30 Januari 2017

LIPUTAN, KULINER ORGANIK


Nama      : Louis H. Mutu
               Fransiskus D. Darma
               Aurelia M. Malut
               Wilibrodus M. Malut
               Maria G. Viani
               Benediktus Jemi
               Sabina H. Arim

TUGAS LIPUTAN

           
                                    Dapur d’Marta “ Kuliner Organik”.
Dapur d’Marta, begitulah nama sebuah restoran sederhana di pinggir  jalan kecil di Lawir Ruteng. Bangunan restoran ini tampak sederhana danmenyerupai rumah tinggal biasa. Namun begitulah keadaan dari restoran yang dimiliki bapak Yuvensius Janggat ini. Setelah kita memasuki bangunan tersebut, kita akan melihat beberapa meja makan yang berbaris rapi memenuhi ruangan  beserta kursinya. Sekilas semuanya kelihatan sederhana namun rapi dan bersih menyajikan kesan sederhana.
Restoran Dapur  d’Marta adalah sebuah restoran dengan konsep spesial lantaran suguhan makanan yang menjadi sajian utamanya adalah makanan dan minuman yang bersifat organik. Menurut pemilik restoran Bapak Yuvensius Janggat, konsep demikian sengaja dikembangakan karena ia melihat bgitu banyak masyarakat Manggarai yang kebanyakan mengonsumsi makanan yang kurang sehat. Selain itu ia juga terinspirasi oleh beberapa pengalamannya selama merantau di beberapa negara. Beliau mengatakan bahwa di sana ia banyak melihat betapa orang sangat menghargai makanan sehat dan bergizi. Jadi, berkat pengalaman tersebut ia ingin berbagi dengan masyarakat sekitar dengan konsep makanan yang sehat dari bahan lokal.
Ketika ditanya tentang ciri khas dari restoran tersebut jika dibandingkan dengan restoran atau tempat makan yang sama di kota Ruteng, Pria yang pernah bekerja di beberapa negara sebagai ahli kimia ( bagian kulit)  ini mengatakan bahwa restoran Dapur d’Marta memiliki sajian khas yaitu makanan dan minuman yang dibuat dengan bahan  bersifat organik seperti iga sapi bakar, ayam bakar, Sop tulang pa jupen, sayuran organik, makanan ringan berbahan pangan lokal dan minuman teh herbal. Semua makanan terutama daging diolah secara khusus dengan bahan dan rempah organik serta beberapa metode khusus yang dilakukan untuk mengurangi kadar lemak pada daging yang akan digunakan sebagai sajian makanan.
Sementara itu, untuk memperoleh bahan baku dan untuk menjaga nilai organik yang ada pada bahan bakunya, pemilik usaha yang merintis usahanya sejak tahun  2013 ini  mengaku bahwa ia mendapatkan bahan baku dari kebun pribadi serta dari petani yang sudah dipercaya menanam tanaman yang organik.
Semua makanan dan minuman yang disajikkan di rumah makan  ini harganya sangat terjangkau untuk semua lapisan masyarakat Manggarai, selain itu juga memiliki nilai gizi dan kesehatan yang tinggi. Namun  yang menjadi kendala saat ini adalah ketika masyarakat sekitar memiliki minat yang cukup rendah terhadap sajian seperti di restoran ini. Selain karena kurangnya pemahaman. Faktor  lain adalah adanya anggapan bahwa warung atau restoran yang dimiliki oleh sesama orang Manggarai tidak bagus atau terlalu mahal.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Bapak Yufens menggalang kerja sama dengan berbagai pihak atau kelompok-kelompok tertentu seperti instansi pemerintahan, lembaga swasta atau organisasi-organisasi untuk melayani pesanan ketring. Selain itu cara yang dilakukan adalah dengan mensosialisasikan restoran melalui media sosial terutama facebook.
Berkat usaha tersebut, Dapur d’Marta sering didatangi oleh tamu-tamu yang berasal dari luar daerah bahkan dari luar negeri. Meski demikian, saat ini selera masyarakat Manggarai sendiri sudah mulai meningkat akan restoran tersebut. Dengan demikian usaha yang dijalankan oleh Pak Yuvens yang juga ketua karang taruna di lawir tersebut berjalan cukup baik sehingga beliau memperoleh keuntungan yang cukup dari usaha itu.
Salah satu pendukung dalam sebuah usaha adalah pekerja atau karyawan. Ketika ditanya mengenai karyawan dan persyaratan untuk menjadi karyawan, Bapak Yuvens menerangkan bahwa ia kini memiliki tiga pekerja.  Untuk kriteria, beliau tidak memasang kriteria atau persyaratan khusus. Namun yang paling penting bagi dia adalah orang yang mau belajar dan memiliki semangat tinggi dalam berusaha. Ia berharap dengan usaha ini, masyaraat sekitar bisa mengambil hal positif seperti mengembankan usaha sendiri tanpa harus bergantung pada pemodal asing atau pemerintah. Selain itu juga ia ingin agar pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki dapat juga dibagikan kepada masyarakat terutama kaum muda terutama dala kaitannya dengan mengonsumsi  makanan dan minuman yang bebas dari zat kimia yang membahayakan kesehatan.  Menurut beliau dengan makanan yang sehat setiap orang bisa hidup lebih sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...