|
KREATIVITAS MAHASISWA
STAF
REDAKSI
ENGELBERTUS A. MANTUR (AM)
LOUIS HELMUS MUTU (LM)
FELISIANA HANDIM (FH)
FRANSISKUS D. DARMA (FD)
YOHANA B.I. DAMU (YD)
OSWALDUS Y. JEHOMAT (OJ)
MARIA B. SUSANTI (MS)
Opini
Penti
STKIP Langkah Selamatkan Nilai Budaya Daerah

Belum
lewat seminggu, kita segenap sivitas akademika STKIP St Paulus Ruteng
melaksanakan kegiatan dies natalis atau hari jadi kakmapus kita yang ke 57.
Perayaan tahun iini menurut saya sangatlah spesial dan berbeda dengan perayaan
dies natalis pada tahu sebelumnya, di mana pada tahun ini kegiatan dies natalis
kampus diisi dengan berbagai kegiatan yang memiliki nuansa kultur yang amat
kental. Ini ditandai dengan adanya upacara penti yang disebut Penti Kilo Mese
STKIP St Paulus Ruteng.
Kegiatan penti
ini secara berurutan dimulai dengan upacara libur kilo pada hari Jumaat 11
November 2016 malam, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pagelaran budaya
caci, danding, sae dan berbagai atraksi budaya dari beberapa daerah lain
seperti ngada, Ende, Larantuka dan lain-lain. kegiatan penti ini kemudian
berpuncak pada perayaan ekaristi penti pada hari Minggu 14 November 2016.
Secara
umum kegiatan ini berjalan sangat baik. Hal ini ditandai dengan antusias
teman-tamanmahasiswa dan segenap dosen serta pegawai dalam menghadiri rangkaian
pennti tersebut. Tampak pada beberapa kegiatan penti mahasiswa mengenakan
busana adat Manggarai dengan balutan kain songke Manggarai dan berbagai atribut
lain yang menunjukan sisi kultur yang amat kental sekal hari libur koo sampai
pada misa puncak penti.
Kegiatan
tersebut secara buudaya sebetulnya merupakan perayaan ucapan syukur dari sebuah
komunitas addat di Manggarai terhadap hasil panen dan anugerah lain yang mereka
rasakan. Adapun komonitas adat yang dimaksudkan di sini adalah masyarakat adat
di sebuah gendang atau beo.
Sementara
itu jika kita coba kaitkan dengan konteks kampus STKIP Ruteng, Penti juga
memang sebagai bagian atau wujud syukur kita terhadap anugera Tuhan bagi
segenap keberhasilan kita seama ini, sembari memohon berkatNya untuk
kelangsungan hidup kita ke depan. Hal inijuga ditandaskan dalam rangkaian
upacara perayaan ekaristi penti pada Minggu 14 Novemer.
Selain
ujud tersebut, penulis melihat suatu tujuan ersirat dari keseluruhan kegiatan
penti kampus kali ini. Setidaknnya ini merupakan kegiatan budaya terbesar dan
pertama dilakukan di lembaga STKIP Ruteng. Kegiatan ini bisa dibilang seperti
mata air di tengah gurun pasir. Saya katakan demikian karena berkaca pada
kenyataan bahwa di tengah terjangan perubahan zaman dengan berbagai berbagai
perubahan dalam bentuk ilmu pegetahuan dan teknologi yang berdampak pada
masuknya era modern pada kehidupan kaum muda kita. saat ii kaum muda di
manggarai sedang dalam suatu keadaan di mana mereka baru mengenal teknologi
seperti hand phone canggih, faslilitas internet, serta media lain yang
memungkinkan mereka menerima banyak pengaruh luar. Ini dikhawatirkan akan
berdampak pada tergerusnya nilai dan konsep pratis mereka tntang budaya.
Hadirnya pengaruh budaya luar membuat kaum muda kita merasa tidak keren ujika
mengedepankan budaya Manggarai. Budaya manggarai kini dianggap kuo dan kolot
dibandingkan dengan budaya luar. Kenyataan ini yang bisa dikatakan
mengkhawatirkan. Bagaimana tidak jika memang pandangan demikian dilakukan dan
dipelopori kaum muda, siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita kedepannya?
Relakah kita apa bila nanti anak cucu kita hanya melihat budaya Manggarai dari
buku atau dongeeng saja?
Menurut saya
pertanyaan seperti itu amatlah penting sebagai bahan refleksi untuk kita para
kaum muda terutama di lemaga ini. Saat ini kita sedang belajar di kampus ini.
Selain belajar ilmu pengetahuan dan teknologi, kita melalui penti kampus ini
diingatkan kembali untuk oba belajar tentang nilai dan ritus penting dari
budaya Manggarai. Sebagai anak muda Manggarai dan penerus bangsa, kita harusnya
bersyukur bahwa ingatan kita yang hanpir luntur kan budaya, melalui penti ini
diingatkan dan disegarkan kembali.
Penti
kampus tahu ini benar-benar memberi warna baru dalam keihidupan berkampus di
lembaga kita tercinta ini. Penti sebagai momen penyelamatan nilai budaya serta
penguat eksistensi bagi kita bahwa kita adalah anak-anak manggarai, putra putri
Nucalale. Jadi momen penti yang sudah diaksanakan kiranya menjadi momen
refleksi bagi kita agar menambah Khasanah budaya serta mencoba menggali lagi
niiai-nilai luhur dari kehidupan manggarai yang sebenarnya.
Ceing
kole eme toe ite, cepisa kole eme toe puung hoo. (LM)
MENYOAL
EKSISTENSI EMPAT PILAR KEBANGSAAN

Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan
NKRI sebagai pilar kebangsaan yang
berdiri dinegeri tercinta kita (Indonesia) menjadi kekuatan yang utama
yang digenggam oleh seluruh rakyat Indonesia. Pilar yang sejatinya menjadi
penyatu bagi segenap warga negara dan menuntut konsistensi serta komitmen untuk
melestarikannya. Iklim perubahan yang masuk dalam masyrakat menjadi ujian bagi
para penikmat perubahan. Perubahan cara pandang dalam merespon suatu persoalan
terkesan tak menyentuh akar masalah.
Kehadiran empat pilar kebangsaan yang menjadi fundamental dalam berbagai
aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri
jika kita mampu menemukan makna dibalik empat pilar tersebut. Pilar-pilar ini
tentunya mengarahkan kita bagaimana menempatkan diri dalam wadah yang sama
dengan latar belakang suku, ras dan agama (SARA) yang variatif.
Situasi nasional yang kian memanas dengan isu dugaan penistaan agama yang
dilkakukan oleh Basuki Tjahana Purnama atau Ahok Gubernur DKI nonaktif menjadi sajian utama dibergai media daring
maupun luring. Isu ini sangat sensitif ditengah dinamika Pilgub DKI yang
kental dengan sentimen primordial. Ahok
selaku calon petahana terkesan ditekan dengan memanfaatkan isu SARA sebagai
modus untuk menjatuhkan elektabilitasnya.
Aksi bersejarah 4 November kemarin menjadi salah satu indikator bahwa empat
pilar kebangsaan kita (Indonesia) belum mengikat dan melekat dalam setiap insan
intelektual. Aksi dengan jumlah massa yang banyak dengan tuntutan agar Ahok
segera ditindak melalui proses hukum. Pernyaatan presiden Jokowi terkait dengan
adanya aktor politik yang memanfaatkan momen ini, menuai respon positif dan
negatif. Bahkan safari politik Jokowi yang menemui sejumlah pihak semisal TNI,
Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU), jajaran Polri dan Pimpinan pusat
Muhamadiyah (Kompas, 8/11) dianggap
sebagai langkah untuk mengalihkan isu. Langkah yang diambil oleh Presiden
Jokowi sejatinya adalah konsolidasi sejumlah pihak agar tidak terlarut dalam
masalah yang berpotensi disintegrasi bangsa.
Pada tanggal 13 November publik kembali
digegerkan dengan Aksi pelemparan bom berjenis molotov di Gereja Oikumene,
kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kaltim. Aksi teror
yang menyebabkan korban jiwa dan luka bakar yang dialami oleh anak-anak balita.
Lagi-lagi kita coba menyoalkan eksistensi empat pilar kebangsaan. Apakah selama
ini empat pilar kebangsaan tidak memiliki asas manfaat? Ataukah hanya untuk
menjadi administrasi negara? Entalah. Ini menjadi refleksi kolektif bagi semua
anak bangsa. Kemunduran nurani dan defisit moralitas yang sedang dialami oleh
pelaku pemboman. Lagi-lagi empat pilar kebangsaan kita tercabik oleh oknum yang
tidak bertanggungjwab.
Dari fenomena-fenomena ini. Kita semua
dituntut untuk menjadi pelaku peradaban yang bermartabat dan menjujung tinggi
Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Jadilah aktor peradaban. Save Pancasila, UUD 1945, Bhineka
Tunggal Ika dan NKRI. Empat pilar kebangsaan menjadi harga mati. (AM)
Kupus
(Kumpulan puisi)
PERJUANGAN
Dentuman meriam
Dentuman luka batin menghantui mereka
Yang dengan gagah menentang penindasan
Perjuangan tak kenal lelah
Tak kenal siang dan malam
Setiap alur begitu berarti
Mengejar kata merdeka
Merdeka bukan hanya teriakan
Merdeka bukan hanya bebas
Merdeka berarti bangkit bersama keterpurukan
Merdeka
Merdeka (FD)

Kecupan Darah
Negri bersorak merangkak jiwa bertarung
Tubuh beraduh nasib pada si putih lain yang
bertamu
Bergemuruh kata mengalunkan langkah cinta negri
Menjadi pagar yang menerima peluru egois
Mereka berdiri dengan sajak hati dan pikiran
bersih
Maju dengan langkah tak tarik mundur
berkata pada lidah bertulang
tak ingin berkata lidah tak bertulang
serang ...
goresan pada tubuh yang mereka pertahankan darah tercecer pada
tanah yang membisu
bangkit dengan doa yang disuguhkan pada penyerangan
tegar dan kembli beraduh nasib pada tempat berdarah
pohon, tumbuhan, dan tanah menjadi saksi mereka
terluka tergeletak dengan darah
bercucuran tangisan
berlutut
dengan mengembalikan negri tercinta pada penghuni mendatang
dengan kecupan darah terakhir untuk Indonesia.
Salam Pahlawan
Bermelodi dengan sajak-sajaknya yang terurai
indah
Menggetarkan penghuni negri akan bibir yang
bergelora
untuk memutihkan darah penjajahan
siap..
mentari pagi menghantar penghuni negri pada
tiang penghormatan
untuk merah putih pahlawanku (YD)
DEMI NEGERI
Jiwa dan ragamu kau korbankan
Siang dan malam matamu tak berkedip
Telingamu selalu terpasang dengan indah disetiap sudut
Tanganmu dipenuhi goresan pisau
Kaki yang selalu menangis
Perutmu selalu mengeluh, dan cerewet
Terkadang kau merunduk pada semak
Semak berduri, yang menyayat tubuh
Ragamu dibebani dengan benda penusuk
Jiwamu terus meronta
Namun, hatimu selalu berbisik
“demi negeri” ( FH)
Guruku
Jasamu sangat berarti
Engkau membimbing kami dengan ketabahan
Engkau tidak pernah mengeluh membimbing kami
Engkau pelita
Engkau terang
Engkau penuntas kebutahan, tak pernah mengharapkan imbalan atas
Atas jasamu pada kami
Engkau hanya mengaharapkan kami lebih baik
Terima kasih guruku (MS)
PUISI
ITU KAU PAHLAWANKU
Siapa menggores di
langit biru?
Siapa yang membuat awan
menjadi kaku?
Siapa yang terus
berlari dan menusuk tanpa henti?
Siapa yang terus
berjuang untuk mempertahankan NKRI?
Siapa yang membuat
negeri ini merdeka, meskipun harus mendayung diatas lautan darah?
Siapa yang
sungguh-sungguh melawan para musuh yang terus bergemuruh dan selalu membunuh?
Meskipun bermodal bambu
runcing tapi menang.
Siapa yang bertekad dan
bermodal nekad, meskipun tahu maut akan menjemput.
Itu kau pahlawanku.
Engkau tangguh.
Engkau membuat negeri
ini menjadi hidup kembali.
Kami sebagai penerusmu,
bersumpah dengan sungguh-sungguh, untuk terus menjaga negeri ini dari para
musuh yang terus bergemuruh dan selalu membunuh. Seperti yang kalian di waktu
dulu.
Pahlawanku.
Sungguh besar jasamu.
Meskipun waktu itu
sudah lama berlalu, tapi engkau akan tetap hidup di hati setiap orang yang
berpijak di atas tanah, batu, rumput yang dulu penuh darahmu pahlawanku.
Pahlawanku.
Karena jasamu itu kau
takkan pernah dilupakan.
(OJ)
Refleksi
GURU SEPERTI APA YANG SAYA IDAMAMKAN
Peran
Guru
Dalam
dunia pendidikan peran guru merupakan peran yang sentral untuk menentukan proses pembelajaran,
selain peran dari pada siswa sebagai peserta didik. Ketika menjadi seorang
guru, kita dituntuk untuk bersifat professional dalam setiap hal yang berkaitan
dengan tugasnya. Bahkan di masyarakat guru merupakan orang yang diteladani.
Dalam
UU no. 14 tahun 2005 guru adalah sebagai pendidik professional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih menilai dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan
formal, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Dengan tuntutan yang begitu banyak yang ideal sebagai pengajar, seorang guru
harus mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tangggung jawab sebagai orang tua
kedua. Artinya seorang guru juga harus menjadi idola siswanya. Apa yang
disampaikan guru dalam proses pembelajaran harus mampu memotivasi peserta didik
dalam belajar. Jika seorang guru sejak awal gagal menjalin rasa simpati dengan
siswanya, maka secara tidak langsung hal semacam ini bisa mempengaruhi proses
ke depannya.
Guru
Idaman
Tentunya
setiap peserta didik mempunyai guru yang dia idamkan dalam poses belajar. Guru
yang menjadi idaman mempunyai karakteristik khusus yang membantu peserta didik
untuk semangat dalam belajar. Biasanya seorang siswa mempunyai kriteria khusus
untuk guru mata pelajaran. Misalkan
saja, seorang guru yang humoris, cantik atau ganteng, atraktif ( guru yang
sering menyampaikan materi denga menarik), berwibawa, pintar, ramah,. Hal
semacam ini bisa membantu dan memotivasi siswa dalam proses belajar. Jika guru
yang mengajar tidak memenuhi salah satu kriteria dari siswa, akan berdampak
pada semangat siswa untuk belajar. Untuk saya pribadi, guru yang saya idamkan
adalah guru yang mampu membangun suasana kelas menjadi lebih menarik, hidup
dalam artian siswanya aktif , menjadi teladan atau contoh, dan mampu memotivasi
dalam proses belajar.
Ketika
menjadi seorang guru, kamu menganggap siswa sebagai apa?
Tentunya
sebagai seorang guru mempunyai pandangan tersendiri untuk peserta didik. Seorang guru biasanya melihat peserta didik
sebagai anaknya, teman, murid dan beberapa anggapan lain untuk membangun relasi
yang lebih baik dalam setiap proses belajar. Panggilan seperti anak, teman dan
yang lainnya bisa membangun suatu hal berdampak positif untuk peserta didik itu
sendiri.
Jika
saya menjadi seorang guru saya akan melihat tingkatannya, anak kelas berapa yang sedang saya asuh.
Misalkan saja anak SD, maka saya akan menganggap mereka sebagai anak yang membutuhkan pengarahan yang lebih
mengingat usia anak SD yang masik kecil. Guru menjadi orang tua kedua dari
siswa sekolah dasar. Sedangkan untuk anak Sekolah Menengah Pertama ( SMP),
sebagai guru saya akan mengganggap mereka sebagai adik. Sedangkan untuk anak
Sekolah Menengah Atas( SMA) saya akan
mengganggap mereka sebagai teman untuk belajar. Dalam hal ini saya tidak akan
memposisikan diri sebagai orang serba tahu tetapi sebagai rekan untuk
belajar para siswa. (FD)
humor
PENGGILA KOPI
Berbicara tentang anak muda, kita berbicara
tentang dunia percintaan yang kadang ada suka, kadang ada duka di atas luka.
Kali ini kita akan berbicara tentang seorang pria yang gila dengan kopi.
Heheheheheheh.
Buka berarti dia gila karena kopi, tetapi
istilah ini untuk pencinta kopi/ kecanduan kopi. Pada hari Minggu sebut saja
Lukas ke rumah pacar temannya. Dengan
gaya yang santai, menggambarkan ciri khas pria idaman, padahal dalam dompet
Cuma sisa uang dua ribu rupiah. Setibanya, mereka langsung diajak masuk ke
rumah. Singkat cerita mereka ditawari
minum kopi. Sebutulny teman dari Lukas
ini tidak minum kopi dan yang gila dengan kopi adalah Lukas. Maria, nama dari
pacar temannya membawa satu gelas kopi dan teh. Karena Maria tidak tahu, dia
menyajikan kopi untuk pacarnya yang tidak minum kopi dan menyajikan the untuk
Lukas yang suka minum kopi. Takut menyinggung perasaan Maria, mereka langsung
meminum apa yang disajikan meskipun meraka tidak suka dengan apa yang mereka
minum sekarang. Alhasil, Lukas yang yang tidak suka dan tidak terbiasa minum
teh sakit perut. Perutna mules dan dia tidak tahan untuk kentut. Booommm dengan
desissnya ssssssssssss. Yang anehnya, bunyi kentut Lukas bernada tepung kopi,
tepung kopi, tepung kopi. Hal ini membuat Maria malu dan sekaligus geli untuk
membuat kopi. Setelah maria membuatkan kopi untuk Lukas, sekarang kentutnya
berubah bunyi menjadi……………penasaran dengan bunyinya………..hhhhhhhhhh. bunyinya
menjadi LEGAH, MULES PERUT KEMBUNG MINUM
KOPI. (FD)
Dongeng
CEKOS PENJAGA KUDA
Pada
zaman dahulu disebuah kerajaan hiduplah seorang anak bernama Cekos dan
seekor kuda pintar yang menjadi
pengawal setianya. Ayahnya seorang raja yang sangat bijaksana dalam memimpim
kerajaan,namun belakangan Dia selalu murung karena ditinggal seorang istri yang kembali ke pangkuan Tuhan .
Sejak
ditinggal sang ibu kini dia hidup bersama ayah dan ibu tiri yang tidak suka
dengan Cekos. Hari pun berlalu tetapi Ia masih bersedih merindukan sosok ibu
yang penyayang,tidak seperti ibu tiri cerewet. Suatu waktu ayahnya berangkat keluar daerah untuk menjalankan
tugas sebagai seorang raja ,saat seperti ini Cekos selalu takut kerena tidak
ada yang melindunginya kecuali seekor kuda yang menjadi teman setianya dikala
susah.
Keesokan harinya ibu tiri memanggilnya untuk makan bersama
sebagai seorang ibu dan anak,, ternyata ini hanya rencana ibu tiri untuk
menjebak dirinya . Suatu pagi ia dipanggil untuk sarapan,ternyata makanan itu
sudah dicampuri racun. Saat ia mau makan tiba-tiba seekor kuda muncul lalu
menyeruduk makanan yang ada di meja . Sentak hal ini membuat dirinya panik dan
kaget karena ulah kuda ini. Keesokan harinya ibu tiri melakukan hal yang sama
terhadapnya ,namun sekali lagi kuda itu menggagalkan rencananya .
Sesaat ibu tiri
sangat senang karena makanannya sudah habis,lantas ia berpikir bahwa
sang pangeran sudah mati karena keracunan makanan . Tidak lama setelah
peristiwa ini ia menyadarai bahwa ibu tiri
merencanakan sesuatu yang jahat
untuk membunuhnya . Setiap hari ia hidup dalam tekanan ibu tiri yang
ingin meyingkirkannya ,tapi tidak panik
seolah –olah ia tidak menyadari rencana
ibu tiri. Satu minggu berlalu ia mendapatkan
surat dari sang raja bahwa untuk sementara waktu tidak bisa pulang karena ada
hal yang sangat penting yang harus dikerjakan sang ayah demi kerajaan
,tentunnya hal ini membuat ia sangat cemas akan keselamatannya. Sang ibu
kehabisan akal untuk membunuh sang pangeran, lalu ibu tiri memanggil prajurit
kepercayaannya untuk membunuh sang pangeran.
Tanpa
sengaja sang pangeran mendengar rencana ibu tiri yang sedang berbicara dengan
para prajurit. Tidak lama kemudian ia berlari untuk menyelamatan diri bersama
sang kuda pintar,akan tetapi
kehadirannya diketehui ibu tiri lalu menyuruh prajurit untuk mengejarnya hingga ke dalam hutan yan tidak tentu
arahnya. Para prajurit terus mengejar meskipun tidak tentu arahnya begitu pula
dengan sang pengeran yang terus berlari menyelamatan dirinya hinggga ke puncak
gunung.
Para
prajurit pulang dengan tangan kosong karena sang pangeran dapat
menyelamatkan diri dari para penjahat.
Hari semakin sore ,Cekos memutuskan untuk beristrahat disebuah gubuk kecil
dalam hutan. Ia bingung mau pulang kemana sementara tidak ada tujuan yang pasti
meskipun pada akhirnya ia memutuskan untuk tinggal dalam hutan. Bertahun-tahun
lamanya ia tinggal dalam hutan hingga ia
menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan kekar.
Sementara
itu sang ayah tidak pernah pulang ke kerajaannya dengan alasan tugas negara
yang penting ,padahal sang raja mempunyai istri
muda dan memutuskan untuk membangun kerajaan baru dekat daerah
pegunungan. Kisah baru dimulai, ketika Cekos memutuskan untuk mencari pekerjaan
di kota dan ia pun bekerja sebagai seorang penjaga kuda kerajaan. Tugas ini
bukanlah perkara sulit untuknya karena sudah terbiasa dengan binatang yang
menjadi teman dan penyelamat untuknya waktu masih kecil .
Bertahun – tahun ia
bekerja sebagai penjaga kuda hingga ia menjadi pengawal setia tuan putri anak
satu-satunya dari sang raja . Suatu hari
diadakan lomba pacuan kuda dan ia menjadi salah satu peserta yang lolos
ke babak final dalam kompetisi ini.
Pemenang dalam lomba ini akan dinikahkan dengan putri sang raja yang
sangat cantik . Meskipun demikian ambisi
Cekos yang utama adalah menjadi seorang penunggang kuda yang hebat dan bertemu
dengan ayahnya. Impian ini tentunya
tidak muda ,apalagi banyak peserta yang hebat serta ia tidak mengenali wajah
sang ayah yang tidak ada kabar. Waktu
terus bergulir hingga tiba saatnya kompetisi babak final dimulai. Para raja
dari seluruh negeri dan masyarakat tak mau ketinggalan untuk menonton
pertandingan yang yang sangat langkah. Sorak penonton memanaskan suasana batin setiap penunggang kuda yang ingin menjadi pemenang.
Bagi Cekos hal yang terpenting bertemu dengan sang ayah yang
ada diantara para penonton tetapi ia
tidak mengetahui ciri sang ayah. Cara
satu-satunya yang dapat ia lakukan hanya menggunakan ikat kepala pemberian sang
ibu waktu masih kecil,yang mungkin dapat dikenali sang ayah. Wasit mulai
memberi aba –aba tanda pertandingan akan
dimulai ,para penunggang kuda bersiap-
siap untuk berpacu. Teriakan penonton
semakin keras para penunggang kuda semakin berdebar,wasit langsung memulai
pertandingan dan kuda berlari sangat cepat mengintari lintasan pacuaan.
Setiap orang memacu kudanya secepat mungkin untuk menjadi
yang terbaik,namun hal itu bukanlah perkara yang mudah sebab setiap peserta
merupakan orang yang terpilih dari setiap negeri. Teriakan penonton semakin
kuat,kuda pun semakain cepat berlari. Tidak terasa garis finish di depan mata
penunggang semakain cepat memacu kudanya. Cekos pun yak mau kalah dari
panunggang lainya yang sangat cepat ia terus berusaha menjadi yang terdepan
demi harapannya bertemu dengan ayahnya.
””Horeeeeeeeeeeeeee,
sorakan penonton saat wasit menganggakat
bendera pertandingan selesai dan sang penjaga kuda sebagai pemenang dalam
perlombaan ini. Sang raja tidak melupakan janjinya untuk pemenang yang akan
dinikahkan dengan putri raja.
Tentunya Cekos senang menjadi
teman hidup tuan putri,namun kebahagian yang terbesar adalah bertemu dengan
ayahnya. Penonton beramai-ramai bersalam dengan penjaga kuda yang sekarang
menjadi menantu sang raja.
Hatinya
masih bersedih karena belum bertemu dengan ayah,ia pun kembali ke kerajaan dengan tuan putri yang akan menjadi istrinya.
Setibanya di kerajaan sang raja mempersiapakan pernikahan untuk putrinya. Sang
raja terus memperhatikan menantunya yang masih gelisah.” Ada apa dengan dirimu
??? “ Sebenarnya saya ingin bertemu dengan ayah tettapi sampai saat ini saya
belum pernah melihatnya.” Terus bagaimana cara mengenali ayahmu?? “ Entalah
yang mulia,hanya ikat kepala pemberian ibu yang mungkin dikenali ayahku.
Sebernarnya ayah saya seorang raja yang bertugas di daerah lain namun sampai
saat ini bilum kembali. Siapa sebenarnya nama ayahmu anakku?? “ Namanya raja
Yosep yang mulia.
“ Baiklah saya akan membantu kamu tetepi
sekarang persiapan dirimu untuk pernikahan Minggu depan. Dengan hati yang
tenang ia memberikan ikat kepalanya pada yang mulia. Hari terus berganti
tibalah saatnya hari pernikahan yang paling dinantikan semua yang ada di
kerajaan itu. Pernikahan pun dimulai dengan restu dari kedua orangtua sang
putri. Semarak pesta sangat terasa,penghuni kerajaan dan masyarakat bergembira
menyambut pangeran yang kelak akan menjadi raja mereka.
Raja menyampaikan
pengumuman akan memberikan hadiah yang istimewa untuk menantunya. Dalam
hitungan ke-3 hadiah itu akan muncul,,,,,,,,,,,
satu,,,,,,dua,,,,,tiga,,,,,,,,,,,muncul seorang yang tidak dikenali Cekos tetapi
langsung memeluk dan menciumnya.”” Akulah ayahmu nak. “ apa??? Ia sangat
terkejut,tak bisa berkata-kata,hal yang diimpikan kini menjadi kenyataan.
” Lalu ia bertanya pada tentang ibunya pada ayahnya untuk
membuktikan apakah dia memang ayah Cekos. Ayah pun menjelaskan semua tentang
ibunya yang telah meninggal dan tak lupa ia menunjukan kain ikat kepala
pemberian ibunya sewaktu kecil. “ Cekos tak bisa berbuat apa-apa selain
menangis dan memeluk ayahnya yang sudah lama tidak bertemu. Pernikahannya pun semakin
sempurna ditemani sang ayah yang bertahun –tahun lamanya tidak ada kabar dan
kini telah kembali. (FD)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar