04 Juni 2016

KECERDASAN INTERPERSONAL



Kecerdasan Interpersonal

A.    Identifikasi Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan memahami pikiran, sikap, dan perilaku  orang lain ( Gardner & Checkley, 1997: 12). Kecerdasan ini merupakan kecerdasan dengan indikator-indikator  yang menyanangkan bagi orang  lain. Sikap yang ditunjukan anak dalam kecerdasan ini sangat menyejukan dan penuh kedamaian. Oleh karena itu, kecerdasan interpersonal dapat didefinisikan sebagai  kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi dan keinginan serta memberikan respons secara tepat terhadap suasana hati, motivasi dan keinginan orang lain.
            Komponen utama atau inti dari kecerdasan interpersonal adalah kemampuan mencerna dan menanggapi dengan tepat berbagai suasana hati,maksud, motivasi, perasaan dan keinginan orang lain di samping kemampuan  melakukan kerja sama. Komponen lainnya adalah kepekaan dan kemampuan menangkap perbedaan yang sangat halus terhadap motivasi, suasana hati, perasaan dan gagasan orang lain. Mereka yang mempunyai kecerdsan interpersonal sangat memerhatikan orang lain, memiliki kepekaan yang tinggi terhadap ekspresi wajah suara dan gerak isyarat.
            Anak- anak yang berkembang pada kecerdasan interpersonal peka terhadap orang lain.  Apa yang direncanakan orang lain dapat ditangkap  melalui kata-kata, gerak-gerik, gaya bahasa, dan sikap orang tersebut. Kemampuan untuk dapat merasakan perasaan orang lain membuat anak mampu mendamaikan konflik dengan mudah. Kepekaan ini juga membuat mereka menjadi pemimpin di antara teman sebayanya. Bahkan anak yang memiliki kecerdasan interpersonal  yang baik dapat memahami keadaan jiwa, keinginan dan perasaan yang dialami orang lain ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian , membangun hubunngan baik dengan pihak lain akan dapat dilakukan dengan mudah sehingga mampu menciptakan suasana kehidupan yang nyaman tanpa ada kendala yang berarti walau hidup dengan llingkungan yang beragam.
Kecerdasan interpersonal berhubungan dengan  konsep interaksi dengan orang lain di sekitarnya. Mork menekankan empat elemen penting dari kecerdasan interpersonal yang perlu digunakan dalam membangun  komunikasi, yaitu:
1.      Membaca isyarat  sosial
2.      Memberikan empati
3.      Mengontrol emosi
4.      Mengekpresikan emosi pada tempatnya.
Secara umum kecerdasan interpersonal dapat diamati melalui kesukaan yang terwujud dalam perilaku seseorang. Sedangkan secara khusus karakter orang yang memilik kecerdasan interpersonal adalah :
Ø  Belajar dengan sangat baik ketika berada dalam situasi yang memebngan interaksi dengan orang lain.
Ø  Semakin banyak berhubungan dengan orang lain semakin bahagia.
Ø  Sangat produktif dan berkembang denga pesat ketika belajar secara kooperatif  dan kolaboratif.
Ø  Senag berpartisipasi dalam organisasi sosial, keagamaan, dan politik.
Ø  Sangat peduli dan perhatian terhadap masalah sosial.
Ø  Pandai bekerja secara tim.
Ø  Merasa bosan ketika bekerja sendiri.

B.     Strategi Megembangkan Kecerdasan Interpersonal
Untuk mengambngakan kecerdasan interpersonal peserta didik, berbagai aktivitas pembelajaran yang sesuai, antara lain sebagai berikut:
1.      Jigsaw
Aktivitas Jigsaw adalah salah satu tipe belajar kooperatif yang menekankan kerja sama dan membagi tanggung jawab dalam kelompok ( Aroson,2011). Proses ini membangun keterlibatan dan  perasaan empati dari semua peserta didik dengan memberikan tugas esensial yang dapat dilakukan masing- masing kelompok. Adapun tujuan dari pembelajaran jigsaw dalam pembelajaran adalah agar peserta didik mampu:
Ø  Kesadaran akan tanggung jawab individu akan tugas.
Ø  Membangun interaksi sosial secara langsung  dengan mengedepankan nilai keberagaman.
Ø  Membangun kepercayaan, model kepemimpinan, membuat keputusan dan membangun komunikasi yang efektif.
Ø  Mengembangkan profesionalitas keilmuan pada masing-masing bidang tertentu dan membangun kesadaran untuk saling mengahargai.

2.      Mengajar teman sebaya.
Megajar teman sebaya dalam hal ini dipahami sebagai peserta didik  yang berasal dari kelompok sosial atau kelas yang sama yang belum memahami apa yang dipelajari, kemudian saling membantu, baik dalam belajar maupun saling mengajkar satu sama lain. Banyak yang menunjukan bahwa mengajar teman sebaya  merupakan aktivitas yang efektif dalam meningkatkan prestasi peserta didik. Penerapan pembelajaran teman sebaya diharapkan dapat:
Ø  Meningkatkan kemampuan peserta didik tentang materi pelajaran tertentu, baik bagi yang menjadi tutor maupun bagi peserta didik yang diajar.
Ø  Meningkatkan kemampuan berkomunikasi bagi peserta didik yang ditunjuk menjadi tutor.
Ø  Memperoleh pembelajaran sesuai kebutuhan, waktu dan kesempatan yang memadi  untuk belajar dan menciptakan keakraban yang lebih khusus dalam member dan menerima pelajaran.
Ø  Membantu guru yang tidak ada waktu untuk menangani siswa secara perseorangan.

3.       Team work
Team work dapat dipahami sebagai sebagai suatu pekerjaan yang dilakukan secara tim untuk mencaai tujuan yang diinginkan. Team work yang paling efektif  adalah suatu bentuk team yang dihasilkan dari kekompakan seluruh individu yang terlibat secara harmonis dalam memberikan kontribusi unyuk mencapai tujuan bersama.
Bentuk- bentuk kerja tim dalam pembelajaran dapat diterapkan melalui:
1.      Aktivitas sosial seperti kerja gotong royong, olahraga, dan lainnya.
2.      Aktivitas beramal seperti mencari dana melalui suatu acara, penyuluhan, dan semacamnya yang bekarja secara tim.
3.      Aktivitas pekerjaan, yakni pekerjaan yang membangan rasa empati antara satu dengan yang lainnya.
Tujuan bekerja secara tim adalah:
Ø  Membangun kerja sama yang baik antara anggota tim
Ø  Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi tentang tugas- tugas yang diberikan dalam upaya meningkatkan kerja sama tim.
Ø  Pesrta didik dapat menggali dan mengembangkan bakat dan dapat berkontribusi dalam bekarja secara tim.
Ø  Bertindak sopan santun , saling mengahargai, dan belajar dari pengalaman orang lain  dan berbagai sumber belajar untuk membangun kekuatan tim belajar.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...