06 Desember 2016

Lembaran Sastra Kemas Edisi 2



     KEMAS
 

KREATIVITAS MAHASISWA



STAF REDAKSI
ENGELBERTUS A. MANTUR (AM)
LOUIS HELMUS MUTU (LM)
FELISIANA HANDIM (FH)
FRANSISKUS D. DARMA (FD)
YOHANA B.I. DAMU (YD)
OSWALDUS Y. JEHOMAT (OJ)
MARIA B. SUSANTI (MS)
Opini

Penti STKIP Langkah Selamatkan Nilai Budaya Daerah
Belum lewat seminggu, kita segenap sivitas akademika STKIP St Paulus Ruteng melaksanakan kegiatan dies natalis atau hari jadi kakmapus kita yang ke 57. Perayaan tahun iini menurut saya sangatlah spesial dan berbeda dengan perayaan dies natalis pada tahu sebelumnya, di mana pada tahun ini kegiatan dies natalis kampus diisi dengan berbagai kegiatan yang memiliki nuansa kultur yang amat kental. Ini ditandai dengan adanya upacara penti yang disebut Penti Kilo Mese STKIP St Paulus Ruteng.
Kegiatan penti ini secara berurutan dimulai dengan upacara libur kilo pada hari Jumaat 11 November 2016 malam, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pagelaran budaya caci, danding, sae dan berbagai atraksi budaya dari beberapa daerah lain seperti ngada, Ende, Larantuka dan lain-lain. kegiatan penti ini kemudian berpuncak pada perayaan ekaristi penti pada hari Minggu 14 November 2016.
Secara umum kegiatan ini berjalan sangat baik. Hal ini ditandai dengan antusias teman-tamanmahasiswa dan segenap dosen serta pegawai dalam menghadiri rangkaian pennti tersebut. Tampak pada beberapa kegiatan penti mahasiswa mengenakan busana adat Manggarai dengan balutan kain songke Manggarai dan berbagai atribut lain yang menunjukan sisi kultur yang amat kental sekal hari libur koo sampai pada misa puncak penti.
Kegiatan tersebut secara buudaya sebetulnya merupakan perayaan ucapan syukur dari sebuah komunitas addat di Manggarai terhadap hasil panen dan anugerah lain yang mereka rasakan. Adapun komonitas adat yang dimaksudkan di sini adalah masyarakat adat di sebuah gendang atau beo.
Sementara itu jika kita coba kaitkan dengan konteks kampus STKIP Ruteng, Penti juga memang sebagai bagian atau wujud syukur kita terhadap anugera Tuhan bagi segenap keberhasilan kita seama ini, sembari memohon berkatNya untuk kelangsungan hidup kita ke depan. Hal inijuga ditandaskan dalam rangkaian upacara perayaan ekaristi penti pada Minggu 14 Novemer.
Selain ujud tersebut, penulis melihat suatu tujuan ersirat dari keseluruhan kegiatan penti kampus kali ini. Setidaknnya ini merupakan kegiatan budaya terbesar dan pertama dilakukan di lembaga STKIP Ruteng. Kegiatan ini bisa dibilang seperti mata air di tengah gurun pasir. Saya katakan demikian karena berkaca pada kenyataan bahwa di tengah terjangan perubahan zaman dengan berbagai berbagai perubahan dalam bentuk ilmu pegetahuan dan teknologi yang berdampak pada masuknya era modern pada kehidupan kaum muda kita. saat ii kaum muda di manggarai sedang dalam suatu keadaan di mana mereka baru mengenal teknologi seperti hand phone canggih, faslilitas internet, serta media lain yang memungkinkan mereka menerima banyak pengaruh luar. Ini dikhawatirkan akan berdampak pada tergerusnya nilai dan konsep pratis mereka tntang budaya. Hadirnya pengaruh budaya luar membuat kaum muda kita merasa tidak keren ujika mengedepankan budaya Manggarai. Budaya manggarai kini dianggap kuo dan kolot dibandingkan dengan budaya luar. Kenyataan ini yang bisa dikatakan mengkhawatirkan. Bagaimana tidak jika memang pandangan demikian dilakukan dan dipelopori kaum muda, siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita kedepannya? Relakah kita apa bila nanti anak cucu kita hanya melihat budaya Manggarai dari buku atau dongeeng saja?
Menurut saya pertanyaan seperti itu amatlah penting sebagai bahan refleksi untuk kita para kaum muda terutama di lemaga ini. Saat ini kita sedang belajar di kampus ini. Selain belajar ilmu pengetahuan dan teknologi, kita melalui penti kampus ini diingatkan kembali untuk oba belajar tentang nilai dan ritus penting dari budaya Manggarai. Sebagai anak muda Manggarai dan penerus bangsa, kita harusnya bersyukur bahwa ingatan kita yang hanpir luntur kan budaya, melalui penti ini diingatkan dan disegarkan kembali.
Penti kampus tahu ini benar-benar memberi warna baru dalam keihidupan berkampus di lembaga kita tercinta ini. Penti sebagai momen penyelamatan nilai budaya serta penguat eksistensi bagi kita bahwa kita adalah anak-anak manggarai, putra putri Nucalale. Jadi momen penti yang sudah diaksanakan kiranya menjadi momen refleksi bagi kita agar menambah Khasanah budaya serta mencoba menggali lagi niiai-nilai luhur dari kehidupan manggarai yang sebenarnya.
Ceing kole eme toe ite, cepisa kole eme toe puung hoo. (LM)

MENYOAL EKSISTENSI EMPAT PILAR KEBANGSAAN
Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai pilar kebangsaan yang  berdiri dinegeri tercinta kita (Indonesia) menjadi kekuatan yang utama yang digenggam oleh seluruh rakyat Indonesia. Pilar yang sejatinya menjadi penyatu bagi segenap warga negara dan menuntut konsistensi serta komitmen untuk melestarikannya. Iklim perubahan yang masuk dalam masyrakat menjadi ujian bagi para penikmat perubahan. Perubahan cara pandang dalam merespon suatu persoalan terkesan tak menyentuh akar masalah.
Kehadiran empat pilar kebangsaan yang menjadi fundamental dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri jika kita mampu menemukan makna dibalik empat pilar tersebut. Pilar-pilar ini tentunya mengarahkan kita bagaimana menempatkan diri dalam wadah yang sama dengan latar belakang suku, ras dan agama (SARA) yang variatif.
Situasi nasional yang kian memanas dengan isu dugaan penistaan agama yang dilkakukan oleh Basuki Tjahana Purnama atau Ahok Gubernur DKI nonaktif  menjadi sajian utama dibergai media daring maupun luring. Isu ini sangat sensitif ditengah dinamika Pilgub DKI yang kental  dengan sentimen primordial. Ahok selaku calon petahana terkesan ditekan dengan memanfaatkan isu SARA sebagai modus untuk menjatuhkan elektabilitasnya.
Aksi bersejarah 4 November kemarin menjadi salah satu indikator bahwa empat pilar kebangsaan kita (Indonesia) belum mengikat dan melekat dalam setiap insan intelektual. Aksi dengan jumlah massa yang banyak dengan tuntutan agar Ahok segera ditindak melalui proses hukum. Pernyaatan presiden Jokowi terkait dengan adanya aktor politik yang memanfaatkan momen ini, menuai respon positif dan negatif. Bahkan safari politik Jokowi yang menemui sejumlah pihak semisal TNI, Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU), jajaran Polri dan Pimpinan pusat Muhamadiyah (Kompas, 8/11) dianggap sebagai langkah untuk mengalihkan isu. Langkah yang diambil oleh Presiden Jokowi sejatinya adalah konsolidasi sejumlah pihak agar tidak terlarut dalam masalah yang berpotensi disintegrasi bangsa.
Pada tanggal 13 November publik kembali digegerkan dengan Aksi pelemparan bom berjenis molotov di Gereja Oikumene, kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kaltim. Aksi teror yang menyebabkan korban jiwa dan luka bakar yang dialami oleh anak-anak balita. Lagi-lagi kita coba menyoalkan eksistensi empat pilar kebangsaan. Apakah selama ini empat pilar kebangsaan tidak memiliki asas manfaat? Ataukah hanya untuk menjadi administrasi negara? Entalah. Ini menjadi refleksi kolektif bagi semua anak bangsa. Kemunduran nurani dan defisit moralitas yang sedang dialami oleh pelaku pemboman. Lagi-lagi empat pilar kebangsaan kita tercabik oleh oknum yang tidak bertanggungjwab.
Dari fenomena-fenomena ini. Kita semua dituntut untuk menjadi pelaku peradaban yang bermartabat dan menjujung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Jadilah aktor peradaban. Save Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Empat pilar kebangsaan menjadi harga mati. (AM)               








Kupus (Kumpulan puisi)

PERJUANGAN
Dentuman meriam
Dentuman luka batin menghantui mereka
Yang dengan gagah menentang penindasan
Perjuangan tak kenal lelah
Tak kenal siang dan malam
Setiap alur begitu berarti
Mengejar kata merdeka
Merdeka bukan hanya teriakan
Merdeka bukan hanya bebas
Merdeka berarti bangkit bersama keterpurukan
Merdeka
Merdeka (FD)







Kecupan  Darah
Negri bersorak merangkak jiwa bertarung
Tubuh beraduh nasib pada si putih lain yang bertamu
Bergemuruh kata mengalunkan langkah cinta negri
Menjadi pagar yang menerima peluru egois
Mereka berdiri dengan sajak hati dan pikiran bersih
Maju dengan langkah tak tarik mundur
berkata pada lidah bertulang
tak ingin berkata lidah tak bertulang
serang ...
goresan pada tubuh  yang mereka pertahankan darah tercecer pada tanah yang membisu
            bangkit dengan doa yang disuguhkan pada penyerangan
        tegar dan kembli beraduh nasib pada tempat berdarah
pohon, tumbuhan, dan tanah menjadi saksi mereka terluka tergeletak dengan darah bercucuran tangisan
 berlutut dengan mengembalikan negri tercinta pada penghuni mendatang 
dengan kecupan darah terakhir untuk Indonesia.
Salam Pahlawan
Bermelodi dengan sajak-sajaknya yang terurai indah
Menggetarkan penghuni negri akan bibir yang bergelora
untuk memutihkan darah penjajahan

siap..
mentari pagi menghantar penghuni negri pada tiang penghormatan
untuk merah putih pahlawanku (YD)


DEMI NEGERI

Jiwa dan ragamu kau korbankan
Siang dan malam matamu tak berkedip
Telingamu selalu terpasang dengan indah disetiap sudut
Tanganmu dipenuhi goresan pisau
Kaki yang selalu menangis
Perutmu selalu mengeluh, dan cerewet
Terkadang kau merunduk pada semak
Semak berduri, yang menyayat tubuh
Ragamu dibebani dengan benda penusuk
Jiwamu terus meronta
Namun, hatimu selalu berbisik
“demi negeri” ( FH)


Guruku

Jasamu sangat berarti
Engkau membimbing kami dengan ketabahan
Engkau tidak pernah mengeluh membimbing kami
Engkau pelita
Engkau terang
Engkau penuntas kebutahan, tak pernah mengharapkan imbalan atas
Atas jasamu pada kami
Engkau hanya mengaharapkan kami lebih baik
Terima kasih guruku (MS)




PUISI
ITU KAU PAHLAWANKU

Siapa menggores di langit biru?
Siapa yang membuat awan menjadi kaku?
Siapa yang terus berlari dan menusuk tanpa henti?
Siapa yang terus berjuang untuk mempertahankan NKRI?
Siapa yang membuat negeri ini merdeka, meskipun harus mendayung diatas lautan darah?
Siapa yang sungguh-sungguh melawan para musuh yang terus bergemuruh dan selalu membunuh?
Meskipun bermodal bambu runcing tapi menang.
Siapa yang bertekad dan bermodal nekad, meskipun tahu maut akan menjemput.

Itu kau pahlawanku.
Engkau tangguh.
Engkau membuat negeri ini menjadi hidup kembali.
Kami sebagai penerusmu, bersumpah dengan sungguh-sungguh, untuk terus menjaga negeri ini dari para musuh yang terus bergemuruh dan selalu membunuh. Seperti yang kalian di waktu dulu.

Pahlawanku.
Sungguh besar jasamu.
Meskipun waktu itu sudah lama berlalu, tapi engkau akan tetap hidup di hati setiap orang yang berpijak di atas tanah, batu, rumput yang dulu penuh darahmu pahlawanku.

Pahlawanku.
Karena jasamu itu kau takkan pernah dilupakan.
(OJ)




Refleksi

GURU SEPERTI APA YANG SAYA IDAMAMKAN
Peran Guru
Dalam dunia pendidikan peran guru merupakan peran yang  sentral untuk menentukan proses pembelajaran, selain peran dari pada siswa sebagai peserta didik. Ketika menjadi seorang guru, kita dituntuk untuk bersifat professional dalam setiap hal yang berkaitan dengan tugasnya. Bahkan di masyarakat guru merupakan orang yang diteladani.
Dalam UU no. 14 tahun 2005 guru adalah sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dengan tuntutan yang begitu banyak yang ideal sebagai pengajar, seorang guru harus mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tangggung jawab sebagai orang tua kedua. Artinya seorang guru juga harus menjadi idola siswanya. Apa yang disampaikan guru dalam proses pembelajaran harus mampu memotivasi peserta didik dalam belajar. Jika seorang guru sejak awal gagal menjalin rasa simpati dengan siswanya, maka secara tidak langsung hal semacam ini bisa mempengaruhi proses ke depannya.
Guru Idaman
Tentunya setiap peserta didik mempunyai guru yang dia idamkan dalam poses belajar. Guru yang menjadi idaman mempunyai karakteristik khusus yang membantu peserta didik untuk semangat dalam belajar. Biasanya seorang siswa mempunyai kriteria khusus untuk guru mata pelajaran.  Misalkan saja, seorang guru yang humoris, cantik atau ganteng, atraktif ( guru yang sering menyampaikan materi denga menarik), berwibawa, pintar, ramah,. Hal semacam ini bisa membantu dan memotivasi siswa dalam proses belajar. Jika guru yang mengajar tidak memenuhi salah satu kriteria dari siswa, akan berdampak pada semangat siswa untuk belajar. Untuk saya pribadi, guru yang saya idamkan adalah guru yang mampu membangun suasana kelas menjadi lebih menarik, hidup dalam artian siswanya aktif , menjadi teladan atau contoh, dan mampu memotivasi dalam proses belajar.

Ketika menjadi seorang guru, kamu menganggap siswa sebagai apa?
Tentunya sebagai seorang guru mempunyai pandangan tersendiri untuk peserta didik.  Seorang guru biasanya melihat peserta didik sebagai anaknya, teman, murid dan beberapa anggapan lain untuk membangun relasi yang lebih baik dalam setiap proses belajar. Panggilan seperti anak, teman dan yang lainnya bisa membangun suatu hal berdampak positif untuk peserta didik itu sendiri.
Jika saya menjadi seorang guru saya akan melihat tingkatannya,  anak kelas berapa yang sedang saya asuh. Misalkan saja anak SD, maka saya akan menganggap mereka sebagai anak  yang membutuhkan pengarahan yang lebih mengingat usia anak SD yang masik kecil. Guru menjadi orang tua kedua dari siswa sekolah dasar. Sedangkan untuk anak Sekolah Menengah Pertama ( SMP), sebagai guru saya akan mengganggap mereka sebagai adik. Sedangkan untuk anak Sekolah  Menengah Atas( SMA) saya akan mengganggap mereka sebagai teman untuk belajar. Dalam hal ini saya tidak akan memposisikan diri sebagai orang serba tahu tetapi sebagai rekan untuk belajar  para siswa. (FD)
humor
PENGGILA KOPI
Berbicara tentang anak muda, kita berbicara tentang dunia percintaan yang kadang ada suka, kadang ada duka di atas luka. Kali ini kita akan berbicara tentang seorang pria yang gila dengan kopi.
 Heheheheheheh.
Buka berarti dia gila karena kopi, tetapi istilah ini untuk pencinta kopi/ kecanduan kopi. Pada hari Minggu sebut saja Lukas  ke rumah pacar temannya. Dengan gaya yang santai, menggambarkan ciri khas pria idaman, padahal dalam dompet Cuma sisa uang dua ribu rupiah. Setibanya, mereka langsung diajak masuk ke rumah. Singkat cerita mereka  ditawari minum kopi.  Sebutulny teman dari Lukas ini tidak minum kopi dan yang gila dengan kopi adalah Lukas. Maria, nama dari pacar temannya membawa satu gelas kopi dan teh. Karena Maria tidak tahu, dia menyajikan kopi untuk pacarnya yang tidak minum kopi dan menyajikan the untuk Lukas yang suka minum kopi. Takut menyinggung perasaan Maria, mereka langsung meminum apa yang disajikan meskipun meraka tidak suka dengan apa yang mereka minum sekarang. Alhasil, Lukas yang yang tidak suka dan tidak terbiasa minum teh sakit perut. Perutna mules dan dia tidak tahan untuk kentut. Booommm dengan desissnya ssssssssssss. Yang anehnya, bunyi kentut Lukas bernada tepung kopi, tepung kopi, tepung kopi. Hal ini membuat Maria malu dan sekaligus geli untuk membuat kopi. Setelah maria membuatkan kopi untuk Lukas, sekarang kentutnya berubah bunyi menjadi……………penasaran dengan bunyinya………..hhhhhhhhhh. bunyinya menjadi LEGAH, MULES  PERUT KEMBUNG MINUM KOPI. (FD)












