NASKAH
DRAMA KOMEDI SINGKAT
PENULIS: FIAN DARMA
Naskah drama ini bercerita tentang
dua orang anak yang bersaudara. Mereka berdua sebagai penjual jagung yang tidak
akur dan saling olok. Dalam menjajakan jagungnya Nadus dan Lakas berharap
menemukan uang seratus ribu rupiah untuk membeli baju baru. Tetapi dalam
ceritanya mereka tidak menemukan uang dan yang terjadi hanya perdebatan tentang
uang yang belum ada kepastian.
SEANDAINYA
Suatu
hari saat musim dureng dua orang anak berjualan latung ( jagung). Kebetulan
pada hari itu hujan sudah agak redah dan mereka bisa menjua jagung mereka.
Lakas :
latung, latung, latunng. Toe weli latung ko ema. Ciek koep haup ta Nadus. Lako bom kat bao mai’n
Nadus : kalau
saya tidak mau? Supaya kau tahu, sap
suara itu suara emas. Saya tidak bisa jualan latung seperti kau
Lakas : mese
ngoeng di nana e. Terus, kenapa kau ikut jualan latung dengan saya?
Nadus : oe
Lakas, saya kasihan dengan kau punya muka jelek, itu makanya saya mau bantu.
Elo aku ata so’oo pe ta de, itu makanya
mereka beli kau punya jagung. Ganteng dari dulu aku e, kamer pikul ganteng ow.
Lakas :
bo kali e, haer kat toe ca ema ite y. Cala
anak di Ari Wibowo kali hau e?
Nadus : bukan
begitu, dulu waktu mama mengandung dia sering nonton film Tersanjung, itu
makanya saya lebih ganteng dari kau.
Mereka ribut terus dan tidak lagi mengingat apa yang
sedang mereka kerjkan. Sementara mereka
berdebat, tentang siapa yang paling ganteng, seorang pembeli dari dalam rumah
memanggil mereka.
Kakek : pika
ko toe se latung demeu e Lakas? Saya lihat kalian mempersoalkan siapa yang paling ganteng. Supaya kalian tahu aku danong e rumbu le
newai.
Lakas : asa
keta ta ema? Saya liat mukanya kakek tidak terlalu ganteng. Cala 11 gu 12 ranga
dite ta ema
Kakek : oe,
aku danong e reba ge. Itu makanya dulu saya sering dikejar cinta ta de. Elo kat
le meu timi daku ho musi, lengket terus, takut kelilangan taen e. rantang
seligkuh e.
Nenek : (
mendengar percakapan Lakas dan kakek, nenek menuju ke depan rumah)
Apa,
de gaya de hau nana, menyesal aku jadi gu hau danong. Ina le wendo tara eng
gaku olo. ai cop taen e, manga kaba, uma sawah, agu tv. ali kat kut goda aku.
Menyesal o Lukas.
(
kembali ke belakang)
Lakas :
hahahahaah
Nadus ; toe
jadi weli ko ema?
Kakek : mau ta
de. Weli suan kat e. cop kudut awa kole ata tu’a ende hi musi tong
Setelah
itu Lakas dan Nadus kembali menjajakan jagungnya. Karena tak ada pembeli mereka
berdua duduk dan menghayal. Nadus dan Lukas menghayal seandainya mereka
menemukan uang seratus ribu rupiah.
Lakas :
Nadus, seandainya saya menemukan uang seratus ribu, saya akan membeli baju baru
gambar hi Boy Anak Jalanan. Saya juga mau membeli pulsa paket lima puluh e,
kudut ngance facebook. Maka do timi molas nitu nana ga.
Nadus :
gaya na. makit kat bae labar facebook.
Lakas :
bisa to itu makanya saya beli. Eng pe ta de, eme ita seng aku e, asi kat teing
me hau e, masalah toe pas seng e.
Nadus :
eng ta de, kalau saya menemukan uang seratus saya juga tidak mau bagi dengan
kau. ai toe manga bagi’n dehau bo.
Lakas :
ole bang g, saya kan adik, kakak harus mengalah dengan adiknya. Harus bagi
Nadus :
go,,,, toe gori g. ceing keta bog a
Lakas :
harus bagi
Nadus :
ogok
Lakas :
harus
Nadus :
ogok
Kedua adik dan kakak ini terus berdebat
merpersoalkan uang yang belum ada kepastiannya.
Apakah mereka akan menemukan uang atau
tidak?
STOP MENGHAYAL SEBELUM TERJERUMUS DALAM DOSA
PIKIRAN
( mengangkat papan)
Karena
tak sanggup menyelesaikan masalah seandainya ini. Mereka berduapun mengadu
dengan bapak dan ibunya. ( menuju ke rumah)
(
Bapak dan ibu sedang duduk di depan rumah)
Bapak
: kenapa kamu dua dua? Rebut terus kat
me.
Ibu : bom
melet dise cua. Selalu mempersoalkan masalah kegantengan, mereka tidak paham
sebenarnya cama dogki de ema d.
Mendekat kearah kedua orangtuanya
Lakas : ngo’o
y ema. Kami dari tadi mempersoalkan seandainya kami menemukan uang seratus ribu
rupiah. Bang gee ma, eme ita seng di Nadus porot asi bagi agu aku ye seng.
Sedangkan kalau saya yang menemukan uang harus bagi dengan Nadus. Inikan tidak
adil, hanya karena alasan kakak harus mengalah dengan adik.
Bapak : meu
cua e, ngaok kat masalah ho’o. toe kat di ata seng ne. cama keta bapa se.
Ibu :
(dari arah belakang ke depan rumah) meu ho’o nagok terus kat me. Kudut di’a
baen le meu taung seng weli dea ga.
Kasih
mama saja uangnya.
Lakas,
Nadus dan bapak : (sambil
tersenyum, secara bersamaan)
ATA UMPAMA E ENDE
SEKIAN
FIAN
DARMA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar