04 Juni 2016

PASKAH RENDE


PASKAH  RENDE
Dalam menyambut perayaan Paska tahun 2016,kami mahasiswa( IIe dan Ic) Prodi Dikbindo mengadakan kunjungan ke Paroki St. Yosef  Kisol Stasi Rende sebagai bagian dari Tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu kegiatan yang yang rutin dilakukan kaum cendekiawan STKIP St. Paulus Ruteng dalam menyonsong setiap perayaan  suci. Kali ini kami berkesempatan berkunjung ke Stasi Rende yang merupakan bagian dari Paroki St. Yosef Kisol.
Dalam menyosong Paska di Rende, para mahasiswa mempersiapkan koor untuk perayaan Minggu Raya. Adapun kegiatan lain selama lima hari lamanya saat para mahasiswa berbaur dengan masyarakat,seperti kerja bhakti,olahraga dan sebagai penutup nantinya diisi dengan pentas kreasi bersama OMK ( Orang Muda Katolik), anak-anak SMK dan masyarakat Rende. Ketika kami menginjakan kaki di wilayah itu,rasanya kaki tidak bisa melangkah karena tidak tahu apayang harus kami perbuat. Beberapa saat kemudian kami diterima secara adat Manggarai yang merupakan tanda bahwa kami diterima oleh masyarakat setempat. Rasa keterasingan bukan lagi menjadi suatu hal yang tertanam dalam diri tapi kini menjadi pupuk dalam rasa persaudaraan ketika kami menjadi anak bara wu’a tuka (anak kandung) selama lima hari di Rende.
Hari-hari kami lalui bersama mereka, tampak rasa persaudaraan mulai ada di antara kami meskipun ini pertemuan yang pertama. Rasa ini muncul ketika kami selalu berinteraksi dalam setiap kegiatan yang kami lakukan mulai dari bhakti sosial sebelum misa  Kamis Putih maupun pada saat misa. Hari berikutnya kami sealalu bergabung dengan masyarakat baik untuk persiapan misa maupun untuk kegiatan lain yang ada dalam gereja. Puncak dari kegiatan ini pada hari Minggu Raya,lantunan lagu-lagu koor yang dinyanyikan teman-teman  mahasiswa begitu meriah dan mampu mengantar umat Stasi Rende dalam suka cita Minggu Paska.
 Tepuk tangan umat Stasi Rende semakin mencairkan suasana setelah menyanyikan lagu Terpujilah Tuhan dalam bahasa Latin dan lagu Haleluya Midley yang mampu menghipnotis umat Rende. Tentunya keberhasilan dari lagu-lagu ini tak lepas dari penampilan dirigen  Yohana B. Damu  dan Arjen sang composer  melantukan melodi  yang mampu menyentuh hati pendengarnya. Setelah misa kamipun pulang ke rumah masing-masing, kami dengan rasa banggga mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat meskipun sebenarnya tidak sempurna seperti para penyayi yang sebenarnya.
Pada sore harinya kami berolahraga bersama masyarakat dalam pertandingan bola voly putra dan putri. Meskipun cuaca kurang bersahabat pada waktu itu tetapi semangat kami untuk menampilkan yang terbaik selalu muncul dalam setiap gerak permainan bola voly. Hujan bukan menjadi halangan,apalagi sorakan penonoton menambah semangat kami untuk bermain bersama OMK dan masyarakat Rende  pada saat itu. Permainan selesai,kami saling berjabat tangan sebagai rasa persaudaraan. Malam harinya pentas kreasi,para mahasiswa,OMK,SMK dan masyarakat bersiap-siap di belakang panggung untuk menghibur para penonoton.
Masyarakat sangat antusias menonoton acara ini apalagi jumblah penonton yang sangat banyak memenuhi ruangan gereja yang luas. Kami sadar ini merupakan hari terakhir kami di tempat ini dan besoknya kami harus balik ke Ruteng.  selesai pentas seni Rm Mansu sebagai Pastor Paroki memberikan arahan kepada mahasiswa untuk bersekolah dengan baik. Matahari kembali tersenyum seakan mengiringi perpisahan kami,rasa haru dan suara tangis mengiringi setiap langkah kaki ini.
Kami yang sudah dianggap anak sendiri harus pulang untuk mencari cerita baru. Tak ingin kami meninggalkan merekanamun kaki ini terus melangkah. Sebelum kembali ke Ruteng kami berkumpul di gereja untuk dilepas secara adat. Sambutan dari bapak ketua Stasi mengiringi detik-detik perpisahan yang kian memburu dalam suasana hening. Lagu kemesraan kami nyanyikan bersama untuk menutup perjumpaan ini dan kami harus kembali. Meski kaki ini melangkah tetapi hati  selalu  bersama kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...