Dongeng

CEKOS PENJAGA KUDA
                 
Pada zaman dahulu disebuah kerajaan hiduplah seorang anak bernama Cekos  dan  seekor  kuda pintar yang menjadi pengawal setianya. Ayahnya seorang raja yang sangat bijaksana dalam memimpim kerajaan,namun belakangan Dia selalu murung karena ditinggal seorang istri  yang kembali ke pangkuan Tuhan .   
Sejak ditinggal sang ibu kini dia hidup bersama ayah dan ibu tiri yang tidak suka dengan Cekos. Hari pun berlalu tetapi Ia masih bersedih merindukan sosok ibu yang penyayang,tidak seperti ibu tiri cerewet. Suatu waktu ayahnya  berangkat keluar daerah untuk menjalankan tugas sebagai seorang raja ,saat seperti ini Cekos selalu takut kerena tidak ada yang melindunginya kecuali seekor kuda yang menjadi teman setianya dikala susah. 
Keesokan harinya ibu tiri memanggilnya untuk makan bersama sebagai seorang ibu dan anak,, ternyata ini hanya rencana ibu tiri untuk menjebak dirinya . Suatu pagi ia dipanggil untuk sarapan,ternyata makanan itu sudah dicampuri racun. Saat ia mau makan tiba-tiba seekor kuda muncul lalu menyeruduk makanan yang ada di meja . Sentak hal ini membuat dirinya panik dan kaget karena ulah kuda ini. Keesokan harinya ibu tiri melakukan hal yang sama terhadapnya ,namun sekali lagi kuda itu menggagalkan rencananya .
Sesaat ibu tiri   sangat senang karena makanannya sudah habis,lantas ia berpikir bahwa sang pangeran sudah mati karena keracunan makanan . Tidak lama setelah peristiwa ini ia menyadarai bahwa ibu tiri  merencanakan sesuatu yang jahat  untuk membunuhnya .  Setiap  hari ia hidup dalam tekanan ibu tiri yang ingin meyingkirkannya ,tapi  tidak panik seolah –olah  ia tidak menyadari rencana ibu tiri.  Satu minggu berlalu ia mendapatkan surat dari sang raja bahwa untuk sementara waktu tidak bisa pulang karena ada hal yang sangat penting yang harus dikerjakan sang ayah demi kerajaan ,tentunnya hal ini membuat ia sangat cemas akan keselamatannya. Sang ibu kehabisan akal untuk membunuh sang pangeran, lalu ibu tiri memanggil prajurit kepercayaannya untuk membunuh sang pangeran.
Tanpa sengaja sang pangeran mendengar rencana ibu tiri yang sedang berbicara dengan para prajurit. Tidak lama kemudian ia berlari untuk menyelamatan diri bersama sang kuda  pintar,akan tetapi kehadirannya diketehui ibu tiri lalu menyuruh prajurit untuk mengejarnya  hingga ke dalam hutan yan tidak tentu arahnya. Para prajurit terus mengejar meskipun tidak tentu arahnya begitu pula dengan sang pengeran yang terus berlari menyelamatan dirinya hinggga ke puncak gunung.
Para prajurit pulang dengan tangan kosong karena sang pangeran dapat menyelamatkan  diri dari para penjahat. Hari semakin sore ,Cekos memutuskan untuk beristrahat disebuah gubuk kecil dalam hutan. Ia bingung mau pulang kemana sementara tidak ada tujuan yang pasti meskipun pada akhirnya ia memutuskan untuk tinggal dalam hutan. Bertahun-tahun lamanya  ia tinggal dalam hutan hingga ia menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan kekar.
Sementara itu sang ayah tidak pernah pulang ke kerajaannya dengan alasan tugas negara yang penting ,padahal sang raja mempunyai istri  muda dan memutuskan untuk membangun kerajaan baru dekat daerah pegunungan. Kisah baru dimulai, ketika Cekos memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota dan ia pun bekerja sebagai seorang penjaga kuda kerajaan. Tugas ini bukanlah perkara sulit untuknya karena sudah terbiasa dengan binatang yang menjadi teman dan penyelamat untuknya waktu masih kecil .
 Bertahun – tahun ia bekerja sebagai penjaga kuda hingga ia menjadi pengawal setia tuan putri anak satu-satunya dari sang raja .  Suatu hari diadakan lomba pacuan  kuda  dan ia menjadi salah satu peserta yang lolos ke babak final dalam kompetisi ini.  Pemenang dalam lomba ini akan dinikahkan dengan putri sang raja yang sangat cantik  . Meskipun demikian ambisi Cekos yang utama adalah menjadi seorang penunggang kuda yang hebat dan bertemu dengan ayahnya. Impian  ini tentunya tidak muda ,apalagi banyak peserta yang hebat serta ia tidak mengenali wajah sang ayah yang  tidak ada kabar. Waktu terus bergulir hingga tiba saatnya kompetisi babak final dimulai. Para raja dari seluruh negeri dan  masyarakat  tak mau ketinggalan untuk menonton pertandingan yang yang sangat langkah. Sorak penonton memanaskan suasana batin   setiap penunggang kuda  yang ingin menjadi pemenang. 
Bagi Cekos hal yang terpenting bertemu dengan sang ayah yang ada diantara para penonton  tetapi ia tidak  mengetahui ciri sang ayah. Cara satu-satunya yang dapat ia lakukan hanya menggunakan ikat kepala pemberian sang ibu waktu masih kecil,yang mungkin dapat dikenali sang ayah. Wasit mulai memberi  aba –aba tanda pertandingan akan dimulai ,para penunggang  kuda bersiap- siap  untuk berpacu. Teriakan penonton semakin keras para penunggang kuda semakin berdebar,wasit langsung memulai pertandingan dan kuda berlari sangat cepat mengintari lintasan pacuaan.
Setiap orang memacu kudanya secepat mungkin untuk menjadi yang terbaik,namun hal itu bukanlah perkara yang mudah sebab setiap peserta merupakan orang yang terpilih dari setiap negeri. Teriakan penonton semakin kuat,kuda pun semakain cepat berlari. Tidak terasa garis finish di depan mata penunggang semakain cepat memacu kudanya. Cekos pun yak mau kalah dari panunggang lainya yang sangat cepat ia terus berusaha menjadi yang terdepan demi harapannya bertemu dengan ayahnya.
””Horeeeeeeeeeeeeee, sorakan penonton saat  wasit menganggakat bendera pertandingan selesai dan sang penjaga kuda sebagai pemenang dalam perlombaan ini. Sang raja tidak melupakan janjinya untuk pemenang yang akan dinikahkan dengan putri raja.  Tentunya  Cekos senang menjadi teman hidup tuan putri,namun kebahagian yang terbesar adalah bertemu dengan ayahnya. Penonton beramai-ramai bersalam dengan penjaga kuda yang sekarang menjadi menantu sang raja.
Hatinya masih bersedih karena belum bertemu dengan ayah,ia pun kembali ke kerajaan  dengan tuan putri yang akan menjadi istrinya. Setibanya di kerajaan sang raja mempersiapakan pernikahan untuk putrinya. Sang raja terus memperhatikan menantunya yang masih gelisah.” Ada apa dengan dirimu ??? “ Sebenarnya saya ingin bertemu dengan ayah tettapi sampai saat ini saya belum pernah melihatnya.” Terus bagaimana cara mengenali ayahmu?? “ Entalah yang mulia,hanya ikat kepala pemberian ibu yang mungkin dikenali ayahku. Sebernarnya ayah saya seorang raja yang bertugas di daerah lain namun sampai saat ini bilum kembali. Siapa sebenarnya nama ayahmu anakku?? “ Namanya raja Yosep yang mulia.
 “ Baiklah saya akan membantu kamu tetepi sekarang persiapan dirimu untuk pernikahan Minggu depan. Dengan hati yang tenang ia memberikan ikat kepalanya pada yang mulia. Hari terus berganti tibalah saatnya hari pernikahan yang paling dinantikan semua yang ada di kerajaan itu. Pernikahan pun dimulai dengan restu dari kedua orangtua sang putri. Semarak pesta sangat terasa,penghuni kerajaan dan masyarakat bergembira menyambut pangeran yang kelak akan menjadi raja mereka.
 Raja menyampaikan pengumuman akan memberikan hadiah yang istimewa untuk menantunya. Dalam hitungan ke-3 hadiah itu akan muncul,,,,,,,,,,, satu,,,,,,dua,,,,,tiga,,,,,,,,,,,muncul seorang yang tidak dikenali Cekos tetapi langsung memeluk dan menciumnya.”” Akulah ayahmu nak. “ apa??? Ia sangat terkejut,tak bisa berkata-kata,hal yang diimpikan kini menjadi kenyataan.
” Lalu ia bertanya pada tentang ibunya pada ayahnya untuk membuktikan apakah dia memang ayah Cekos. Ayah pun menjelaskan semua tentang ibunya yang telah meninggal dan tak lupa ia menunjukan kain ikat kepala pemberian ibunya sewaktu kecil. “ Cekos tak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan memeluk ayahnya yang sudah lama tidak bertemu. Pernikahannya pun semakin sempurna ditemani sang ayah yang bertahun –tahun lamanya tidak ada kabar dan kini telah kembali. (FD)

































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...