KAMU
Malam
itu, kupandangi gambar-gambar
yang
kian hari semakin memudar
suram
lampu pelita menerangi sebagian gambar
yang
kupikir itu adalah rupamu yang pernah kupandangi saat itu
Tak
disadari, goyangan cahaya api diterpa angin malam
Memberi
isyarat akan dirimu yang saat itu pandai berpindah
Tidak
diketahui, isyarat cahaha lampu suram merujuk padamu
yang
dulu mengatakan, jalanmu harus kutunjukan
Kini
kau harus mencari jalanmu.
MALAM PANJANG
Mengelabui
diriku di malam lengang
Menemaniku
saat semuanya diam
Sajak-sajak indah, mampu mengantarkan penikmatnya
Pada jalan yang panjang tanpa hambatan
Tiba-tiba, sontak menjadi penyair ternama di mataku
karena sajakmu
Malam kian panjang, bukan lagi lengang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar