Kecerdasan
Interpersonal
A.
Identifikasi
Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan
interpersonal adalah kemampuan memahami pikiran, sikap, dan perilaku orang lain ( Gardner & Checkley, 1997:
12). Kecerdasan ini merupakan kecerdasan dengan indikator-indikator yang menyanangkan bagi orang lain. Sikap yang ditunjukan anak dalam
kecerdasan ini sangat menyejukan dan penuh kedamaian. Oleh karena itu,
kecerdasan interpersonal dapat didefinisikan sebagai kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana
hati, maksud, motivasi dan keinginan serta memberikan respons secara tepat
terhadap suasana hati, motivasi dan keinginan orang lain.
Komponen utama atau inti dari kecerdasan
interpersonal adalah kemampuan mencerna dan menanggapi dengan tepat berbagai
suasana hati,maksud, motivasi, perasaan dan keinginan orang lain di samping
kemampuan melakukan kerja sama. Komponen
lainnya adalah kepekaan dan kemampuan menangkap perbedaan yang sangat halus
terhadap motivasi, suasana hati, perasaan dan gagasan orang lain. Mereka yang
mempunyai kecerdsan interpersonal sangat memerhatikan orang lain, memiliki
kepekaan yang tinggi terhadap ekspresi wajah suara dan gerak isyarat.
Anak- anak yang berkembang pada
kecerdasan interpersonal peka terhadap orang lain. Apa yang direncanakan orang lain dapat
ditangkap melalui kata-kata,
gerak-gerik, gaya bahasa, dan sikap orang tersebut. Kemampuan untuk dapat
merasakan perasaan orang lain membuat anak mampu mendamaikan konflik dengan
mudah. Kepekaan ini juga membuat mereka menjadi pemimpin di antara teman
sebayanya. Bahkan anak yang memiliki kecerdasan interpersonal yang baik dapat memahami keadaan jiwa,
keinginan dan perasaan yang dialami orang lain ketika berinteraksi dengan
lingkungan sekitar. Dengan demikian , membangun hubunngan baik dengan pihak
lain akan dapat dilakukan dengan mudah sehingga mampu menciptakan suasana
kehidupan yang nyaman tanpa ada kendala yang berarti walau hidup dengan llingkungan
yang beragam.
Kecerdasan
interpersonal berhubungan dengan konsep
interaksi dengan orang lain di sekitarnya. Mork menekankan empat elemen penting
dari kecerdasan interpersonal yang perlu digunakan dalam membangun komunikasi, yaitu:
1. Membaca
isyarat sosial
2. Memberikan
empati
3. Mengontrol
emosi
4. Mengekpresikan
emosi pada tempatnya.
Secara
umum kecerdasan interpersonal dapat diamati melalui kesukaan yang terwujud
dalam perilaku seseorang. Sedangkan secara khusus karakter orang yang memilik
kecerdasan interpersonal adalah :
Ø Belajar
dengan sangat baik ketika berada dalam situasi yang memebngan interaksi dengan
orang lain.
Ø Semakin
banyak berhubungan dengan orang lain semakin bahagia.
Ø Sangat
produktif dan berkembang denga pesat ketika belajar secara kooperatif dan kolaboratif.
Ø Senag
berpartisipasi dalam organisasi sosial, keagamaan, dan politik.
Ø Sangat
peduli dan perhatian terhadap masalah sosial.
Ø Pandai
bekerja secara tim.
Ø Merasa
bosan ketika bekerja sendiri.
B.
Strategi
Megembangkan Kecerdasan Interpersonal
Untuk mengambngakan kecerdasan
interpersonal peserta didik, berbagai aktivitas pembelajaran yang sesuai,
antara lain sebagai berikut:
1. Jigsaw
Aktivitas Jigsaw
adalah salah satu tipe belajar kooperatif yang menekankan kerja sama dan
membagi tanggung jawab dalam kelompok ( Aroson,2011). Proses ini membangun
keterlibatan dan perasaan empati dari
semua peserta didik dengan memberikan tugas esensial yang dapat dilakukan
masing- masing kelompok. Adapun tujuan dari pembelajaran jigsaw dalam pembelajaran adalah agar peserta didik mampu:
Ø Kesadaran
akan tanggung jawab individu akan tugas.
Ø Membangun
interaksi sosial secara langsung dengan
mengedepankan nilai keberagaman.
Ø Membangun
kepercayaan, model kepemimpinan, membuat keputusan dan membangun komunikasi
yang efektif.
Ø Mengembangkan
profesionalitas keilmuan pada masing-masing bidang tertentu dan membangun
kesadaran untuk saling mengahargai.
2. Mengajar
teman sebaya.
Megajar teman sebaya dalam hal ini dipahami sebagai
peserta didik yang berasal dari kelompok
sosial atau kelas yang sama yang belum memahami apa yang dipelajari, kemudian
saling membantu, baik dalam belajar maupun saling mengajkar satu sama lain.
Banyak yang menunjukan bahwa mengajar teman sebaya merupakan aktivitas yang efektif dalam
meningkatkan prestasi peserta didik. Penerapan pembelajaran teman sebaya
diharapkan dapat:
Ø Meningkatkan
kemampuan peserta didik tentang materi pelajaran tertentu, baik bagi yang
menjadi tutor maupun bagi peserta didik yang diajar.
Ø Meningkatkan
kemampuan berkomunikasi bagi peserta didik yang ditunjuk menjadi tutor.
Ø Memperoleh
pembelajaran sesuai kebutuhan, waktu dan kesempatan yang memadi untuk belajar dan menciptakan keakraban yang
lebih khusus dalam member dan menerima pelajaran.
Ø Membantu
guru yang tidak ada waktu untuk menangani siswa secara perseorangan.
3. Team work
Team work dapat
dipahami sebagai sebagai suatu pekerjaan yang dilakukan secara tim untuk
mencaai tujuan yang diinginkan. Team work
yang paling efektif adalah suatu bentuk
team yang dihasilkan dari kekompakan seluruh individu yang terlibat secara
harmonis dalam memberikan kontribusi unyuk mencapai tujuan bersama.
Bentuk- bentuk kerja tim dalam pembelajaran dapat
diterapkan melalui:
1. Aktivitas
sosial seperti kerja gotong royong, olahraga, dan lainnya.
2. Aktivitas
beramal seperti mencari dana melalui suatu acara, penyuluhan, dan semacamnya
yang bekarja secara tim.
3. Aktivitas
pekerjaan, yakni pekerjaan yang membangan rasa empati antara satu dengan yang
lainnya.
Tujuan
bekerja secara tim adalah:
Ø Membangun
kerja sama yang baik antara anggota tim
Ø Bertanggung
jawab dan memiliki komitmen yang tinggi tentang tugas- tugas yang diberikan
dalam upaya meningkatkan kerja sama tim.
Ø Pesrta
didik dapat menggali dan mengembangkan bakat dan dapat berkontribusi dalam
bekarja secara tim.
Ø Bertindak
sopan santun , saling mengahargai, dan belajar dari pengalaman orang lain dan berbagai sumber belajar untuk membangun kekuatan
tim belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar