DONGENG
CEKOS PENJAGA
KUDA
(
Fian Darma)
Pada
zaman dahulu disebuah kerajaan hiduplah seorang anak bernama Cekos dan
seekor kuda pintar yang menjadi
pengawal setianya. Ayahnya seorang raja yang sangat bijaksana dalam memimpim
kerajaan,namun belakangan Dia selalu murung karena ditinggal seorang istri yang kembali ke pangkuan Tuhan . Sejak
ditinggal sang ibu kini dia hidup bersama ayah dan ibu tiri yang tidak suka
dengan Cekos. Hari pun berlalu tetapi Ia masih bersedih merindukan sosok ibu
yang penyayang,tidak seperti ibu tiri cerewet. Suatu waktu ayahnya berangkat keluar daerah untuk menjalankan
tugas sebagai seorang raja ,saat seperti ini Cekos selalu takut kerena tidak
ada yang melindunginya kecuali seekor kuda yang menjadi teman setianya dikala
susah. Keesokan harinya ibu tiri
memanggilnya untuk makan bersama sebagai seorang ibu dan anak,, ternyata ini
hanya rencana ibu tiri untuk menjebak dirinya . Suatu pagi ia dipanggil untuk
sarapan,ternyata makanan itu sudah dicampuri racun. Saat ia mau makan tiba-tiba
seekor kuda muncul lalu menyeruduk makanan yang ada di meja . Sentak hal ini
membuat dirinya panik dan kaget karena ulah kuda ini. Keesokan harinya ibu tiri
melakukan hal yang sama terhadapnya ,namun sekali lagi kuda itu menggagalkan
rencananya . Sesaat ibu tiri sangat
senang karena makanannya sudah habis,lantas ia berpikir bahwa sang pangeran
sudah mati karena keracunan makanan . Tidak lama setelah peristiwa ini ia
menyadarai bahwa ibu tiri merencanakan
sesuatu yang jahat untuk membunuhnya
. Setiap
hari ia hidup dalam tekanan ibu tiri yang ingin meyingkirkannya
,tapi tidak panik seolah –olah ia tidak menyadari rencana ibu tiri. Satu minggu berlalu ia mendapatkan surat dari
sang raja bahwa untuk sementara waktu tidak bisa pulang karena ada hal yang
sangat penting yang harus dikerjakan sang ayah demi kerajaan ,tentunnya hal ini
membuat ia sangat cemas akan keselamatannya. Sang ibu kehabisan akal untuk
membunuh sang pangeran, lalu ibu tiri memanggil prajurit kepercayaannya untuk
membunuh sang pangeran. Tanpa sengaja sang pangeran mendengar rencana ibu tiri
yang sedang berbicara dengan para prajurit. Tidak lama kemudian ia berlari
untuk menyelamatan diri bersama sang kuda
pintar,akan tetapi kehadirannya diketehui ibu tiri lalu menyuruh
prajurit untuk mengejarnya hingga ke
dalam hutan yan tidak tentu arahnya. Para prajurit terus mengejar meskipun
tidak tentu arahnya begitu pula dengan sang pengeran yang terus berlari
menyelamatan dirinya hinggga ke puncak gunung. Para prajurit pulang dengan
tangan kosong karena sang pangeran dapat menyelamatkan diri dari para penjahat. Hari semakin sore ,Cekos
memutuskan untuk beristrahat disebuah gubuk kecil dalam hutan. Ia bingung mau
pulang kemana sementara tidak ada tujuan yang pasti meskipun pada akhirnya ia
memutuskan untuk tinggal dalam hutan. Bertahun-tahun lamanya ia tinggal dalam hutan hingga ia menjadi
seorang pemuda yang sangat tampan dan kekar. Sementara itu sang ayah tidak
pernah pulang ke kerajaannya dengan alasan tugas negara yang penting ,padahal
sang raja mempunyai istri muda dan
memutuskan untuk membangun kerajaan baru dekat daerah pegunungan. Kisah baru
dimulai, ketika Cekos memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota dan ia pun
bekerja sebagai seorang penjaga kuda kerajaan. Tugas ini bukanlah perkara sulit
untuknya karena sudah terbiasa dengan binatang yang menjadi teman dan
penyelamat untuknya waktu masih kecil .
Bertahun – tahun ia bekerja sebagai penjaga kuda hingga ia menjadi
pengawal setia tuan putri anak satu-satunya dari sang raja . Suatu hari diadakan lomba pacuan kuda
dan ia menjadi salah satu peserta yang lolos ke babak final dalam
kompetisi ini. Pemenang dalam lomba ini
akan dinikahkan dengan putri sang raja yang sangat cantik . Meskipun demikian ambisi Cekos yang utama
adalah menjadi seorang penunggang kuda yang hebat dan bertemu dengan ayahnya.
Impian ini tentunya tidak muda ,apalagi
banyak peserta yang hebat serta ia tidak mengenali wajah sang ayah yang tidak ada kabar. Waktu terus bergulir hingga
tiba saatnya kompetisi babak final dimulai. Para raja dari seluruh negeri
dan masyarakat tak mau ketinggalan untuk menonton
pertandingan yang yang sangat langkah. Sorak penonton memanaskan suasana
batin setiap penunggang kuda yang ingin menjadi pemenang. Bagi Cekos hal yang terpenting bertemu dengan
sang ayah yang ada diantara para penonton
tetapi ia tidak mengetahui ciri
sang ayah. Cara satu-satunya yang dapat ia lakukan hanya menggunakan ikat
kepala pemberian sang ibu waktu masih kecil,yang mungkin dapat dikenali sang
ayah. Wasit mulai memberi aba –aba tanda
pertandingan akan dimulai ,para penunggang kuda bersiap- siap untuk berpacu. Teriakan penonton semakin
keras para penunggang kuda semakin berdebar,wasit langsung memulai pertandingan
dan kuda berlari sangat cepat mengintari lintasan pacuaan. Setiap orang memacu
kudanya secepat mungkin untuk menjadi yang terbaik,namun hal itu bukanlah
perkara yang mudah sebab setiap peserta merupakan orang yang terpilih dari
setiap negeri. Teriakan penonton semakin kuat,kuda pun semakain cepat berlari.
Tidak terasa garis finish di depan mata penunggang semakain cepat memacu
kudanya. Cekos pun yak mau kalah dari panunggang lainya yang sangat cepat ia
terus berusaha menjadi yang terdepan demi harapannya bertemu dengan
ayahnya.””Horeeeeeeeeeeeeee, sorakan penonton saat wasit menganggakat bendera pertandingan
selesai dan sang penjaga kuda sebagai pemenang dalam perlombaan ini. Sang raja
tidak melupakan janjinya untuk pemenang yang akan dinikahkan dengan putri raja. Tentunya
Cekos senang menjadi teman hidup tuan putri,namun kebahagian yang
terbesar adalah bertemu dengan ayahnya. Penonton beramai-ramai bersalam dengan
penjaga kuda yang sekarang menjadi menantu sang raja. Hatinya masih bersedih
karena belum bertemu dengan ayah,ia pun kembali ke kerajaan dengan tuan putri yang akan menjadi istrinya.
Setibanya di kerajaan sang raja mempersiapakan pernikahan untuk putrinya. Sang raja
terus memperhatikan menantunya yang masih gelisah.” Ada apa dengan dirimu ??? “
Sebenarnya saya ingin bertemu dengan ayah tettapi sampai saat ini saya belum
pernah melihatnya.” Terus bagaimana cara mengenali ayahmu?? “ Entalah yang
mulia,hanya ikat kepala pemberian ibu yang mungkin dikenali ayahku. Sebernarnya
ayah saya seorang raja yang bertugas di daerah lain namun sampai saat ini bilum
kembali. Siapa sebenarnya nama ayahmu anakku?? “ Namanya raja Yosep yang mulia.
“ Baiklah saya akan membantu kamu tetepi sekarang persiapan dirimu untuk pernikahan
Minggu depan. Dengan hati yang tenang ia memberikan ikat kepalanya pada yang
mulia. Hari terus berganti tibalah saatnya hari pernikahan yang paling
dinantikan semua yang ada di kerajaan itu. Pernikahan pun dimulai dengan restu
dari kedua orangtua sang putri. Semarak pesta sangat terasa,penghuni kerajaan
dan masyarakat bergembira menyambut pangeran yang kelak akan menjadi raja
mereka. Raja menyampaikan pengumuman akan memberikan hadiah yang istimewa untuk
menantunya. Dalam hitungan ke-3 hadiah itu akan muncul,,,,,,,,,,,
satu,,,,,,dua,,,,,tiga,,,,,,,,,,,muncul seorang yang tidak dikenali Cekos
tetapi langsung memeluk dan menciumnya.”” Akulah ayahmu nak. “ apa??? Ia sangat
terkejut,tak bisa berkata-kata,hal yang diimpikan kini menjadi kenyataan.” Lalu
ia bertanya pada tentang ibunya pada ayahnya untuk membuktikan apakah dia
memang ayah Cekos. Ayah pun menjelaskan semua tentang ibunya yang telah
meninggal dan tak lupa ia menunjukan kain ikat kepala pemberian ibunya sewaktu
kecil. “ Cekos tak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan memeluk ayahnya
yang sudah lama tidak bertemu. Pernikahannya pun semakin sempurna ditemani sang
ayah yang bertahun –tahun lamanya tidak ada kabar dan kini telah kembali.
(
FRANSISKUS D DARMA, UMUR 20
TAHUN,SEBAGAI MAHASISWA PPODI BAHASA INDONESIA )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar