14 Mei 2017

PENGORGANISASIAN DAN KOORDINASI DALAM MBS


PENGORGANISASIAN DAN KOORDINASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
A.    PENGORGANISASIAN SEKOLAH
Secara etimologis organizing merupakan terjemahan dari organize. Kata organize barasal dari kata organ yang berarti bagian, badan dan alat ( Echols,1984). Secara terminilogy, organizing atau pengorganisasian berarti pembentukan bagian-bagian, unit-unit kerja dalam suatu kelompok atau sering atau juga dapat diartikan sebagai sistem kerja sama antara satu orang atau lebih dalam mencapai tujuan tertentu.
Dalam sekolah pengorganisasian memiliki lima makna:
a.       Pembentukan bagian-bagian, unit-unit dan badan kerja institusi sekolah
b.      Sistem kerja sama dua orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan
c.       Pembagian kerja dari satu orang kepada orang lain yang dinilai mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut
d.      Pembagian kerja yang semestinya dikerjakan oleh orang yang berperan melakukannnya , namun karena keterbatasan waktu, tenaga dan pikiran perlu didelegasikan pada orang lain dalam suatu lembaga pendidikan
e.       Pembagian kerja dengan maksud pengkaderan sebelum bersangkutan memangku tugas atau tanggung jawab.
A.    Tujuan dan Fungsi Pengorganisasian Sekolah
1.      Tujuan Pengorganisasian sekolah
a.       Menata/ mengatur
Tugas, wewenang dan tangggung jawab yang dibuat bersama seperti pekerjaan yang diberikan kepala sekolah pada seorang guru atau staf maka ini dinamankan tugas. Sedangkan wewenang adalah apa saja yang boleh dan tidak boleh dalam menjalankan tugas. Berkaitan dengan kedua hal yaitu tugas dan wewenang maka munculah rasa tangggung jawab terhadap tugas-tugasnya.
b.      Mempermudah kegiatan kerja sama antara orang-orang di sekolah
c.       Mengatur hubungan baik antara satu tim dengan tim yang lain dalam suatu lembaga pendidikan untuk membangun koordinasi yang baik.
2.      Fungsi Pengorganisasian sekolah
a.       Sebagai sarana untuk membagi pekerjaan di antara komponen-komponen dan unit-unik kerja yang ada di sekolah.
b.      Sebagai sarana untuk memperlancar jalannya kerja sama antara komponen-komponen dan unit-unit kerja yang lain yang ada di sekolah
c.       Sebagai sarana untuk mengatur hubungan antara individu, unit-unit kerja serta mempermudah komunikasi dalam lingkungan kerja.

