05 Desember 2017

DESEMBER



DESEMBER

Hai semua, apa kabar kalian di awal  bulan Desember ini?  Saya berharap semoga saja kita semua  baik-baik saja di bulan   penuh cerita karena Natal sudah dekat, hhhhhhhh. Biasanya bulan Desember identik  dengan   perayaan Natal bagi umat Katolik di seluruh dunia. Nah, kita tahu juga Natal identik dengan musim hujan, kalau di Eropa identik dengan musim Salju. Di awal Desember ini kita mulai membayangkan pergi ke Gereja dengan kondisi basah karena memang pada perayaan  Natal selalu diguyur hujun, khususnya kota Ruteng mungkin juga daerah lain di pelosok Indonesia yang merayakan Natal. Lagu Natal, bunyi lonceng,lampu-lampu jalan dan kondisi udara yang sangat dingin seperti kutub Utara membuat bulan Desember selalu diingat orang.

Ada beberapa fakta bagi masyarakat Manggarai  terkait dengan  Natal yang menjadikan bulan Desember selalu dinantikan:
Pertama, lampu jalan. Tentu bagi masyarakat Manggarai lampu jalan selalu menjadi alternatif untuk menghiasi pinggir jalan, pohon, dan rumah warga yang menjadikan ciri khas Natal di Manggarai. Lampu-lampu ini memiliki berbagai variasi untuk menciptakan unsur seni. Kita kembali lagi ke Desember  tahun lalu, beberapa hari sebelum perayaan Natal. Aneka lampu jalan menghiasi kota Ruteng, apalagi lampu yang dipakai untuk pohon Natal hidup di lapangan Motang Rua waktu itu yang menjadikan pohon Beringin ini menjadi salah satu pohon Natal hidup terbesar.
Kedua, kandang Natal. Hampir di pelosok daerah di Manggarai Raya membuat kandang Natal. Di depan rumah, pinggir jalan, dan beberapa tempat lainya dengan kreasinya masing-masing.
Ketiga, baju baru. Baju baru sepertinya menjadi salah satu keharusan setiap orang. Siapa saja pasti ingin memiliki baju baru untuk tampil beda pada saat Perayaan Natal. Lihat saja di tempat penjualan baju yang ada di kota Ruteng selalu menyediakan baju dengan model kekinian sejak awal bulan.
Keempat, kue Natal. Kue menjadi hal yang lumrah di bulan Desember. Ada beberapa jenis kue yang biasanya ada di masyarakat Manggarai, misalnya kue tar, roti, kue kering dan tentunya yang menjadi favorit masyarakat adalah kue serabe. Bukan hanya kue saja yang sering disiapkan mama-mama, biasanya ada juga latung ( jagung), koja ( kacang tanah), tete ( ubi), dan muku( pisang).
Kelima, julu ( memotong hewan kurban). Bagi orang Manggarai kebiasan julu sudah menjadi tradisi untuk mempersiapkan daging sebagai santapan setelah pulang misa. Mungkin  tidak semua orang mempunyai kebiasaan julu tetapi kita tahu kebiasan ini sepertinya sudah menjadi tradisi dalam masyarakat Manggarai.
   Keenam, meriam betong ( dari bambu). Siapa saja pasti kenal dengan nama benda yang satu ini. Bunyi meriam betong selalu ada di bulan Desember. Biasanya anak muda selalu membunyikan meriam betong menjelang datang. Saya juga kurang tahu apa alasan mendasar anak muda membunyikan benda yang satu ini. Silahkan  dijawab sendiri untuk Anda yang penasaran. Hhhhhhhhh, nka rabo saya juga kurang tahu kebenarannya. Tetapi kalau kita lihat, mungkin saja ini sebagai ungkapan kegembiraan masyarakat untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus sang penyelamat. Mungkin saja.

Itu beberapa fakta menurut saya  di bulan Desember yang biasa kita jumpai. Masih ada beberapa fakta lain yang bisa kita lihat di bulan ini yang tentunya menarik untuk dinanti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...