06 Desember 2016

Perencanaan Pembelajran


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dewasa ini, perencanaan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam  melakukan segala sesuatu. Perencanaan yang baik akan menetukan proses selanjutnya. Jika kita tidak merencanakannya dengan matang, maka apa yang akan kita lakukan tidak akan berjalan dengan baik.  Dalam dunia pendidikan, seorang guru harus mempunyai perencaan untuk menentukan proses selanjutnya dalam kegiatan belajar mengajar. Semakin baik guru merancang proses pembelajaran, semakin baik pula hasil yang akan diperoleh dari proses pembelajaran tersebut.
pada hakikatnnya perencanaan pembelajaran, yaitu suatu upaya untuk merancang dan mengembangkan setiap unsur pembelajaran, sehingga menjadi suatu kesatuan yang utuh, terkait, dan saling menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam perencanan pembelajaran, guru juga harus mampu berinovasi. Artinya seorang guru selalu berupaya melakukan perbaikan, menyajikan sesuatu yang  baru yang berbeda dengan yang sudah ada. Hal  ini dilakukan untuk memacu semangat siswa dalam proses belajar dan mencari tahu. Seorang guru yang inovatif   secara tidak sengaja menyajikan suatu pembeda dengan orang lain dalam dunia pendidikan.
Pembeda yang dimaksud bukan berkaitan dengan hal yang tidak baik, melainkan suatu inovasi baru untuk menunjang proses belajar dan mengikuti tuntutan belajar di era modern.
Inovasi dapat diartikan sebagai suatu perubahan yang baru menuju kea rah perbaikan; yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan denga sengaja dan berencana untuk mencapai suatu tujuan  yang diharapkan (Majer, 2016: 15). Di sisi lain, orang yang menerima perubahan yang terjadi harus menyingkapinya dengan positif.  Untuk dunia pendidikan dikenal dengan istilah inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu upaya baru dalam proses pembelajaran dennga menggunakan berbagai metode, pendekatan, media, dan suasana yang mendukung untuk tercapai tujuan pembelajaran.
1.2.  Rumusan Masalah
1.2.1.      Apa itu inovasi?
1.2.2.      Apa itu pembelajaran
1.2.3.      Apa itu inovasi pembelajaran
1.2.4.      Apa –apa saja hambatan dalam inovasi pembelajaran?

1.3. Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Perencanaan Pembelajaran. Selain untuk tugas mata kuliah Perencanan Pembelajaran, kelompok kami ingin menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan inovasi pembelajaran yang sangat penting untuk diketahui calon guru.

1.4. Manfaat Penulisan
14.1. Bagi Pembaca
Dalam makalah ini, pembaca bisa mengetahuai beberapa hal yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran. Selain itu juga, para pembaca bisa mengetahui  hakikat dari inovasi pembelajaran.
1.4.2. Bagi Penulis
Makalah ini membantu penulis untuk memahami konsep tentang inovasi pembelajaran secara mendalam.








BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Inovasi
Inovasi dapat diartikan sebagai sesuatu yang baru dalam situasi sosial tertentu yang digunakan untuk menjawab atau mecahkan suatu permasalahan dilihat dari bentuk dan wujudnya “sesuatu yang baru” itu dapat berupa ide, gagasan. Benda mungkin tindakkan. Sedangkan, dilihat dari maknanya sesuatu yang baru itu bisa benar-benar baru yang belum terciptakan sebelumnya, yang kemudian disebut dengan inovation, atau dapat juga tidak benar-benar baru sebab sebelumnya sudah ada dalam konteks sosial yang lain kemudian disebut dengan istilahn discovery.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI) inovasi artinya adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru.
Inovasi adalah suatu penemuan baru yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya ( Majer, 2016: 14-15). Seorang yang inovatif  akan selalu berupaya meakukan perbaikan menyajikan sesuatu yang baru/ unik yang berbeda dengan yang sudah ada. Menurut kelompok kami juga bahwa inovasi merupakan pembaharuan pada suatu sistem untuk mencapai hal yang lebih baik. Dalam hal ini, untuk melakukan suatu inovasi harus belajar dari apa yang sudah ada sebelumnya untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik.  Setiap orang selalu berusaha menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda dan kreatif.  Di lain pihak, orang yang menerima perbaikan atau inovasi harus menerima perubahan itu secara positif dan tepat guna.
Pengertian inovasi menurut para ahli.
1.      Everet M. Rogers
Inovasi adalah suatu ide, gagasan, paraktik atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai  suatu hal yang baru oleh seseorang atau sekeompok untuk diadopsi.
2.      Stephen Robbins
Inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.
3.      Van de Ven , Andrew H
Inovasi adalah pegembangan dan implementasi gagasan baru oleh orang, dimana dalam jangka waktu tertentu melakukan transaksi-transaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan organisasi.
4.      Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002.
Inovasi  adalah kegiatan penelitian , pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bartujuan mengembangankan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.

   Jadi, inovasi adalah suatu perubahan, pembaharuan, perbaikan pada suatu sistem untuk mencapai hal yang lebih luas. Ketika  ada inovasi, masyarakat juga  mampu berinovasi dan mengikuti inovasi dalam melakukan  sesuatu untuk menunjang suatu perubahan.


2.2.Pembelajaran  
Pembelajaran merupakan suatu kombinasai yang tersususn meliputi unsur manusiawi, material, vasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempeengaruhi mencapai tujuan pembeljaran ( Hamalik, 2012: 57).
·         Menurut Woolfolk, Pembelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal  dalam pengetahuan dan tingkah laku.
·         Menurut Corey, Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus..
·         Trianto (2010:17) “Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan”. Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Pembelajaran dalam makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarhkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangkan mencapai tujuan yang diharapkan.

Manusia terlibat dalam sisitem pengajaran yang terdiri dari siswa , guru, dan tenaga lainnya, misalnya laboratorium. Material, meliputi buku-buku papan tulis dan kapur, fotografi, slide dan film , audio dan video tape. Fasilitas terdiri dari ruang kelas, perelngkapan audio visual juga computer. Prosedur, meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, paraktik, belaajar, ujian dan sebagainya.
a.       Teori pembelajaran
Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda, tetapi terdapat hubungan yang erat, bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling pengaruh- mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain.
a.       Mengajar adalah upaya menyampaikan pengatahaun kepada peserta dididk/ sisiwa di sekolah. Dalam rumusan ini  terkandung konsep-konsep sebagai berikut:
·         Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan. Masa depan kehidupan anak ditentukan oleh orang tua. Mereka yang paling mengetahui apa yang dibutuhkan oleh anaknya. Itu sebabnya, orang tua memiliki peranan penting dalam proses belajat anak. Sekolah juga memiliki peranan untuk mempersiapakan peserta didik agar mampu hidup dan bersaing dalam masyarakat.
·         Pembelajaran merupakan suatu proses penyampaian pengetahuan
Penyampaian pengatahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi, dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa.
·         Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan
Penegetahuan sangat penting bagi manusia. Pengetahuan bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah. Di mana mata ajaran tersebut di muat dalam buku pelajaran.
·         Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa
Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui, berarti guru adalah yang paling pandai. Guru mempersiapkan tugas-tugas, dan memberikan latihan serta mengevaluasi.
·         Siswa selalu bersikap dan selau bertindak pasif.
Dalam konsep ini , siswa seperti baru belajar dan menerima penegtahuan dari gurunya. Siswa hanya s
Bagai pendengar, pengikut, pelaksana tugas.

·         Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas.
Pembelajaran hanya dilaksanakan dalam ruangan kelas. Sedangkan pembelajaran di luar kelas tidak pernah dilakukan.
b.      Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah.
Implikasi dari rumusan ini adalah;
·         Pembelajaran membentuk manusia berbudaya.
Peserta didid diajar agar memilki kemampuan dan keperibadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat.
·         Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan.
Upaya pembelajaran melalui pewarisan itu dilakukan melalui berbagai prosedur: pengajaran, media, hubungan pribadi dan sebagainya. Bila dilakukan melalui pengajaran, maka proses yang telah dikemukakan da;am perumsan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama.
·         Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan
Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwasrikan kepada siswa yang umunya berupa benda dan non benda; tertulis dan lisan, dan berbagai bentuk tingkah laku dan norma yang dapat membentuk karakter peserta didik kearah yang lebih baik.
·         Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan.
Dalam rumusan ini diakui bahwa anak sedang berada dalam taraf perkembangan dan menuju ke tingkat yang lebih dewasa dalam arti menjadi manusi yang berbudaya.
c.       Pembelajaran adalah upaya mengorganisassi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta dididk.
rumusan ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan rumusan terdahulu, sebab lebih menitikbaratkan pada peserta didik, lingkungan, dan proses belajar.
Implikasi dari pengartian ialah sebagai berikut:
·         Pendidikan bertujuan mengambangkan atau menguubah tingkah laku peserta didik.
Pada hakikatnya pribadi tidak lain dari tingkah laku itu sendiri. Keperibadian memppunyai ciri- ciri:
Ø  Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia
Ø  Pola organisasi keperibadian berbeda untuk setiap orang dan bersifat unik.
Ø  Keperibadian bersifat dinamis, terus berubah melalui cara-cara tertantu. Tingkah laku manusi memiliki dua aspek: 1. Aspek objektif, yang bersifat structural yakni aspek jasmaniah, 2. Aspek subjektif, yang bersifat fungsional, aspek rohaniah.
·         Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan
Lingkunngan sosial sering berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik. Melalui interaksi dalam masyarakat, maka siswa memperoleh pengalaman yang pada gilirannya berpengaruh pada erkembanagan tingah lakunya.
Sekolah berfungsi menyediakan lingkungan yang dibutuh bagi perkembangan tingkah laku siswa antara lain, menyiapkan program belajar, bahan ajar, metode mengajar, alat pengajaran.
·         Peserta dididk sebagai organisme yang hidup
Aktivitas belajar sesunggunya bersembur dari dalam diir peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan.
2.3.Inovasi pembelajaran
Kata inovasi berasal dari bahasa Latin” innovation”  yang artinya memperbaharui dan mengubah. Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2007: 17) menjelaskan kata pembelajaran berasal dari kata dasar ajar yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui. Sedangkan pembelajaran berarti proses, cara, perbuatan menjadikan oranguntuk belajar.
Makna pembelajaran merupakan suatu sistem yang tersusun dari unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Rumusan makna tersebut mengadung isyarat bahwa pembelajaran tidak hanya terbatas  dalam ruagan saja melainkan bisa dilakukan ditempat yang  memungkinkan untuk melakukan  pembelajaran. Tentunya untuk mendukung kegiatan ini perlu didukung oleh komponen  tertentu untuk melakukan proses pembelajaran.
Dari penjelasan di atas, inovasi pembelajaran merupakan suatu upaya baru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode, pendekatan dan media yang mendukung untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Inovasi merupakan hal yang penting dilakukan dalam pembelajaran, mengingat permasalahan dunia pendidikan yang sangat kompleks, masalah sumber daya manusia, mutu pendidikan dengan sarana dan prasarana yang tidak layak digunakan. Masalah ini hanya sebagian kecil masalah dalam bidang pendidikan sekarang ini.
Pembelajaran yang inovatif dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menciptakan student centered . cara ini memiliki beberpa keunggulan diantaranya :
1.      Kualitas belajar yang dicapai menjadi lebih tinggi
2.      Lingkup hasil belajar lebih komprehensif
3.      Pembelajaran inovatif tidak saja menekankan pembelajaran kognitif, tetapi juga hasil belajar proses dan sikap.

2.4. Hambatan –Hambatan Dalam Inovasi     
Suatu pembaharuan atau inovasi sering tidak berhasil dengan optimal. Hal ini disebabkan oleh adanya berbagai hambatan yang muncul. Hambatan-hambatan tersebut dapat mempergaruhi keberhasilan susaru inovasi. Ibrahin (1988) mencatat ada enam (6) faktor utama yang dapat menghambat suatu inovasi. Keenam faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.      Estimasi yang Tidak Tepat.
Faktor estimasi atau perencanaan dalam inovasi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan inovasi. Hambatan yang disebabkan kurang tepatnyaestimasi ini diantaranya mencakup kurang adanya pertimbangan implementasi inovasi, kurang adanya hubungan antaranggota team pelaksan, kurang adanya kesamaan pendapat tentang tujuan yang ingin dicapai, tidak adanya koordiansi antar petugas yang terlibat misalnya, dalam hal pengambilan keputusan dan kebijakan yang danggap perlu.
              Untuk mencagah hambtan tersebut, maka proses meyususn perencanaan inovasi perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan melibatkan koordinasi berbagai pihak  yang dirasakan akan berpengaruh. Pengaturan wewenag  dan tugas perlu dirwencanakan dengan matang sehingga setiap yang terlibat memngetahui tegas dan tanggung jawabnya masing-masiing.

2.      Konflik Dan Motivasi
Konflik bisa saj terjadi pada proses pelaksanaan inovasi, misalnya ada pertentang antara anggota ting, kuang adanya pengertian serta adanya perasaan iri dari pihak atau anggota tim inovasi. Oleh sebab itu, para perancang inovasi ahrus mengantisipasi adanya pertentangan tersebut. Disampng konflik, faktor yang dapat mengahambat bisa juga ditimbulkan oleh motivasi, misalnya motivasi yang lemah dari orang-orang yang terlibat yang justru memegang kunsi, adanya pandangan sempit bdari beberapa orang yang dianggap penting dalam proyak inovasi, bantuan –bantuan yang tidak sampai, adanya tidak terbuka dari pemegang jabatan proyek inovasi dan lain sebagainya.

3.      Inovasi Tidak Berkembang
Hambatan lain yang dapat menggangu berjalannya inovasi dapqat disebabkan kurang  berkembangnya proses inovasi itu sendiri. Beberapa faktor yang dapat memepengaruhi diantaranya, pendapat yang rendah, faktor geografis, seperti tidak memahami kondisi alam, letak geografis, yang terpencil yang sulit dijangkau oleh alat transformasi sehingga dapat menghambat pengiriman bahan-bahan finansial, kurangnya sarana komunikasi, iklim dan cuaca yang tidsk mendukjung dan lain sebagainya.

4.      Masalah Finansial
Sering terjadi kegagalan inovasi dikarenakan dana yang tidak memadai. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan masalah finansial ini dianranya, batuan dana yang sangat minim sehingga dapat menggangu dalam operasional inovasi, kondisi ekonomi masyarakat secara keseluruhan, penundaan bantuan dana.

5.      Penolakan Dari Kelompok Penentu
Ketidakberhasilan inovasi dapat juga ditentukan oleh kesungguhan dan peran serta seluruh kelompok masyrakat, khususnya kelompok masyarakat yang menetukan seperti golongan elite, tokoh masyarakat dalam suatu sistem sosial. Manakala terjadi penolakkan dari kelompok tersebut terhadap suatu inovasi, maka proses inovasi akan mengalami ganjalan. Penolakan iinovasi sering ditunjukan oleh kelompok sosial yang tradisional dan konservatif. Kelompok sosial yang demikian, biasanya merasa puas dengan hasil yang telah dicapai, bagaiman pun hasil itu dirasakan sangat minimal. Untuk itulah dalam upaya keberhasilan inovasi  perlu dilakukan sosialisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
6.      Kurang Adanya Hubungan Sosial
Faktor lainnya yang dapat menghambat proses inovasi adalah kurang adanya hubungan sosial yang baik anatar berbagai pihak khususnya antar anggota team, sehingga terjadi ketidakharmonisan dalam bekerja. Dengan demikian, adanya hubungan baik harus diciptakan denagn melakukan pertukaran pikiran secara kontinu antara sesama anggota team.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...