Adapun prinsip-prinsip pengorganisasian sekolah, yaitu;
a.       Adanya tujuan pendidikan di sekolah yang jelas dan dapat diketahui oleh semua komponen di sekolah
b.      Semua yang berkepentingan bekerja dengan mengutamakan kepentingan sekolah untuk mencapai visi dan misi sekolah
c.       Prinsip pembagian pekerjaan harus harus jelas
d.      Pendelegasian. Wewenang yang dimiliki oleh kepala sekolah hendaknya tidak menjadi jabatan yang mementingkan diri sendiri. Dia harus mampu mengatur sekolahnya.
e.       Kesatuan komando. Daalam satu sekolah semestinya hanya ada satu orang yang memberi komando yaitu kepala sekolah. Ini dilakukan agar segala sesuatunya terencana dan berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
f.       Kemampuan pengawasan. Seorang pemimpin harus mampu mengontrol anggotanya dalam menjalankan tugas-tugasnya.
3.      Model struktur pengorganisasian sekolah
a.       Pengorganisasian model lini
Model ini sering juga disebut dengan model jalur. Model ini banyak digunakan di dunia militer dan perusahaan.
Kelebihan model lini;
1.      Kekuasaan dan tanggung jawab pimpinan secara struktural sangat jelas dan tegas
2.      Pemegang kekuasaan mulai dari puncak sampai pada unit-unit dikatahui secara transparan oleh stakeholders
3.      Proses pengambailan keputusan secara cepat
4.      Kedisiplinan anggota mudah diawasi
5.      Hubungan anggota lebih akrab karena mudah dikenal
Kekurangan model ini :
a.       Hanya berdasarkan pertimbangan pribadi atasan
b.      Kecendrungan pimpinan otoriter
c.       Menimbulkan kekurangan kader karena keputusan berada di tangan pimpinan.
b.      Model lini staf
Model ini menekankan keterlibatan angggota dalam memecahkan masalah dan bisa berkonsultasi dengan staf ahli jika ada hal yang kurang dipahami. Model ini
Kelebihan model ini:
a.       Adanya susuanan tugas dan tanggung jawab  antara anggota organisasi dan staf
b.      Kelompok pekerja maupun kelompok staf dapat bekerja sesuai dengan keahlihannya.
c.       Organisasi lebih mudah dilaksanakan pada setiap bagiannya
Kekukurangannya :
·         Pimpinan seringkali mengabaikan masukan dari nasihat atau pertimbangan-pertimbangan dari karyawan.
·         Pemimpin seringkali menggunakan kewenangannya melebihi kewenangan yang dimiliki. Dalam hal ini biasanya pimpinan mengambil alih kewenangan dari stafnya.
·         Selalu ada perbedaan pendapat antara lembaga dan juga pihak lain yang terlibat dalam organisasi yang membingungkan anggota.
c.Model fungsional
Model pengorganisasian ini, kekuasaan dari pimpinan didelegasikan pada pimpinan di bawahannya selama masalahnya sesuai dengan keahlihannya. Model ini juga biasanya melimpahkan wewenang dari atasan kepada bawahannya.
Kelebihan model ini:
a.       Kegiatan yang ril dengan memperhatikan kemampuan intelektual dan tenaga yang prima
b.      Pekerjaan selalu dikerjakan secara bersama-sama dan meningkatkatkan keakraban anggota
c.       Saling koordinasi
Kekurangan model ini:
·         Para anggota mengalami kesulitan dalam berkonsultasi karena sudah dibagi berdasarkan keahlihannya.
·         Sulit melakukan koordinasi secara menyeluruh karena para anggota mementingkan tugas dan fungsinya masing-masing.
·         Inisiatif para anggota semakin berkurang.
d.      Model gabungan
Model ini merupakan gabungan dari empat model sebelumnya.


B.     KOORDINASI

Dalam kamus besar Indonesia, koordinasi diartikan sebagai perihal mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yg akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur.
Koordinasi berkaitan dengan penempatan berbagai kegiatan yang berbeda-beda pada keharusan tertentu, sesuai dengan aturan yang berlaku untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya melalui proses yang tidak membosankan. Koordinasi juga dapat diartikan sebagai suatu usaha kerja sama antara badan, instansi, unit dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu, sehingga terdapat saling mengisi, saling membantu dan saling melengkapi.
Penggunaan istilah koordinasi sering tertukar dengan istilah kerja sama (cooperation). Padahal, koordinasi lebih daripada sekedar kerja sama karena dalam koordinasi juga terkandung singkronisaasi. Sementara kerja sama merupakan suatu kegiatan kolektif dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian kerjasama dapat terjadi tanpa koordinasi, sedangkan dalam koordinasi pasti ada upaya untuk menciptakan kerjasama.
1.      Karakteristik Koordinasi
Handayaningrat (1992) mengemukakan karakteristik koordinasi sebagai berikut:
a.       Tanggung Jawab koordinasi terletak pada pimpinan. Oleh karena itu, koordinasi menjadi wewenang dan tanggung jawab pimpinan, sehingga dapat dikatakan bahwa pimpinan bisa berhasil jika melakukan koordinasi.
b.      Koordinasi adalah kerja sama. Hal ini disebabkan kerja sama merupakan syarat mutlak terselenggaranya koordinasi.
c.       Koordinasi merupakan proses yang terus menerus (continue process). Dan berkesinambungan dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga
d.       Pengaturan usaha kelompok secara teratur. Hal ini disebabkan koordinasi adalah konsep yang diterapkan di dalam kelompok, bukan usaha individu melainkan sejumlah individu yang berkerjasama di dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
e.       Kesatuan tindakan merupakan inti koordinasi.  Pimpinan merupakan pengatur usaha-usaha dan tindakan-tindakan setiap individu sehingga diperoleh keserasian dalam mencapai hasil bersama.
f.       Tujuan Koordinasi adalah tujuan bersama (common purpose) Kesatuan usaha yang meminta kesadaran semua pihak untuk berpartisipasi secara aktif melaksanakan tujuan bersama sebagai kelompok tempat mereka bekerja.

2.      Prinsip-Prinsip Koordinasi
Prinsip-prinsip koordinasi adalah sebagai berikut :
a.       Koordinasi harus dimulai dari tahap perencanaan awal.
b.      Hal pertama yang harus diperhatikan dalam koordinasi adalah menciptakan iklim yang kondusif bagi kepentingan bersama.
c.       Koordinasi merupakan proses terus menerus dan berkesinambungan.
d.      Koordinasi merupakan pertemuan-pertemuan bersama untuk mencapai tujuan.
e.       Perbedaan pendapat harus diakui sebagai pengayaan dan harus dikemukakan secara terbuka dan diselidiki dalam kaitannya dengan situasi secara keseluruhan.

1.      Manfaat Koordinasi
Koordinasi sangat diperlukan dalam manajemen berbasis sekolah terutama untuk mengatur pandangan berbagai pihak terkait dengan kepentingan bersama.
Koordinasi dilakukan untuk menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dan memudahkan dalam mengatur setiap jenis pekerjaan dan pekerjaanya sangat terarah jika bisa dikoordinasi dengan baik. Jika tidak dikoordinasi dengan baik maka pekerjaannya tidak akan beres.
Melalui koordinasi setiap bagian yang menjalankan fungsi dengan spesialisasi tertentu dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas pencapaian tujuan lembaga. Dengan demikian, manfaat koordinasi dalam manajemen dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
a.        Menghilangkan dan menghindarkan perasaan terpisah satu sama lain antara atasan dan bawahan.
b.      Menghindarkan perasaan atau pendapat bahwa dirinya atau jabatannya merupakan yang paling penting.
c.       Mengurangi dan menghindakan kemungkinan timbulnya pertentangan antar pejabat dan pelaksana.
d.       Menghindarkan timbulnya rebutan fasilitas.
e.       Menghindarkan terjadinya peristiwa menunggu yang memakan Waktu lama.
f.       Menghindarkan kemungkinan terjadinya kesamaan pekerjaan sesuatu kegiatan.
g.      Menghindarkan kemungkinan terjadinya kekosongan pekerjaan sesuatu program atau kekosongan pengerjaan tugas oleh para manajer.
h.      Menumbuhkan kesadaran tugas oleh para manajer untuk saling memberikan bantuan satu sama lain terutama bagi mereka yang berada dalam wilayah yang sama.
i.         Menumbuhkan kesadaran para manajer untuk saling memberitahu masalah yang dihadapi bersama dan bekerjasama dalam memecahkannya.
j.        Memberikan jaminan tentang kesatuan langkah di antara para atasan atau bawahan.
k.      Menjamin adanya kesatuan langkah dan tindakan diantara manajer.
l.        Menjamin kesatuan sikap diantara manajer.
m.    Menjamin kesatuan kebijaksanaan di antara manajer dalam wilayah tertentu.
n.      Dapat dikemukakan bahwa manfaat utama koordinasi dalam managemen adalah untuk menumbuhkan sikap egaliter, serta meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan diantara atasan dan bawahan dengan tetap menghargai kewajian dan wewenang masing-masing.  Dengan demikian, setiap atasan dan bawahan, tidak terjebak oleh kepentingan masing-masing  bagian yang sempit sehingga dapat menjalankan perannya secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuah sekolah secara kaffah ( menyeluruh).

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
BERBASIS PRESTASI ( TEORI DAN PARAKTIK)
DR. ABDUL MAJIR
CV. INFO MEDIKA. JL PRAMUKA NO. 27 JAKARTA 13120









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...