BAB
1
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Dewasa ini,
perencanaan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam melakukan segala sesuatu. Perencanaan yang
baik akan menetukan proses selanjutnya. Jika kita tidak merencanakannya dengan
matang, maka apa yang akan kita lakukan tidak akan berjalan dengan baik. Dalam dunia pendidikan, seorang guru harus
mempunyai perencaan untuk menentukan proses selanjutnya dalam kegiatan belajar
mengajar. Semakin baik guru merancang proses pembelajaran, semakin baik pula
hasil yang akan diperoleh dari proses pembelajaran tersebut.
pada
hakikatnnya perencanaan pembelajaran, yaitu suatu upaya untuk merancang dan
mengembangkan setiap unsur pembelajaran, sehingga menjadi suatu kesatuan yang
utuh, terkait, dan saling menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam
perencanan pembelajaran, guru juga harus mampu berinovasi. Artinya seorang guru
selalu berupaya melakukan perbaikan, menyajikan sesuatu yang baru yang berbeda dengan yang sudah ada.
Hal ini dilakukan untuk memacu semangat
siswa dalam proses belajar dan mencari tahu. Seorang guru yang inovatif secara tidak sengaja menyajikan suatu
pembeda dengan orang lain dalam dunia pendidikan.
Pembeda
yang dimaksud bukan berkaitan dengan hal yang tidak baik, melainkan suatu
inovasi baru untuk menunjang proses belajar dan mengikuti tuntutan belajar di
era modern.
Inovasi
dapat diartikan sebagai suatu perubahan yang baru menuju kea rah perbaikan;
yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan denga sengaja dan
berencana untuk mencapai suatu tujuan
yang diharapkan (Majer, 2016: 15). Di sisi lain, orang yang menerima
perubahan yang terjadi harus menyingkapinya dengan positif. Untuk dunia pendidikan dikenal dengan istilah
inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu upaya
baru dalam proses pembelajaran dennga menggunakan berbagai metode, pendekatan,
media, dan suasana yang mendukung untuk tercapai tujuan pembelajaran.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Apa
itu inovasi?
1.2.2. Apa
itu pembelajaran
1.2.3. Apa
itu inovasi pembelajaran
1.2.4. Apa
–apa saja hambatan dalam inovasi pembelajaran?
1.3. Tujuan
Penulisan
Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah
Perencanaan Pembelajaran. Selain untuk tugas mata kuliah Perencanan
Pembelajaran, kelompok kami ingin menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan
inovasi pembelajaran yang sangat penting untuk diketahui calon guru.
1.4. Manfaat
Penulisan
14.1.
Bagi Pembaca
Dalam makalah
ini, pembaca bisa mengetahuai beberapa hal yang berkaitan dengan inovasi
pembelajaran. Selain itu juga, para pembaca bisa mengetahui hakikat dari inovasi pembelajaran.
1.4.2.
Bagi Penulis
Makalah ini
membantu penulis untuk memahami konsep tentang inovasi pembelajaran secara
mendalam.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Pengertian Inovasi
Inovasi dapat diartikan sebagai sesuatu
yang baru dalam situasi sosial tertentu yang digunakan untuk menjawab atau
mecahkan suatu permasalahan dilihat dari bentuk dan wujudnya “sesuatu yang
baru” itu dapat berupa ide, gagasan. Benda mungkin tindakkan. Sedangkan,
dilihat dari maknanya sesuatu yang baru itu bisa benar-benar baru yang belum
terciptakan sebelumnya, yang kemudian disebut dengan inovation, atau dapat juga tidak benar-benar baru sebab sebelumnya
sudah ada dalam konteks sosial yang lain kemudian disebut dengan istilahn discovery.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI) inovasi artinya adalah pemasukan atau
pengenalan hal-hal yang baru.
Inovasi
adalah suatu penemuan baru yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (
Majer, 2016: 14-15). Seorang yang inovatif
akan selalu berupaya meakukan perbaikan menyajikan sesuatu yang baru/
unik yang berbeda dengan yang sudah ada. Menurut kelompok kami juga bahwa
inovasi merupakan pembaharuan pada suatu sistem untuk mencapai hal yang lebih
baik. Dalam hal ini, untuk melakukan suatu inovasi harus belajar dari apa yang
sudah ada sebelumnya untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik. Setiap orang selalu berusaha menghasilkan
sesuatu yang baru, berbeda dan kreatif.
Di lain pihak, orang yang menerima perbaikan atau inovasi harus menerima
perubahan itu secara positif dan tepat guna.
Pengertian
inovasi menurut para ahli.
1. Everet
M. Rogers
Inovasi adalah suatu
ide, gagasan, paraktik atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau
sekeompok untuk diadopsi.
2. Stephen
Robbins
Inovasi sebagai suatu
gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk
atau proses dan jasa.
3. Van
de Ven , Andrew H
Inovasi adalah
pegembangan dan implementasi gagasan baru oleh orang, dimana dalam jangka waktu
tertentu melakukan transaksi-transaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan
organisasi.
4. Menurut
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002.
Inovasi adalah kegiatan penelitian , pengembangan,
dan/atau perekayasaan yang bartujuan mengembangankan penerapan praktis nilai
dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.
Jadi, inovasi adalah suatu perubahan, pembaharuan, perbaikan pada
suatu sistem untuk mencapai hal yang lebih luas. Ketika ada inovasi, masyarakat juga mampu berinovasi dan mengikuti inovasi dalam
melakukan sesuatu untuk menunjang suatu
perubahan.
2.2.Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu kombinasai yang
tersususn meliputi unsur manusiawi, material, vasilitas, perlengkapan dan
prosedur yang saling mempeengaruhi mencapai tujuan pembeljaran ( Hamalik, 2012:
57).
·
Menurut Woolfolk, Pembelajaran berlaku
apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal dalam pengetahuan dan tingkah laku.
·
Menurut Corey, Pembelajaran adalah suatu proses dimana
lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut
serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus..
·
Trianto (2010:17) “Pembelajaran merupakan aspek
kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan”.
Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi
berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Pembelajaran dalam
makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan
siswanya (mengarhkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam
rangkan mencapai tujuan yang diharapkan.
Manusia terlibat dalam sisitem pengajaran yang
terdiri dari siswa , guru, dan tenaga lainnya, misalnya laboratorium. Material,
meliputi buku-buku papan tulis dan kapur, fotografi, slide dan film , audio dan
video tape. Fasilitas terdiri dari ruang kelas, perelngkapan audio visual juga
computer. Prosedur, meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, paraktik,
belaajar, ujian dan sebagainya.
a. Teori
pembelajaran
Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa
yang berbeda, tetapi terdapat hubungan yang erat, bahkan terjadi kaitan dan
interaksi saling pengaruh- mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain.
a. Mengajar
adalah upaya menyampaikan pengatahaun kepada peserta dididk/ sisiwa di sekolah.
Dalam rumusan ini terkandung
konsep-konsep sebagai berikut:
·
Pembelajaran merupakan persiapan di masa
depan. Masa depan kehidupan anak ditentukan oleh orang tua. Mereka yang paling
mengetahui apa yang dibutuhkan oleh anaknya. Itu sebabnya, orang tua memiliki
peranan penting dalam proses belajat anak. Sekolah juga memiliki peranan untuk
mempersiapakan peserta didik agar mampu hidup dan bersaing dalam masyarakat.
·
Pembelajaran merupakan suatu proses
penyampaian pengetahuan
Penyampaian pengatahuan
dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi, dengan cara menuangkan pengetahuan
kepada siswa.
·
Tinjauan utama pembelajaran ialah
penguasaan pengetahuan
Penegetahuan sangat
penting bagi manusia. Pengetahuan bersumber dari perangkat mata ajaran yang
disampaikan di sekolah. Di mana mata ajaran tersebut di muat dalam buku pelajaran.
·
Guru dipandang sebagai orang yang sangat
berkuasa
Guru dipandang sebagai
orang yang serba mengetahui, berarti guru adalah yang paling pandai. Guru
mempersiapkan tugas-tugas, dan memberikan latihan serta mengevaluasi.
·
Siswa selalu bersikap dan selau bertindak
pasif.
Dalam konsep ini ,
siswa seperti baru belajar dan menerima penegtahuan dari gurunya. Siswa hanya s
Bagai pendengar,
pengikut, pelaksana tugas.
·
Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung
dalam kelas.
Pembelajaran hanya
dilaksanakan dalam ruangan kelas. Sedangkan pembelajaran di luar kelas tidak
pernah dilakukan.
b. Mengajar
adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan
sekolah.
Implikasi dari rumusan
ini adalah;
·
Pembelajaran membentuk manusia
berbudaya.
Peserta didid diajar
agar memilki kemampuan dan keperibadian sesuai dengan kehidupan budaya
masyarakat.
·
Pembelajaran berarti suatu proses
pewarisan.
Upaya pembelajaran
melalui pewarisan itu dilakukan melalui berbagai prosedur: pengajaran, media,
hubungan pribadi dan sebagainya. Bila dilakukan melalui pengajaran, maka proses
yang telah dikemukakan da;am perumsan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan
teknik yang sama.
·
Bahan pembelajaran bersumber dari
kebudayaan
Kebudayaan dan hasil
kebudayaan diwasrikan kepada siswa yang umunya berupa benda dan non benda;
tertulis dan lisan, dan berbagai bentuk tingkah laku dan norma yang dapat
membentuk karakter peserta didik kearah yang lebih baik.
·
Siswa sebagai generasi muda ahli waris
kebudayaan.
Dalam rumusan ini
diakui bahwa anak sedang berada dalam taraf perkembangan dan menuju ke tingkat
yang lebih dewasa dalam arti menjadi manusi yang berbudaya.
c. Pembelajaran
adalah upaya mengorganisassi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi
peserta dididk.
rumusan ini dianggap lebih
maju dibandingkan dengan rumusan terdahulu, sebab lebih menitikbaratkan pada
peserta didik, lingkungan, dan proses belajar.
Implikasi dari
pengartian ialah sebagai berikut:
·
Pendidikan bertujuan mengambangkan atau
menguubah tingkah laku peserta didik.
Pada hakikatnya pribadi
tidak lain dari tingkah laku itu sendiri. Keperibadian memppunyai ciri- ciri:
Ø Berkembang
secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia
Ø Pola
organisasi keperibadian berbeda untuk setiap orang dan bersifat unik.
Ø Keperibadian
bersifat dinamis, terus berubah melalui cara-cara tertantu. Tingkah laku manusi
memiliki dua aspek: 1. Aspek objektif, yang bersifat structural yakni aspek
jasmaniah, 2. Aspek subjektif, yang bersifat fungsional, aspek rohaniah.
·
Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian
lingkungan
Lingkunngan sosial
sering berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik. Melalui interaksi dalam
masyarakat, maka siswa memperoleh pengalaman yang pada gilirannya berpengaruh
pada erkembanagan tingah lakunya.
Sekolah berfungsi
menyediakan lingkungan yang dibutuh bagi perkembangan tingkah laku siswa antara
lain, menyiapkan program belajar, bahan ajar, metode mengajar, alat pengajaran.
·
Peserta dididk sebagai organisme yang
hidup
Aktivitas belajar
sesunggunya bersembur dari dalam diir peserta didik. Guru berkewajiban
menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan
yang diinginkan.
2.3.Inovasi
pembelajaran
Kata
inovasi berasal dari bahasa Latin” innovation”
yang artinya memperbaharui dan
mengubah. Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2007: 17) menjelaskan kata
pembelajaran berasal dari kata dasar ajar yang berarti petunjuk yang diberikan
kepada orang supaya diketahui. Sedangkan pembelajaran berarti proses, cara,
perbuatan menjadikan oranguntuk belajar.
Makna
pembelajaran merupakan suatu sistem yang tersusun dari unsur-unsur manusiawi,
material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi
pencapaian tujuan pembelajaran. Rumusan makna tersebut mengadung isyarat bahwa
pembelajaran tidak hanya terbatas dalam
ruagan saja melainkan bisa dilakukan ditempat yang memungkinkan untuk melakukan pembelajaran. Tentunya untuk mendukung
kegiatan ini perlu didukung oleh komponen
tertentu untuk melakukan proses pembelajaran.
Dari
penjelasan di atas, inovasi pembelajaran merupakan suatu upaya baru dalam
proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode, pendekatan dan media
yang mendukung untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Inovasi merupakan hal
yang penting dilakukan dalam pembelajaran, mengingat permasalahan dunia
pendidikan yang sangat kompleks, masalah sumber daya manusia, mutu pendidikan
dengan sarana dan prasarana yang tidak layak digunakan. Masalah ini hanya
sebagian kecil masalah dalam bidang pendidikan sekarang ini.
Pembelajaran
yang inovatif dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menciptakan student centered . cara ini memiliki
beberpa keunggulan diantaranya :
1. Kualitas
belajar yang dicapai menjadi lebih tinggi
2. Lingkup
hasil belajar lebih komprehensif
3. Pembelajaran
inovatif tidak saja menekankan pembelajaran kognitif, tetapi juga hasil belajar
proses dan sikap.
2.4.
Hambatan –Hambatan Dalam Inovasi
Suatu
pembaharuan atau inovasi sering tidak berhasil dengan optimal. Hal ini
disebabkan oleh adanya berbagai hambatan yang muncul. Hambatan-hambatan
tersebut dapat mempergaruhi keberhasilan susaru inovasi. Ibrahin (1988)
mencatat ada enam (6) faktor utama yang dapat menghambat suatu inovasi. Keenam
faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Estimasi
yang Tidak Tepat.
Faktor estimasi atau
perencanaan dalam inovasi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan inovasi. Hambatan yang disebabkan kurang tepatnyaestimasi
ini diantaranya mencakup kurang adanya pertimbangan implementasi inovasi,
kurang adanya hubungan antaranggota team
pelaksan, kurang adanya kesamaan pendapat tentang tujuan yang ingin dicapai,
tidak adanya koordiansi antar petugas yang terlibat misalnya, dalam hal
pengambilan keputusan dan kebijakan yang danggap perlu.
Untuk mencagah hambtan tersebut, maka proses meyususn
perencanaan inovasi perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan melibatkan
koordinasi berbagai pihak yang dirasakan
akan berpengaruh. Pengaturan wewenag dan
tugas perlu dirwencanakan dengan matang sehingga setiap yang terlibat
memngetahui tegas dan tanggung jawabnya masing-masiing.
2. Konflik
Dan Motivasi
Konflik
bisa saj terjadi pada proses pelaksanaan inovasi, misalnya ada pertentang
antara anggota ting, kuang adanya pengertian serta adanya perasaan iri dari
pihak atau anggota tim inovasi. Oleh sebab itu, para perancang inovasi ahrus
mengantisipasi adanya pertentangan tersebut. Disampng konflik, faktor yang
dapat mengahambat bisa juga ditimbulkan oleh motivasi, misalnya motivasi yang
lemah dari orang-orang yang terlibat yang justru memegang kunsi, adanya
pandangan sempit bdari beberapa orang yang dianggap penting dalam proyak
inovasi, bantuan –bantuan yang tidak sampai, adanya tidak terbuka dari pemegang
jabatan proyek inovasi dan lain sebagainya.
3. Inovasi
Tidak Berkembang
Hambatan
lain yang dapat menggangu berjalannya inovasi dapqat disebabkan kurang berkembangnya proses inovasi itu sendiri.
Beberapa faktor yang dapat memepengaruhi diantaranya, pendapat yang rendah,
faktor geografis, seperti tidak memahami kondisi alam, letak geografis, yang
terpencil yang sulit dijangkau oleh alat transformasi sehingga dapat menghambat
pengiriman bahan-bahan finansial, kurangnya sarana komunikasi, iklim dan cuaca
yang tidsk mendukjung dan lain sebagainya.
4. Masalah
Finansial
Sering
terjadi kegagalan inovasi dikarenakan dana yang tidak memadai. Beberapa faktor
yang dapat menyebabkan masalah finansial ini dianranya, batuan dana yang sangat
minim sehingga dapat menggangu dalam operasional inovasi, kondisi ekonomi
masyarakat secara keseluruhan, penundaan bantuan dana.
5. Penolakan
Dari Kelompok Penentu
Ketidakberhasilan
inovasi dapat juga ditentukan oleh kesungguhan dan peran serta seluruh kelompok
masyrakat, khususnya kelompok masyarakat yang menetukan seperti golongan elite,
tokoh masyarakat dalam suatu sistem sosial. Manakala terjadi penolakkan dari
kelompok tersebut terhadap suatu inovasi, maka proses inovasi akan mengalami
ganjalan. Penolakan iinovasi sering ditunjukan oleh kelompok sosial yang
tradisional dan konservatif. Kelompok sosial yang demikian, biasanya merasa
puas dengan hasil yang telah dicapai, bagaiman pun hasil itu dirasakan sangat
minimal. Untuk itulah dalam upaya keberhasilan inovasi perlu dilakukan sosialisasi dan koordinasi
dengan berbagai pihak.
6. Kurang
Adanya Hubungan Sosial
Faktor
lainnya yang dapat menghambat proses inovasi adalah kurang adanya hubungan sosial
yang baik anatar berbagai pihak khususnya antar anggota team, sehingga terjadi
ketidakharmonisan dalam bekerja. Dengan demikian, adanya hubungan baik harus
diciptakan denagn melakukan pertukaran pikiran secara kontinu antara sesama
anggota team.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar