Fransiskus D. Darma
Politik Pembangunan
Pembangunan
merupakan suatu hal yang sangat penting bagi suatu wilayah, baik kota maupun
daerah. Peran pembangunan sangat sentral bagi suatu daerah untuk meningkatkan
taraf hidup masyarakatnya terutama untuk urusan sehari-hari. Berkaitan dengan
itu ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini terutama
berkaitan jalan aspal yang rusak parah di kampung La’o kelurahan Wali. Jalan ini
menghubungkan kampung La’o dengan
kampung Bangka Tuke. Selama beberapa tahun dan kalau saya tidak salah ingat
jalan ini tidak pernah diperbaiki meskipun sudah rusak parah. Yang lebih parah
deker yang ada di jalan ini rusak parah, akibatnya kendaraan roda empat dan dua
agak susah melewati jalan ini, bagi para pengendara yang tidak berani terpaksa
memarkir kendaraannya di tempat itu dan
berjalan kaki.
Untuk menyiasati kerusakan selama ini, para
penduduk yang melewati jalan ini menggunakan kayu dan batu seadanya untuk
mengangkut hasil pertanian karena daerah ini merupakan salah satu tempat
penghasil beras dan tanaman kebutuhan sehari-hari lainnya. Ironisnya hal
semacam ini tidak diperhatikan oleh pihak yang seharusnya membantu masyarakat
untuk mengatasi kerusakan jalan. Meskipun jalan ini tak sebesar jalan dan tak
seramai jalan besar yang ada di kota, namun peran jalan ini sangat penting bagi
pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Daerah ini sebenarnya bisa menjadi
salah satu daerah periwisata jika pihak terkait memperhatikan daerah ini dengan
sungguh-sungguh. Misalkan saja, sawah yang membentuk jarring laba-laba seperti
di Cancar dan keunikan kampung Bangka Tuke dengan batunya yang seperti zaman
batu.
Ada hal lain yang tidak luput dari perhatian yang menurut saya sangat
unik. Hal unik itu berkaitan dengan pembangunan saluran air untuk mengairi
sawah yang ada di sekitar. Pembangunan saluran air di tempat ini seperti kayu
yang dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan bagian tengah dan bagian
depannya dibiarkan begitu saja. Akibatnya, tempat-tempat yang tidak dibuatkan
got akan dengan mudah hancur untuk yang bagian depannya begitu pula dengan yang
ditengah. Tentu hal ini membuat malas para petani dan tidak menggarap lahannya
dikarenakan tidak ada air yang mengalir. Saya melihat hal ini seperti sebuah politik pembangunan,
mengapa demikian? Karena pembangunan saluran air hanya pada tempat-tempat
tertentu meskipun pada dasarnya berada pada tempat yang sama. Sama halnya
dengan pembangunan yang berlandaskan politik, pasti akan mengembangkan
infrastruktur di daerah yang menjadi basisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar