnya saya ingin bertemu dengan ayah tettapi sampai saat ini saya belum pernah melihatnya.” Terus bagaimana cara mengenali ayahmu?? “ Entalah yang mulia,hanya ikat kepala pemberian ibu yang mungkin dikenali ayahku. Sebernarnya ayah saya seorang raja yang bertugas di daerah lain namun sampai saat ini bilum kembali. Siapa sebenarnya nama ayahmu anakku?? “ Namanya raja Yosep yang mulia. “ Baiklah saya akan membantu kamu tetepi sekarang persiapan dirimu untuk pernikahan Minggu depan. Dengan hati yang tenang ia memberikan ikat kepalanya pada yang mulia. Hari terus berganti tibalah saatnya hari pernikahan yang paling dinantikan semua yang ada di kerajaan itu. Pernikahan pun dimulai dengan restu dari kedua orangtua sang putri. Semarak pesta sangat terasa,penghuni kerajaan dan masyarakat bergembira menyambut pangeran yang kelak akan menjadi raja mereka. Raja menyampaikan pengumuman akan memberikan hadiah yang istimewa untuk menantunya. Dalam hitungan ke-3 hadiah itu akan muncul,,,,,,,,,,, satu,,,,,,dua,,,,,tiga,,,,,,,,,,,muncul seorang yang tidak dikenali Cekos tetapi langsung memeluk dan menciumnya.”” Akulah ayahmu nak. “ apa??? Ia sangat terkejut,tak bisa berkata-kata,hal yang diimpikan kini menjadi kenyataan.” Lalu ia bertanya pada tentang ibunya pada ayahnya untuk membuktikan apakah dia memang ayah Cekos. Ayah pun menjelaskan semua tentang ibunya yang telah meninggal dan tak lupa ia menunjukan kain ikat kepala pemberian ibunya sewaktu kecil. “ Cekos tak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan memeluk ayahnya yang sudah lama tidak bertemu. Pernikahannya pun semakin sempurna ditemani sang ayah yang bertahun –tahun lamanya tidak ada kabar dan kini telah kembali.
( FRANSISKUS D DARMA, UMUR 20  TAHUN,SEBAGAI MAHASISWA PPODI BAHASA INDONESIA )





REFLEKSI



REFLEKSI KEUTAMAAN DIRI DALAM HIDUP

Dunia ini merupakan bagian dari perjalan hidup yang  senantiasa  melukiskan  cerita baru dalam setiap jam,menit bahkan detik.  Baik itu cerita  bernuasa bahagia maupun cerita bernuasa sedih yang  menjadi pengisi setiap lembaran yang kosong dalam buku harian  pemiliknya. Dalam kisah hidup ini juga begitu banyak hal yang kita jumpai bahkan kita lakonkan sebagai peran untuk melengkapi kisah rumpang dalam setiap peristiwa. Tidak ada kisah yang dilalui begitu saja dan mudah untuk dijalani ,paling tidak setiap kisah  ada sesuatu yang dapat kita petik  untuk menjadi bahan evaluasi yang bermanfaat dilain waktu . Hasil evaluasi ini mempunyai peran yang sangat penting agar para pelaku bisa memperbaiki sisi gelap  yang mungkin selalu menyelimuti terang dalam diri seseorang. Tentu terang inilah yang selalu menuntun kita dalam perjalanan namun untuk mencapai terang  begitu banyak langkah yang harus kita lalui.  Langkah berliku sering  menjadi penghalang yang dominan bahkan memutuskan benang yang dirajut sedemikian rupa untuk melukiskan pengalaman hidup dan hanya tinggal cerita.
 Terkadang kita  sebagai manusia hanya menginginkan hal-hal  yang baik saja tanpa memikirkan hal buruk yang lebih besar pengaruhnya dan dapat menghancurkan hidup kita. Padahal setiap kisah yang menyakitkan mempunyai peran untuk mengubah cara pandang setiap orang yang hanya menginginkan hal yang baik dan bahagia. Ketika hal yang menyakitkan ini mewarnai hidup dan menghancurkan setiap kisah di situ kita sadar bahwa apa yang kita lakukan tidak  benar.  Untuk saya pribadi hidup ini merupakan suatu pengalaman yang tidak akan lapuk oleh usia. Cerita sedih maupun  bahagia selalu menemani langkah kaki yang senatiasa berpijak pada dunia yang fana ini. Dunia yang selalu menyajikan hal-hal baru yang selalu menuntut  setiap peran untuk mengikuti arus perkembangan zaman.
 Cerita bahagia maupun sedih selalu memberikan suatu kisah yang mempunyai nilai  dan motivasi tersendiri agar  mampu untuk menerima segala sesuatu yang telah terjadi. Tetapi untuk menerima semua  yang terjadi harus butuh proses  yang panjang,bagaimana hidup ini ditempa, diolah ,didadar  sampai matang sehingga mampu memaknai setiap apa yang dilakukan sebagai bagian dsari perjalanan. Mungkin selama ini kita selalu mencari definisi atau arti hidup  yang sesunggunya namun perlu kita sadari bahwa bukan bagaimana cara kita mencari arti hidup tetapi bagaimana cara kita mengartikan hidup ini dalam setiap langkah yang kita tempuh agar hidup berarti bagi orang-orang yang kita cintai baik orangtua,saudarara,teman maupun mereka yang selalu menciptakan jurang pemisah dalam perjalan hidup ini.
 Ketika cinta ini tulus untuk orang-orang yang berada di sekitar kita maka dengan sendirinya hidup ini berarti bagi mereka yang selalu menunggu kehadiran kita. Tentu hal ini selalu memberikan gambaran betapa kuatnya rasa cinta bagi sesama. Orang lain mempunyai peran penting dalam setiap langkah kita, mereka yang selalu mendorong dan membantu kita dalam persoalan hidup, sehingga kita mampu bangkit dari segala keterpurukan hidup. Tanpa orang –orang ini tidak ada yang menilai setiap apa yang kita lakukan dan kitapun tidak akan pernah berubah karena kita tidak pernah sadar akan apa yang telah kita perbuat.
 Sungguh hidup ini  indah saat kita mampu untuk melakukan setiap apa yang menjadi bagian dari hidup. Tantangan bukan lagi suatu hal  baru dan menakutkan untuk dihadapi melainkan suatu hal yang dapat mengubah sekaligus memotivasi kita untuk menjalani  hidup dalam dunia yang penuh cerita.   













                                                               

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...