DESEMBER
Hai
semua, apa kabar kalian di awal bulan
Desember ini? Saya berharap semoga saja
kita semua baik-baik saja di bulan penuh cerita karena Natal sudah dekat,
hhhhhhhh. Biasanya bulan Desember identik
dengan perayaan Natal bagi umat Katolik
di seluruh dunia. Nah, kita tahu juga Natal identik dengan musim hujan, kalau
di Eropa identik dengan musim Salju. Di awal Desember ini kita mulai membayangkan
pergi ke Gereja dengan kondisi basah karena memang pada perayaan Natal selalu diguyur hujun, khususnya kota
Ruteng mungkin juga daerah lain di pelosok Indonesia yang merayakan Natal. Lagu
Natal, bunyi lonceng,lampu-lampu jalan dan kondisi udara yang sangat dingin
seperti kutub Utara membuat bulan Desember selalu diingat orang.
Ada beberapa fakta bagi masyarakat Manggarai terkait dengan Natal yang menjadikan bulan Desember selalu dinantikan:
Pertama,
lampu jalan. Tentu bagi masyarakat Manggarai lampu jalan selalu menjadi
alternatif untuk menghiasi pinggir jalan, pohon, dan rumah warga yang
menjadikan ciri khas Natal di Manggarai. Lampu-lampu ini memiliki berbagai
variasi untuk menciptakan unsur seni. Kita kembali lagi ke Desember tahun lalu, beberapa hari sebelum perayaan
Natal. Aneka lampu jalan menghiasi kota Ruteng, apalagi lampu yang dipakai
untuk pohon Natal hidup di lapangan Motang Rua waktu itu yang menjadikan pohon
Beringin ini menjadi salah satu pohon Natal hidup terbesar.
Kedua,
kandang Natal. Hampir di pelosok daerah di Manggarai Raya membuat kandang
Natal. Di depan rumah, pinggir jalan, dan beberapa tempat lainya dengan
kreasinya masing-masing.
Ketiga,
baju baru. Baju baru sepertinya menjadi salah satu keharusan setiap orang.
Siapa saja pasti ingin memiliki baju baru untuk tampil beda pada saat Perayaan
Natal. Lihat saja di tempat penjualan baju yang ada di kota Ruteng selalu
menyediakan baju dengan model kekinian sejak awal bulan.
Keempat,
kue Natal. Kue menjadi hal yang lumrah di bulan Desember. Ada beberapa jenis
kue yang biasanya ada di masyarakat Manggarai, misalnya kue tar, roti, kue
kering dan tentunya yang menjadi favorit masyarakat adalah kue serabe. Bukan
hanya kue saja yang sering disiapkan mama-mama, biasanya ada juga latung (
jagung), koja ( kacang tanah), tete ( ubi), dan muku( pisang).
Kelima,
julu ( memotong hewan kurban). Bagi orang Manggarai kebiasan julu sudah menjadi
tradisi untuk mempersiapkan daging sebagai santapan setelah pulang misa.
Mungkin tidak semua orang mempunyai
kebiasaan julu tetapi kita tahu kebiasan ini sepertinya sudah menjadi tradisi
dalam masyarakat Manggarai.
Keenam, meriam betong ( dari bambu). Siapa
saja pasti kenal dengan nama benda yang satu ini. Bunyi meriam betong selalu
ada di bulan Desember. Biasanya anak muda selalu membunyikan meriam betong
menjelang datang. Saya juga kurang tahu apa alasan mendasar anak muda
membunyikan benda yang satu ini. Silahkan
dijawab sendiri untuk Anda yang penasaran. Hhhhhhhhh, nka rabo saya juga
kurang tahu kebenarannya. Tetapi kalau kita lihat, mungkin saja ini sebagai
ungkapan kegembiraan masyarakat untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus sang
penyelamat. Mungkin saja.
Itu
beberapa fakta menurut saya di bulan
Desember yang biasa kita jumpai. Masih ada beberapa fakta lain yang bisa kita
lihat di bulan ini yang tentunya menarik untuk dinanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar