04 Juni 2016

DONGENG



                                          DONGENG
                               CEKOS PENJAGA KUDA
                                         
 ( Fian Darma)
Pada zaman dahulu disebuah kerajaan hiduplah seorang anak bernama Cekos  dan  seekor  kuda pintar yang menjadi pengawal setianya. Ayahnya seorang raja yang sangat bijaksana dalam memimpim kerajaan,namun belakangan Dia selalu murung karena ditinggal seorang istri  yang kembali ke pangkuan Tuhan . Sejak ditinggal sang ibu kini dia hidup bersama ayah dan ibu tiri yang tidak suka dengan Cekos. Hari pun berlalu tetapi Ia masih bersedih merindukan sosok ibu yang penyayang,tidak seperti ibu tiri cerewet. Suatu waktu ayahnya  berangkat keluar daerah untuk menjalankan tugas sebagai seorang raja ,saat seperti ini Cekos selalu takut kerena tidak ada yang melindunginya kecuali seekor kuda yang menjadi teman setianya dikala susah.  Keesokan harinya ibu tiri memanggilnya untuk makan bersama sebagai seorang ibu dan anak,, ternyata ini hanya rencana ibu tiri untuk menjebak dirinya . Suatu pagi ia dipanggil untuk sarapan,ternyata makanan itu sudah dicampuri racun. Saat ia mau makan tiba-tiba seekor kuda muncul lalu menyeruduk makanan yang ada di meja . Sentak hal ini membuat dirinya panik dan kaget karena ulah kuda ini. Keesokan harinya ibu tiri melakukan hal yang sama terhadapnya ,namun sekali lagi kuda itu menggagalkan rencananya . Sesaat ibu tiri   sangat senang karena makanannya sudah habis,lantas ia berpikir bahwa sang pangeran sudah mati karena keracunan makanan . Tidak lama setelah peristiwa ini ia menyadarai bahwa ibu tiri  merencanakan sesuatu yang jahat  untuk membunuhnya .  Setiap  hari ia hidup dalam tekanan ibu tiri yang ingin meyingkirkannya ,tapi  tidak panik seolah –olah  ia tidak menyadari rencana ibu tiri.  Satu minggu berlalu ia mendapatkan surat dari sang raja bahwa untuk sementara waktu tidak bisa pulang karena ada hal yang sangat penting yang harus dikerjakan sang ayah demi kerajaan ,tentunnya hal ini membuat ia sangat cemas akan keselamatannya. Sang ibu kehabisan akal untuk membunuh sang pangeran, lalu ibu tiri memanggil prajurit kepercayaannya untuk membunuh sang pangeran. Tanpa sengaja sang pangeran mendengar rencana ibu tiri yang sedang berbicara dengan para prajurit. Tidak lama kemudian ia berlari untuk menyelamatan diri bersama sang kuda  pintar,akan tetapi kehadirannya diketehui ibu tiri lalu menyuruh prajurit untuk mengejarnya  hingga ke dalam hutan yan tidak tentu arahnya. Para prajurit terus mengejar meskipun tidak tentu arahnya begitu pula dengan sang pengeran yang terus berlari menyelamatan dirinya hinggga ke puncak gunung. Para prajurit pulang dengan tangan kosong karena sang pangeran dapat menyelamatkan  diri dari para penjahat. Hari semakin sore ,Cekos memutuskan untuk beristrahat disebuah gubuk kecil dalam hutan. Ia bingung mau pulang kemana sementara tidak ada tujuan yang pasti meskipun pada akhirnya ia memutuskan untuk tinggal dalam hutan. Bertahun-tahun lamanya  ia tinggal dalam hutan hingga ia menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan kekar. Sementara itu sang ayah tidak pernah pulang ke kerajaannya dengan alasan tugas negara yang penting ,padahal sang raja mempunyai istri  muda dan memutuskan untuk membangun kerajaan baru dekat daerah pegunungan. Kisah baru dimulai, ketika Cekos memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota dan ia pun bekerja sebagai seorang penjaga kuda kerajaan. Tugas ini bukanlah perkara sulit untuknya karena sudah terbiasa dengan binatang yang menjadi teman dan penyelamat untuknya waktu masih kecil .  Bertahun – tahun ia bekerja sebagai penjaga kuda hingga ia menjadi pengawal setia tuan putri anak satu-satunya dari sang raja .  Suatu hari diadakan lomba pacuan  kuda  dan ia menjadi salah satu peserta yang lolos ke babak final dalam kompetisi ini.  Pemenang dalam lomba ini akan dinikahkan dengan putri sang raja yang sangat cantik  . Meskipun demikian ambisi Cekos yang utama adalah menjadi seorang penunggang kuda yang hebat dan bertemu dengan ayahnya. Impian  ini tentunya tidak muda ,apalagi banyak peserta yang hebat serta ia tidak mengenali wajah sang ayah yang  tidak ada kabar. Waktu terus bergulir hingga tiba saatnya kompetisi babak final dimulai. Para raja dari seluruh negeri dan  masyarakat  tak mau ketinggalan untuk menonton pertandingan yang yang sangat langkah. Sorak penonton memanaskan suasana batin   setiap penunggang kuda  yang ingin menjadi pemenang.  Bagi Cekos hal yang terpenting bertemu dengan sang ayah yang ada diantara para penonton  tetapi ia tidak  mengetahui ciri sang ayah. Cara satu-satunya yang dapat ia lakukan hanya menggunakan ikat kepala pemberian sang ibu waktu masih kecil,yang mungkin dapat dikenali sang ayah. Wasit mulai memberi  aba –aba tanda pertandingan akan dimulai ,para penunggang  kuda bersiap- siap  untuk berpacu. Teriakan penonton semakin keras para penunggang kuda semakin berdebar,wasit langsung memulai pertandingan dan kuda berlari sangat cepat mengintari lintasan pacuaan. Setiap orang memacu kudanya secepat mungkin untuk menjadi yang terbaik,namun hal itu bukanlah perkara yang mudah sebab setiap peserta merupakan orang yang terpilih dari setiap negeri. Teriakan penonton semakin kuat,kuda pun semakain cepat berlari. Tidak terasa garis finish di depan mata penunggang semakain cepat memacu kudanya. Cekos pun yak mau kalah dari panunggang lainya yang sangat cepat ia terus berusaha menjadi yang terdepan demi harapannya bertemu dengan ayahnya.””Horeeeeeeeeeeeeee, sorakan penonton saat  wasit menganggakat bendera pertandingan selesai dan sang penjaga kuda sebagai pemenang dalam perlombaan ini. Sang raja tidak melupakan janjinya untuk pemenang yang akan dinikahkan dengan putri raja.  Tentunya  Cekos senang menjadi teman hidup tuan putri,namun kebahagian yang terbesar adalah bertemu dengan ayahnya. Penonton beramai-ramai bersalam dengan penjaga kuda yang sekarang menjadi menantu sang raja. Hatinya masih bersedih karena belum bertemu dengan ayah,ia pun kembali ke kerajaan  dengan tuan putri yang akan menjadi istrinya. Setibanya di kerajaan sang raja mempersiapakan pernikahan untuk putrinya. Sang raja terus memperhatikan menantunya yang masih gelisah.” Ada apa dengan dirimu ??? “ Sebenarnya saya ingin bertemu dengan ayah tettapi sampai saat ini saya belum pernah melihatnya.” Terus bagaimana cara mengenali ayahmu?? “ Entalah yang mulia,hanya ikat kepala pemberian ibu yang mungkin dikenali ayahku. Sebernarnya ayah saya seorang raja yang bertugas di daerah lain namun sampai saat ini bilum kembali. Siapa sebenarnya nama ayahmu anakku?? “ Namanya raja Yosep yang mulia. “ Baiklah saya akan membantu kamu tetepi sekarang persiapan dirimu untuk pernikahan Minggu depan. Dengan hati yang tenang ia memberikan ikat kepalanya pada yang mulia. Hari terus berganti tibalah saatnya hari pernikahan yang paling dinantikan semua yang ada di kerajaan itu. Pernikahan pun dimulai dengan restu dari kedua orangtua sang putri. Semarak pesta sangat terasa,penghuni kerajaan dan masyarakat bergembira menyambut pangeran yang kelak akan menjadi raja mereka. Raja menyampaikan pengumuman akan memberikan hadiah yang istimewa untuk menantunya. Dalam hitungan ke-3 hadiah itu akan muncul,,,,,,,,,,, satu,,,,,,dua,,,,,tiga,,,,,,,,,,,muncul seorang yang tidak dikenali Cekos tetapi langsung memeluk dan menciumnya.”” Akulah ayahmu nak. “ apa??? Ia sangat terkejut,tak bisa berkata-kata,hal yang diimpikan kini menjadi kenyataan.” Lalu ia bertanya pada tentang ibunya pada ayahnya untuk membuktikan apakah dia memang ayah Cekos. Ayah pun menjelaskan semua tentang ibunya yang telah meninggal dan tak lupa ia menunjukan kain ikat kepala pemberian ibunya sewaktu kecil. “ Cekos tak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan memeluk ayahnya yang sudah lama tidak bertemu. Pernikahannya pun semakin sempurna ditemani sang ayah yang bertahun –tahun lamanya tidak ada kabar dan kini telah kembali.
( FRANSISKUS D DARMA, UMUR 20  TAHUN,SEBAGAI MAHASISWA PPODI BAHASA INDONESIA )





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...