04 Juni 2016

PUISI


Senyum Berganti Duka

Gores tangan kaku bergetar
Pada lembaran putih berirama
Nada merangkak menjadi gila
Bertingkah tak tentu arah

Sepertinya gerimis bergejolak
Membasahi jejak luka berganti senyum
Hati kembali tertawa
Menatap anak manusia dalam rasa rindu

Angin malam menatap gerimis
Menusuk badan membakar sukma
Jejak luka berganti senyum telah tiada
Anak manusia kembali meratap dalam kepedihan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANG LAWO "BERBURU TIKUS"

    BANG LAWO  Masa kecil menjadi masa yang indah, tidak ada beban berat yang terlintas dalam pikiran hanya ada rasa senang saat kita tert...