30 Januari 2017

KILAS NATAL DAN TAHUN BARU


KILAS SEPUTAR NATAL DAN TAHUN BARU
Perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan perayaan tahunan yang menyita perhatian banyak orang.  Biasanya hari raya Natal dirayakan pada setiap tanggal 25 Desember dan rangkaian perayaanya mulai dari tanggal 24- 26 Desember. Lampu-lampu natal selalu identik dengan perayaan ini. Hampir disepanjang jalan ada lampu hias yang menerangi malam Natal, pohon-pohon seakan bercahaya bagaikan pohon kerajaan dunia. Semarak lagu Natal manambah sakral perayaan ini bagi umat Katolik yang  di seluruh dunia.
Satu hal yang identik dengan perayaan ini yaitu baju Natal, kue, kartu natal, Sinterklas dengan topi dan janggut panjang serta berbagai pernak pernik yang gemerlap. Kue-kue selalu disajikan setiap rumah, ini menandakan antusias masyarakat terhadap kelahiran Yesus Kristus penyelamat sangat tinggi. Dari rumah ke rumah orang berjabat tangan sebagai rasa bahagai kelahiran penyelamat dunia. Rasa bahagia inilah yang memacu semangat persaudaraan bagi seluruh umat manusia.
Beberapa hari setelah perayaan Natal dilanjutkan dengan  perayaan tahun baru.  Perayaan ini biasanya sangat identik dengan petasan. Dentuman api di udara disertai percikan cahaya menggugah hati bersorak-sorak.  Meskipun sangat berbahaya bermain dengan api, namun karena semangat yang membara untuk mengawali tahun, hal-hal semacam ini bukan menjadi ancaman bagi mereka. Orang –orang berkumpul disatu tempat untuk merayakan perayaan ini dengan semangat persaudaraan dan cinta kasih.  
Dalam kebudayaan masyarakat Manggarai untuk mengawali tahun biasanya dilakukan upacara adat yang dilakukan secara turun temurun yaitu upacara” pande manuk”. Upacara pande manuk atau wajo manuk ( menyembelih seekor ayam sebagai bahan persembahan untuk para leluhur dan Tuhan sang pencipta) dilakukan pada akhir tahun sebagai ucapan terima kasih untuk segala perlindungan yang dilakukan  Sang Pencipta ( Mori jari agu dedek). Keluarga-keluarga berkumpul disatu tempat untuk melaksanakan upacara adat ini, meskipun upacara ini sederhana namun syarat akan makna untuk mensyukuri segala sesuatu yang kita peroleh. Semua ini dilakukan sebagai rasa syukur atas segala penyertaan Tuhan pencipta. Biasanya setelah upacara ini, tapat pada jam dua belas semua anggota keluarga berkumpul untuk doa secara bersama-sama tepat dimalam pergantian tahun.
Warga Manggarai juga biasanya tidak ketinggalan seperti masyarakat di kota besar yang merayakan malam pergantian tahun dengan petasan atau kembang api. Hal semacxam ini biasa dilakukan warga Manggrai tepat di malam pergantian tahun. Biasanya tempat yang dijadikan tempat untuk bermain petasan di lapangan motang Rua. Selain itu, warga juga biasanya bermain petasan di jalan-jalan umum maupun tempat yang mudah dijangkau oleh warga masyarakat Manggarai.
Dalam perayaan malam pergantian tahun ada beberepa hal yang sering kali dilakukan oleh anak muda di daerah ini. Baik hal yang berdampak negative maupun positif. Misalkan saja sering kali pada malam pergantian tahun beberapa anak muda yang ugal-ugalan dan mabuk-mabukan yang pada akhirnya berakir dengan perkelahian sesama pemuda. Semestinya hal seperti ini tidak terjadi seadainya para pemuda tidak mabuk-mabukan atau paling tidak bisa membatasi untuk mengkomsumsi minuman yang berbau alkohol. Ini menandakan perkembangan pola pikir yamg masih sempit dan pola budaya yang  seringkali mengutamakan minum sampai mabuk untuk mencapai sesuatau yang nikmat di malam pergantian tahun. Seharusnya tindakan semacam ini bisa dikontrol agar malam pergantian tahun baru bisa berjalan dengan baik.
Tidak berhenti sampai di sini, keesokan harinya banyak oaring memanfaatkan hari libutannya untuk jalan-jhalan ke tempat wisata maupun ke rumah-rumah keluarga terdekat. Biasanya tempat yang paling banyak diminati masyarakat adalah daerah pantai. Untuk daerah Manggarai lokasi pantai yang sering dikunjungi adalah pantai di Reo dan Pantai yang ada di Borong Manggarai Timur. Intinya ebih ke bagaimana setiap orang mencarai kebahagian di selal-sela kesibukan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...