30 Januari 2017

POLITIK PEMBANGUNAN


 Fransiskus D. Darma

Politik Pembangunan
Pembangunan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi suatu wilayah, baik kota maupun daerah. Peran pembangunan sangat sentral bagi suatu daerah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya terutama untuk urusan sehari-hari. Berkaitan dengan itu ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini terutama berkaitan jalan aspal yang rusak parah di kampung La’o kelurahan Wali. Jalan ini menghubungkan kampung  La’o dengan kampung Bangka Tuke. Selama beberapa tahun dan kalau saya tidak salah ingat jalan ini tidak pernah diperbaiki  meskipun sudah rusak parah. Yang lebih parah deker yang ada di jalan ini rusak parah, akibatnya kendaraan roda empat dan dua agak susah melewati jalan ini, bagi para pengendara yang tidak berani terpaksa memarkir kendaraannya di tempat itu dan  berjalan kaki.
Untuk  menyiasati kerusakan selama ini, para penduduk yang melewati jalan ini menggunakan kayu dan batu seadanya untuk mengangkut hasil pertanian karena daerah ini merupakan salah satu tempat penghasil beras dan tanaman kebutuhan sehari-hari lainnya. Ironisnya hal semacam ini tidak diperhatikan oleh pihak yang seharusnya membantu masyarakat untuk mengatasi kerusakan jalan. Meskipun jalan ini tak sebesar jalan dan tak seramai jalan besar yang ada di kota, namun peran jalan ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Daerah ini sebenarnya bisa menjadi salah satu daerah periwisata jika pihak terkait memperhatikan daerah ini dengan sungguh-sungguh. Misalkan saja, sawah yang membentuk jarring laba-laba seperti di Cancar dan keunikan kampung Bangka Tuke dengan batunya yang seperti zaman batu.
Ada  hal lain yang tidak  luput dari perhatian yang menurut saya sangat unik. Hal unik itu berkaitan dengan pembangunan saluran air untuk mengairi sawah yang ada di sekitar. Pembangunan saluran air di tempat ini seperti kayu yang dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan bagian tengah dan bagian depannya dibiarkan begitu saja. Akibatnya, tempat-tempat yang tidak dibuatkan got akan dengan mudah hancur untuk yang bagian depannya begitu pula dengan yang ditengah. Tentu hal ini membuat malas para petani dan tidak menggarap lahannya dikarenakan tidak ada air yang mengalir. Saya melihat hal  ini seperti sebuah politik pembangunan, mengapa demikian? Karena pembangunan saluran air hanya pada tempat-tempat tertentu meskipun pada dasarnya berada pada tempat yang sama. Sama halnya dengan pembangunan yang berlandaskan politik, pasti akan mengembangkan infrastruktur di daerah yang menjadi basisnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...